Selasa, 30 Juni 2026, pukul : 07:57 WIB
Surabaya
--°C

Wanita Emas

KEMPALAN: MISCHA Hasnaeni Moein nama lengkapnya. Tapi, dia lebih terkenal dengan sebutan Wanita Emas. Sebutan yang sangat keren. Tidak banyak orang yang punya sebutan seperti itu. Di masa lalu ada Si Pending Emas, Herlina Kasim, relawan perjuangan Trikora (Tri-komando Rakyat) di Irian Barat 1961-1962. Di level intrenasional ada Kylian Mbappe, pemain sepak bola Prancis yang penerima Sepatu Emas karena menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia Qatar. Mbappe pun mendapat julukan Golden Boy, si anak emas.

Bintang sepakbola Italia, Paolo Rossi, dikenal dengan sebutan ‘’bambino de oro’’ atau si bayi emas. Disebut demikian karena wajahnya yang kekanak-kanakan seperti bayi, tetapi menjadi bayi emas bagi Italia. Rossi menjadi pahlawan pada Piala Dunia 1982 di Spanyol dengan mencetak gol kemenangan Italia atas Jerman Barat.

Si Wanita Emas dari Indonesia tidak hubungannya dengan Piala Dunia. Dia tidak pernah menerima medali emas dari cabang olahraga apapun. Dia bukan seorang atlet. Dia juga bukan Herlina Kasim si Pending Emas yang justru menolak hadiah uang tunai Rp 10 juta dan emas 500 gram dari Presiden Sukarno.

BACA JUGA: Meikarta

Si Wanita Emas ini mendapat julukan demikian karena ulah media yang latah dan gampang memberi julukan kepada seseorang secara serampangan. Ada seorang pelaku kriminal perdagangan narkoba bernama Zarimah, yang oleh media dijuluki sebagai ‘’Ratu Ekstasi’’. Alih-alih menjadi pesakitan Zarima malah menjadi selebritas dan menjadi media darling.

Hasnaeni si Wanita Emas ini belum pernah menghasilkan karya emas. Dia memang pernah main sinetron Jin dan Jun dan Saras 008, tetapi perannya minor dan aktingnya biasa-biasa saja. Beberapa bulan yang lalu ia malah ditangkap oleh Kejaksaan Agung karena terlibat kasus korupsi. Si Wanita Emas menjadi viral karena histeris dan berteriak-teriak ketika ditangkap. Ia memakai kursi roda lengkap dengan infus di tangan. Tapi, dokter kejaksaan yang memeriksanya menyatakan dia sehat, dan kemudian tetap ditahan.

Meikarta

KEMPALAN: MEIKARTA menjadi pembicaraan publik karena pembangunannya mangkrak. Sejak digarap pada 2016, proyek ini akan menjadi kota mandiri dan modern dengan berbagai fasilitas yang lengkap. Iklan yang ditawarkan menggambarkan suasana yang menyeramkan di luar sana, dan kemudian diakhiri dengan narasi ‘’bawa aku pergi dari sini’’.

Meikarta menjanjikan harapan untuk pergi dari segala kesulitan dan kesemrawutan itu. Iklan ini berhasil menarik minat ribuan konsumen. Tetapi, 6 tahun berselang, Meikarta tidak dihuni manusia, tapi dipenuhi tanaman liar yang menutupi hampir seluruh lahan.

Fenomena Meikarta adalah sindiran, kalau bukan tamparan, terhadap layanan publik pemerintah. Ketika publik tidak percaya bahwa pemerintah bisa menyediakan layanan publik yang dibutuhkan, maka publik akan mencari alternatif dari pihak swasta.

BACA JUGA: Luhut dan OTT

Lihatlah iklan Meikarta. Seorang anak perempuan naik mobil bagus melewati jalanan yang kacau. Terlihat juga adegan kekerasan semacam street criminal. Lalu sang anak mengatakan ‘’bawa aku peregi dari sini’’. Kemudian muncullah Meikarta dengan segala fasilitas yang serba modern dan bisa diandalkan.

Kemunculan ‘’Gated Community’’ atau masyarakat yang terbentengi ini menjadi indikasi ketidakmampuan pemerintah menyediakan fasilitas publik, dan ketidakmampuan menjalankan tugasnya untuk memenuhi kebutuhan warga.

Hal ini menumbuhkan skeptisisme di masyarakat terhadap kemampuan pemerintah menyediakan berbagai sarana yang dibutuhkan publik. Akhirnya warga mengandalkan pihak swasta untuk memenuhi kebutuhan mereka, karena menganggap pemerintah tidak bisa diandalkan.

Misalnya di sektor pendidikan, masyarakat lebih memilih sekolah swasta ketimbang sekolah negeri. Bukan saja soal kuantiatasnya akan tetapi juga soal kualitasnya. Jika ada yang memilih sekolah negeri, hal ini lebih banyak disebabkan oleh keterbatasan kemampuan keuangan, sehingga tidak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.

Luhut dan OTT

KEMPALAN: ‘’BERIKAN saya 100 peti mati, 99 untuk koruptor dan satu untuk saya, kalau saya melakukan korupsi.’’

Ungkapan itu begitu terkenal di seluruh dunia, dan menjadi jargon anti-korupsi paling kuat dan paling dihafal di seluruh dunia. Semua tahu, kalimat itu diungkapkan oleh pemimpin China Zu Rongji ketika dilantik pada 1998. Sejak itu, perang melawan korupsi menjadi salah satu program utama pemerintah China. Ibaratnya, hari anti-korupsi diperingati dan diterapkan setiap hari di China, bukan setahun sekali seperti di bagian dunia lainnya, termasuk di Indonesia.

Pemberantasan korupsi di Indonesia maju mundur. Kadang maju, kadang mundur, tapi lebih sering mundur. Komitmen pemerintah terhadap pemberantasan korupsi diragunkan banyak pihak. Tonggaknya terjadi ketika pemerintah merevisi undang-undang KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada 2019. Ketika itu terjadi unjuk rasa besar-besaran di berbagai kota besar di Indonesia. Tapi, unjuk rasa itu tidak mengaruh, dan DPR tetap mengesahkannya.

BACA JUGA: Industri Islamophobia

KPK mengalami pelemahan, karena lembaga yang seharusnya independen sekarang berada di bawah presiden. Selain itu dibentuk Dewan Pengawas yang dianggap membelenggu langkah KPK. Seharusnya Dewan Pengawas menjadi lembaga yang mengawasi KPK supaya konsisten dengan semangat pemberantasan korupsi. Alih-alih, Dewan Pengawas menjadi lembaga yang tidak bergigi dan tidak bertaji.

Salah satu indikator pelemahan KPK yang paling mencolok adalah pemecatan sejumlah penyidik andal yang dikenal dengan sebutan ‘’Raja OTT’’ alias raja operasi tangkap tangan. Para penyidik di bawah kepemimpinan Novel Baswedan dan Harun Al-Rasyid dikenal berintegritas tinggi dan tangguh dalam mengungkap kasus-kasus korupsi berskala raksasa. Tim ini disingkirkan melalui mekanisme seleksi yang lebih mirip lelucon.

Industri Islamophobia

KEMPALAN: MAJELIS Hakim memvonis terdakwa Farid Ahmad Okbah tiga tahun penjara karena kasus tindak pidana terorisme. Keputusan tersebut dijatuhkan majelis hakim dalam sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Senin (19/12). Pengacara terdakwa menganggap keputusan ini tidak adil dan menganggap ada unsur ketakutan terhadap Islam dalam keputusan ini.

Ketakutan terhadap Islam, atau Islamophobia, menjadi isu yang terus-menerus diperdebatkan, baik di level Indonesia maupun di level internasional. Di Eropa dan di Amerika masih sangat sering terjadi tindakan yang dianggap diskriminatif terhadap seseorang yang beragama Islam. Tindakan ini secara umum disebut sebagai Islamophobia.

Di Indonesia isu Islamophobia selalu muncul setiap kali terjadi kekerasan yang berkaitan dengan Islam. Pengadilan terhadap Farid Okbah ini pun kembali memunculkan isu mengenai Islamophobia. Dalam pernyataan setelah keputusan, pengacara Farid Okbah menegaskan bahwa keputusan itu menjadi bukti adanya Islamophobia.

BACA JUGA: The Real Winner is Qatar

Farid Okbah ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror November 2021 di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Bersama Farid Okbah ditangkap pula Anung Al-Hamat dan Ahmad Zain An-Najah. Ketiganya ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda-beda. Ketiga orang itu ditangkap karena dugaan keterkaitan dengan organisasi Jamaah Islamiyah yang terlarang.

Terorisme, radikalisme, intoleranisme, selalu dikaitkan dengan agama, terutama Islam. Pengadilan terhadap tindak terorisme sering menjadi pengadilan terhadap agama, dan seolah menjadikan agama sebagai terdakwa.

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir menyayangkan adanya pandangan yang melihat bahwa agama adalah sumber radikalisme. Urusan radikalisme, terorisme, intoleransi, dan kekerasan banyak dikaitkan dengan agama dan umat beragama. Agama malah disebut produk impor layaknya barang dagangan.

The Real Winner is Qatar

KEMPALAN: The winner is Messi, but the real winner is Qatar. Sang juara adalah Messi, tetapi juara yang sesungguhnya adalah Qatar. Begitu kalimat terakhir, closing remark, dari komentator sepakbola internasional ketika menutup pertandingan final Piala Dunia 2022 antara Argentina vs Prancis, Ahad (18/12).

Argentina menjadi juara dunia, dan pendukungnya berpesta pora di Doha, Qatar, dan Buenos Aires, Argentina. Seluruh dunia gegap gempita menyambut Lionel Messi yang resmi menasbihkan diri sebagai The GOAT, the greatest of all time, pemain paling hebat sepanjang masa. Selama ini gelar The GOAT masih diperdebatkan antara Messi, Pele, Maradona, dan Cristiano Ronaldo.

Maradona dan Pele tidak hidup semasa dengan Messi. Pesaing terdekat Messi hanya Ronaldo. Messi sudah memenangkan Piala Dunia, dan Ronaldo bersama Portugal gagal di perempat final maka Messi sudah mensbihkan diri sebagai The GOAT saat ini.

BACA JUGA: Muchachos

Tapi, masih ada pesaing lainnya bagi Messi. Dialah Kylian Mbappe, bintang muda Prancis yang menjadi tumpuan utama Prancis dan memecahkan rekor sebagai pemain yang mencetak hattrick di final Piala Dunia. Rekor sebelumnya dipegang oleh pemain Inggris Geoff Hurst yang mencetak trigol pada final Piala Dunia 1966 yang dimenangkan oleh Inggris.

Final di Qatar disebut-sebut sebagai persaingan antara Messi dan Mbappe untuk menjadi yang terbaik di dunia. Tetapi, dua pemain itu beda generasi. Messi sekarang berusia 35 tahun dan Mbappe baru 23 tahun. Messi sudah menjadi ikon sepakbola dunia selama dasawarsa ini, sementara Mbappe adalah ‘’the icon in the making’’ calon ikon yang bakal mewarisi Messi.

Meski demikian persaingan itu tidak bisa dihindarkan. Pada pertandingan final terlihat bagaimana dua pemain itu menjadi tumpuan tim masing-masing. Apalagi keduanya juga memperebutkan status top scorer, karena sebelum final sama-sama mengantongi 5 gol.

Muchachos

KEMPALAN: DI Argentina saya lahir, tanah Diego dan Lionel
Tentang anak-anak Falklands, yang tidak akan pernah saya lupakan
Saya tidak bisa menjelaskannya kepada Anda,
karena Anda tidak akan mengerti Final kami kalah,
berapa tahun saya menangis
Tapi itu sudah selesai karena di Maracana Final dengan Brasil,
Ayah menang lagi Anak laki-laki, sekarang kita memiliki harapan lagi
Saya ingin memenangkan yang ketiga,
saya ingin menjadi juara dunia
Dan Diego, di langit kita bisa melihatnya, dengan Don Diego dan La Tota
Mendukung Lionel, untuk menjadi juara lagi.

Syair lagu ‘’Muchachos’’ itu menggema menggetarkan Stadion Lusail, Minggu malam (18/12) setelah Argentina memastikan diri menjadi juara dunia melalui pertandingan menegangkan melawan Prancis. Skor 3-3 sampai akhir babak perpanjangan akhirnya diselesaikan melalui adu penalti.

BACA JUGA: Muchachos

Lagu itu berkumandang di berbagai penjuru Qatar dan menjalar sampai ke Argentina, menenggelamkan emosi dan kegembiraan yang meledak tak tertahankan. Pendukung Argentina di stadion Lusail sejak awal sudah mengalahkan jumlah pendukung Prancis. Ketika kemenangan tercapai, stadion bergemuruh dan bergetar.

Lagu itu memuja Diego Mardona dan Lionel Messi. Syairnya menyebut Don Diego menyaksikan dari langit, “menyemangati Lionel, dan menjadi juara lagi, dan menjadi juara lagi”. Muchachos menjadi lagu paling populer di Argentina, menjadi semacam lagu kebangsaan di stadion setiap kali Argentina bermain. Selama 30 tahun Argentina tenggelam karena gagal menjadi juara dunia. “Kawan-kawan, kita punya harapan lagi’’. Begitu penggalan lagu itu.

Luka selama lebih dari tiga dekade hilang dalam sekejap ketika skuad Lionel Scaloni, yang dipimpin oleh Messi, merayakan kemenangan Piala Dunia mereka yang ketiga, setelah 1978 dan 1986, di babak final keenam mereka.

Turnamen dimulai dengan kejutan bagi Argentina. “Di mana Messi? Di mana Messi?” tanya para suporter Arab Saudi setelah kemenangan tak terduga tim mereka dengan skor 2-1 di pertandingan perdana babak grup.

The Icons

KEMPALAN: LIONEL Messi adalah si kutu, la pulga, yang menjadi anak emas sepakbola dunia. Ia legenda, dan ia aset industri sepakbola yang dirawat seperti jimat. Messi membawa Argentina ke partai puncak final Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Kroasia 3-0 di semifinal (15/12). Satu langkah lagi di final melawan Prancis, dan si kutu akan menasbihkan diri sebagai The GOAT, the greatest of all times, pemain terhebat sepanjang zaman.

Maroko membuat keajaiban dengan lolos ke semifinal sebelum dihentikan oleh Prancis. Tetapi, Argentina juga membuat keajaiban. Kalah dari Arab Saudi di partai pembukaan, Argentina menapaki jalan berduri untuk sampai di partai puncak.

Maroko dianggap keajaiban, tetapi Argentina dianggap kelumrahan, karena ada Messi. Penalti kontroversial pada pertandingan melawan Kroasia banyak dipertanyakan. Tidak seharusnya insiden itu membawa penalti.

BACA JUGA: Charles Martel

Penyerang Argentina Julian Alvares bertabrakan dengan kiper Kroasia Dominic Livakovic yang berusaha keluar menangkap bola. Tabrakan tidak terhindarkan karena posisi yang terlalu dekat. Tidak ada waktu untuk meghindar, malah terlihat Alvares sengaja menabrakkan diri. Tidak ada VAR yang dirujuk, wasit langsung menunjuk titik putih.

Messi menyelesaikan tugasnya. Ia membuktikan diri sebagai si kutu dan si anak emas. Wasit yang membuatnya tidak senang pun akan dipulangkan oleh FIFA, federasi sepakbola internasional. Itulah yang dialami oleh wasit Antonio Lahoz asal Spanyol yang memimpin perempat final Argentina vs Belanda. Argentina menang tapi Messi tidak senang, dan sang wasit pun dipulangkan.

Argentina menjadi tim paling beruntung karena punya Messi. Argentina mendapat 4 penalti, tertinggi di antara tim mana pun. Semuanya dieksekusi oleh Messi dan sukses, sehingga Messi menjadi top skorer bersama Kylian Mbappe dengan 5 gol. Satu gol bola hidup dicetak Messi melawan Australia. Messi akan bersaing dengan Mbappe untuk menjadi top scorer di partai puncak.

Walid Balboa

KEMPALAN: TIDAK banyak yang mengenal nama Walid Regragui. Tetapi, nama Rocky Balboa? Banyak orang mengenalnya, terutama para penggemar film Hollywood. Rocky Balboa ialah tokoh utama dalam film ‘’Rocky’’ yang dibintangi oleh Sylvester Stallone pada 1976, dan menjadi salah satu film drama olahraga terbaik sepanjang masa dengan memenangkan 3 pengharagaan Oscar.

Apa hubungan Walid Regragui dengan Rocky? Walid, tak syak lagi, sekarang menjadi pelatih sepak bola paling fenomenal dalam pentas Piala Dunia 2022 Qatar. Ia tidak dikenal dan tidak pernah masuk unggulan. Tetapi, tiba-tiba saja timnas Maroko yang dibesut Walid Regragui bisa menumbangkan juara dunia sekelas Spanyol dan juara Eropa 2016 Portugal yang menjadi salah satu favorit juara dunia.

Tidak ada hubungan Walid dengan Rocky. Film itu terlalu usang untuk dikenal oleh generasi milenial. Tetapi, Regragui menyebut Rocky dalam jumpa pers setelah kemenangan sensasional 1-0 atas Portugal. Walid mengirim pesan serius dengan mengutip Rocky Balboa. Pesannya adalah Anda boleh menganggap rendah seseorang, tetapi Anda tidak akan pernah tahu sampai dia membuat kejutan dengan mengalahkan juara dunia.

BACA JUGA: Kaesang Krama

Rocky Balboa hanya seorang petinju amatir di Philadelphia. Ia terobsesi menjadi petinju profesional, dan bahkan bermimpi menjadi juara dunia. Tetapi, hidupnya yang sulit dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat karir tinjunya macet. Ia bekerja sambilan sebagai tukang tagih utang, debt collector, untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Juara dunia tinju kelas berat Apollo Creed dijadwalkan bertanding di Philladelphia untuk perebutan juara dunia. Ternyata lawan yang dipersiapkan mengalami cedera dan tidak ada pengganti yang bersedia bermain. Rocky ditawari untuk menjadi petinju pengganti dan bersedia.

Ia mempersiapkan diri dengan serius. Meski demikian, sebagai petinju yang tidak punya nama, Rocky tidak diperhitungkan, dan malah diremehkan. Dalam pertandingan, Rocky mengejutkan Apollo Creed yang meremehkannya dengan memberikan hook keras di ronde pertama yang membuat Creed terjengkang.

Creed bangkit dan menghajar Rocky pada beberapa ronde berikutnya. Tidak ada yang menduga bahwa Rocky bisa mengimbangi Creed. Bahkan, banyak penonton yang menganggap Rocky lebih baik ketimbang Creed. Di akhir pertandingan angka kedua petinju sangat tipis. Juri memenangkan Creed dengan keunggulan tipis. Banyak penonton yang kecewa karena sebenarnya Rocky yang pantas menjadi juara.

Kisah Rocky berlanjut sampai 5 seri menceritakan keberhasilannya sebagai juara dunia. Walid Regragui mengagumi kegigihan Rocky dan mengambil inspirasinya darinya. Tidak ada yang mustahil dalam olahraga. Walid mengirim kode keras bahwa dengan kerja keras segala sesuatu akan mungkin.

Kertas Putih

KEMPALAN: MACAM-macam cara orang menyampaikan protes. Ada yang membawa poster dan spanduk lalu meneriakkan jargon tuntutan dengan suara keras. Ada yang melakukan ‘’silent protest’’, protes senyap tanpa suara, dan ada juga yang membentangkan poster kosong tanpa narasi apa pun.

Poster kosong itu belakangan menjadi tren baru untuk melakukan protes. Unjuk rasa di China yang berlangsung beberapa hari terakhir menjadi perhatian dunia, bukan hanya karena unjuk rasa ini tidak pernah terjadi sejak 1989, tapi juga cara protes yang unik dengan membentangkan kertas putih polos tanpa narasi apapun.

Kertas itu putih polos tanpa narasi tuntutan apapun. Tapi tidak berarti bahwa para pengunjuk rasa tidak punya tuntutan. Justru dengan kertas kosong itu message yang mereka kirim terasa sangat powerful, penuh kekuatan yang mengejutkan.

BACA JUGA: Rambut Putih Belgia

Poster kosong menjadi simbol bagi pengunjuk rasa di China untuk menungkapkan kemarahan mereka atas pembatasan Covid-19 yang dinilai terlalu berlebihan. Aksi protes telah meluas di sejumlah wilayah di China, termasuk di perguruan tinggi terkemuka.

Unjuk rasa kosong ini diiikuti oleh mahasiswa di beberapa kota, termasuk Nanjing dan Beijing. Mereka memegang kertas kosong sebagai bentuk protes diam. Cara ini dipakai untuk menghindari sensor dan penangkapan oleh pemerintah China yang terkenal represif terhadap berbagai jenis protes.

Protes diam terhadap pemerintah China sudah dilakukan secara konsisten oleh kelompok Falun Gong atau Falun Dafa selama bertahun-tahun. Falun Dafa adalah kelompok spritualitas yang mempunyai pengikut luas tetapi dilarang di China. Para penganut sekte ini konsisten melakukan unjuk rasa diam dengan duduk bersemedi di depan kantor-kantor perwakilan China di seluruh dunia.

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.