Umat Islam Amerika dan dunia secara keseluruhan serta merta merta menjadi tertuduh dan terdakwa. Upaya rekonsiliasi untuk memberikan pemahaman bahwa Islam adalah agama damai tidak memperoleh hasil yang instan.
Kecurigaan terhadap Islam memuncak. Sebuah insiden terjadi pada Mei 2010 ketika muncul berita tentang rencana dibangunnya sebuah masjid besar di bekas reruntuhan pengeboman Menara Kembar New York. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meyakinkan publik Amerika bahwa mayoritas umat Islam mengutuk serangan teror itu.
BACA JUGA: Kapitalisme Sepakbola
Tetapi yang terjadi sebaliknya. Berita itu membangkitkan kenangan buruk Amerika mengenai ulah terorisme Muslim. Reaksi pun meluas. “Islam telah menyerang kita,” begitu kalimat yang digunakan sebagai iklan-publik industri Islamophobia. “Kini mereka hendak menancapkan kekuatannya persis di pusat peradaban kita. Mengapa harus kita biarkan?”
Iklan untuk menggoreng sentimen ini dilakukan oleh media massa, termasuk melalui radio dan televisi. Fox News milik Rupert Murdoch menjadi bagian penting dari operator industri itu. Selama 3 bulan sejak berita mengenai pembangunan masjid raksasa itu mencuat, media-media itu melakukan kampanye masif untuk menolak dengan mengumpulkan puluhan komentator.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi