Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 06:59 WIB
Surabaya
--°C

Industri Islamophobia

Agama dan umat beragama seolah jadi terdakwa. Agama dianggap sumber radikalisme dan benih konflik yang membelah warga bangsa. Akibatnya di Indonesia mulai tumbuh pandangan kuat, janganlah membawa-bawa agama di ruang publik. Simpanlah agama di ranah domestik.

Sementara ranah politik, etnik, kedaerahan, dan segala atribut lain ketika bermasalah dianggap biasa dan bukan sumber kegaduhan. Padahal, karena soal politik rakyat terbelah, gedung dibakar, konflik mengeras, dan kehidupan gaduh. Orang mengelompok dengan fanatik dalam referensi etnik atau kedaerahan tak disebut eksklusif dan intoleran.

BACA JUGA: Muchachos

Kelompok bersenjata di Papua yang ingin melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia melakukan kegiatan kekerasan yang masuk dalam kategori terorisme. Tetapi, kelompok itu disebut sebagai ‘’kelompok kriminal bersenjata’’ seolah kegiatan mereka adalah kegiatan kriminal yang sama dengan perampokan atau pembegalan.

BACA JUGA  Kenapa NPD Masih Terus Berbohong

Haedar Nashir mengingatkan bahwa arus utama umat beragama di negeri ini pun sungguh moderat, damai, toleran, dan berkemajuan. Agama dan umat beragama harus dilihat secara komprehensif, tidak parsial dengan nada sarat dakwaan. Tidak perlu juga dipolitisisasi secara ekstrem, seolah agama dan umat beragama sebagai sumber masalah.

Tampaknya, terdapat kecenderungan yang menguat di sebagian elite, pakar, dan warga bangsa tentang alam pikiran sekuler yang bersenyawa dengan proses demokratisasi dan hak asasi manusia yang liberal sebagaimana pandangan hidup masyarakat Barat yang berbasis pada humanisme-sekuler.

Muncullah ketakutan terhadap Islam yang kemudian dijadikan sebagai industri besar. Ketakutan dan prasangka Barat terhadap Islam adalah dagangan yang menarik untuk dijual terus-menerus. Pengeboman menara kembar WTC di New York 11 September 2001 menjadi tonggak awal munculnya ketakutan terhadap Islam yang kemudian menjadi industri, barang dagangan, sebagaimana disinyalir Haedar Nashir.

BACA JUGA  UAS UNESA 2025-2026
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.