SURABAYA -KEMPALAN: Persebaya Surabaya resmi menginjak usia 99 tahun pada 18 Juni 2026. Angka kembar yang cantik ini bukan sekadar pergantian kalender, melainkan sebuah alarm keras bagi manajemen Green Force. Sudah 22 tahun lamanya—sejak terakhir kali merengkuh trofi kasta tertinggi pada Liga Bank Mandiri 2004—klub kebanggaan Arek-Arek Suroboyo ini belum pernah lagi melakukan show of force memamerkan trofi kompetisi paling bergengsi, termasuk pada musim 2025-2026 yang baru saja usai. Di ambang usia satu abad, dahaga gelar ini sudah berada di titik nadir dan harus segera dituntaskan.
Dedengkot sekaligus mbahe Bonek yang akrab disapa Cak Dul, memberikan ucapan selamat sekaligus catatan kritis yang tajam namun elegan. Menurutnya, manajemen Persebaya harus bergerak dengan prinsip rawe-rawe rantas, malang-malang putung—menerjang semua rintangan demi satu tujuan: Juara! “Mboh carane yok opo, pokoke Persebaya kudu juara secara positif dan kesatria!” tegas Cak Dul dengan dialek khas Suroboyoan yang kental. Ia menekankan pentingnya membangun manajerial tim yang sehat, kokoh secara administrasi, mapan secara finansial, serta memiliki chemistry yang solid antara suporter, pelatih, pemain, hingga seluruh elemen masyarakat.
Untuk membedah strategi menuju takhta tertinggi tersebut, Cak Dul merumuskan Filosofi “4D” yang sangat presisi dan legendaris sebagai motor penggerak utama Persebaya di musim baru:

Tabel Filosofi “4D” Menuju Juara Liga 1
| Pilar 4D | Istilah Suroboyoan | Makna Strategis & Implementasi Profesional |
|---|---|---|
| D1 | Duwek (Uang) | Finansial yang sehat, modal kuat, dan manajemen anggaran yang profesional untuk belanja pemain berkualitas. |
| D2 | Dingklik (Kekuasaan) | Sinergi positif dan harmonis dengan pemerintah daerah, baik Wali Kota Surabaya maupun Gubernur Jawa Timur. |
| D3 | Dukun (Ahli Strategi) | Kehadiran tim manajerial taktis, tim pelatih jenius, dan mekanik tim yang andal di dalam maupun luar lapangan. |
| D4 | Do’a (Spiritual) | Berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah seluruh usaha keras dan ikhtiar maksimal dilakukan. |
Cak Dul mendesak manajemen Persebaya untuk tampil habis-habisan (total loss) dalam dua musim ke depan, yakni musim 2026-2027 dan musim 2027-2028. Target ini dinilai sangat afdol agar saat merayakan ulang tahun yang ke-100 nanti, trofi Liga 1 sudah kembali pulang ke Bumi Pahlawan. Menutup wejangan kritisnya yang puitis sekaligus religius, sang tetua Bonek menitipkan pesan mendalam yang membakar sanubari:
“Usia boleh berubah, tapi AQIDAH tak boleh goyah! Usia boleh berganti, tapi keyaqinan tak boleh mati! Salam Satu Nyali… WANI!” (Ambari Taufiq M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi