Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri (tengah) foto bersama komunitas Bonek di halaman rumah dinasnya, Selasa (23/6) malam. (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com).
SURABAYA-KEMPALAN: Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengajak komunitas Bonek untuk terus menjadi kekuatan positif dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat semangat gotong royong di Kota Pahlawan. Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan silaturahmi bersama komunitas Bonek di Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya, Selasa (23/6) malam.
Menurut Kaji Ipuk, sapaan akrab Syaifuddin Zuhri, Bonek merupakan salah satu aset penting yang dimiliki Kota Surabaya. Dengan jumlah anggota yang besar serta ikatan solidaritas yang kuat, komunitas suporter Persebaya itu dinilai memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan dan menjaga kondusivitas kota.
“Bonek adalah aset Kota Surabaya. Yang terpenting, keberadaan mereka tidak menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, tetapi justru menjadi bagian dari kekuatan yang menjaga Surabaya. Bonek harus menjadi komunitas yang kreatif, produktif, dan selalu ingin berkontribusi untuk kotanya,” ujar Kaji Ipuk.
Ia menjelaskan, kegiatan silaturahmi tersebut awalnya digagas dalam rangka memperingati hari ulang tahun Persebaya yang bertepatan dengan euforia Piala Dunia. Momentum itu kemudian dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan komunitas suporter terbesar di Surabaya tersebut.
Menurutnya, militansi, loyalitas, dan rasa persaudaraan yang dimiliki Bonek merupakan modal sosial yang perlu diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa keberanian yang selama ini menjadi identitas Bonek harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan kota, bukan melalui tindakan yang merugikan masyarakat ataupun merusak fasilitas umum.
“Ayo rek, keberanian dan loyalitas itu kita rumuskan bersama agar memberikan nuansa bahwa arek Surabaya itu berani, tetapi bukan berani merusak kotanya atau membuat masyarakat merasa takut,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan komunikasi dan kolaborasi, politisi senior dari Partai PDI Perjuangan itu membuka rumah dinas ketua DPRD Surabaya sebagai ruang dialog dan musyawarah bagi komunitas Bonek. Ia berharap tempat tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyatukan gagasan, memperkuat solidaritas, serta merumuskan berbagai program yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Saya persilakan komunitas Bonek menggunakan rumah dinas ini untuk berkumpul, bermusyawarah, menyatukan visi dan misi. Tidak hanya mendukung Persebaya sebagai klub kebanggaan Surabaya, tetapi juga mendukung Surabaya agar tetap aman, tenteram, dan solid dalam semangat gotong royong,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Syaifuddin turut menerima sejumlah aspirasi dari masyarakat dan komunitas yang hadir. Salah satu usulan yang mencuat adalah perlunya perhatian terhadap ketersediaan guru agama bagi siswa non-Muslim di sekolah-sekolah.
Menurutnya, masukan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh peserta didik. Salah satu alternatif yang dapat dikaji adalah penerapan sistem “guru terbang”, yakni tenaga pendidik yang mengajar di beberapa sekolah sesuai kebutuhan.
“Masukan ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Bagaimana siswa yang beragama Buddha, Hindu, dan agama lainnya juga mendapatkan layanan pendidikan agama yang memadai. Salah satu opsi yang bisa dikaji adalah sistem guru terbang yang mengajar di beberapa sekolah sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (Andra Jatmiko)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi