Selasa, 30 Juni 2026, pukul : 05:22 WIB
Surabaya
--°C

Gibran Apresiasi Khofifah, Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wapres RI Gibran Rakabuming Raka membuka Permata CAI) ke-47 Tahun 2026 di Jombang, Senin (29/6).

JOMBANG-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka membuka Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Dusun Kombo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (29/6).

Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran memberikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah berhasil menjaga kinerja perekonomian Jawa Timur tetap tumbuh di atas rata-rata nasional sekaligus mempertahankan posisi Jawa Timur sebagai provinsi penghasil padi dan beras terbesar di Indonesia.

Gibran menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 5,96 persen (year on year/yoy) atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,61 persen.

“Capaian pertumbuhan ekonomi Jatim ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Terima kasih dan selamat kepada Ibu Gubernur,” ujar Gibran.

Tidak hanya itu, Gibran juga mengapresiasi konsistensi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Berdasarkan data yang dipaparkan, Jawa Timur menjadi provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 6.027.320 ton.

“Diprediksi pada Bulan Januari – Juni 2026, Jatim masih tetap menjadi provinsi produksi beras tertinggi se-Indonesia,” ungkap Wapres.

Di hadapan ribuan santri dan peserta perkemahan Cinta Alam Indonesia, Wapres Gibran berpesan kepada generasi muda untuk terus menguatkan karakter dan meningkatkan kualitas para pemuda.

Menurutnya, anak muda harus terus menambah wawasan, diperkuat akhlak serta karakternya, juga diberi bekal kemandirian dan keterampilan berwirausaha. Terutama karena Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi di 2045.

“Nantinya pada saat puncak bonus demografi sebanyak 68 persen penduduk Indonesia akan berada di usia produktif. Oleh sebab itu sangat penting anak muda mempersiapkan diri baik secara kualitas, kapabilitas, keimanan hingga kecintaan terhadap negeri,” harapnya.

Menanggapi apresiasi tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa capaian Jawa Timur merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, petani, hingga masyarakat.

“Alhamdulillah capaian ini menjadi bukti konsistensi Pemprov Jawa Timur dalam menjaga akselerasi aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat daya beli, serta mendorong produktivitas sektor-sektor strategis,” ujarnya.

Khofifah mengatakan, bahwa Perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur pada Triwulan I 2026 menunjukkan peningkatan positif di tengah tantangan global.

Khofifah mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat sebesar 5,96 persen secara tahunan (year on year/yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 5,61 persen.

Struktur utama ekonomi Jawa Timur ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan sebesar 18,77 persen, dan pertanian sebesar 10,51 persen. 

Jawa Timur juga tercatat sebagai penyumbang terbesar kedua setelah DKI Jakarta terhadap perekonomian Pulau Jawa sebesar 25,16 persen serta kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian nasional sebesar 14,40 persen.

Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi pada Triwulan I Tahun 2026 terjadi pada sektor jasa lainnya yang tumbuh sebesar 13,44 persen. Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya aktivitas rekreasi dan pariwisata sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Khofifah mengungkapkan bahwa keberhasilan Jatim menjadi provinsi produsen padi dan beras tertinggi nasional sepanjang tahun 2025 tidak lepas dari kolaborasi petani, Gapoktan, kepala daerah, Forkopimda, dan dukungan Kementerian Pertanian RI.

Berdasarkan data BPS yang dirilis tanggal 2 Februari 2026, produksi padi Jatim tahun 2025 mencapai 12,55 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 10.438.361 ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan produksi beras sebesar 6.027.320 ton.

“Ini buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani yang menjadi tulang punggung produksi pangan,” jelasnya.

Keberhasilan ini, lanjut Khofifah, didorong oleh berbagai program strategis, termasuk mekanisasi pertanian, penyediaan bibit unggul, serta pengelolaan irigasi efektif melalui pompanisasi dan renovasi saluran air.

Secara khusus, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada DPW LDII Provinsi Jawa Timur yang secara konsisten menyelenggarakan Permata CAI hingga memasuki penyelenggaraan ke-47.

Khofifah menilai, konsistensi tersebut menunjukkan komitmen jangka panjang dalam membangun karakter generasi muda melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, keluarga, dan seluruh elemen bangsa.

“Tema Permata CAI tahun ini, Merawat Alam, Menjaga Kehidupan, sangat relevan dengan tantangan bangsa saat ini. Merawat alam berarti menjaga ketersediaan air, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta menjamin keberlanjutan pembangunan,” terangnya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Permata CAI 2026, H. Achmad Fawwaz Abd Aziz, menjelaskan bahwa kegiatan perkemahan tersebut merupakan bagian dari pembinaan dan pengembangan potensi pemuda sebagai pewaris nilai-nilai luhur bangsa sekaligus penerus cita-cita perjuangan nasional.

Melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan, peserta dibina agar menjadi kader pembangunan dan calon pemimpin masa depan yang memiliki jiwa religius, berlandaskan nilai-nilai Pancasila, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, beretos kerja tinggi, serta memiliki idealisme yang kuat.

“Kami ingin membentuk generasi muda yang tangguh menghadapi tantangan zaman, memiliki kepemimpinan yang kuat, semangat kebangsaan, serta mampu menjaga keutuhan bangsa dengan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Fawwaz.

Ia menambahkan, selain memperkuat kebersamaan dan kekompakan, Permata CAI 2026 juga menjadi sarana untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, serta rasa cinta tanah air di kalangan santri sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. (Dwi Arifin)

BACA JUGA  FMPP Sulsel: Jangan Biarkan Jabatan Kepala Sekolah Jadi Komoditas
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.