GRESIK-KEMPALAN: Sebuah tonggak sejarah baru bagi pembangunan ekonomi nasional terukir di Kawasan Industri Gresik (KIG), Jawa Timur. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, bersama Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, secara resmi melepas ekspor komoditas rajungan olahan berbahan baku dari kawasan transmigrasi ke pasar Amerika Serikat, Senin (29/06).
Momentum pelepasan yang berlangsung di CV Kudatama Mas ini bukan sekadar seremoni bisnis, melainkan manifestasi nyata dari kolaborasi lintas sektor dan kewilayahan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kawasan transmigrasi, yang selama ini lebih dikenal sebagai lumbung pangan, kini bertransformasi menjadi penghasil komoditas perikanan bernilai tambah tinggi . Ekspor ini menegaskan posisi strategis Kabupaten Gresik sebagai simpul utama (hub) hilirisasi industri perikanan nasional yang menghubungkan kekayaan sumber daya laut dari Indonesia Timur hingga ke pasar global .
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terbangun antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta. Ia menilai lokasi Gresik yang strategis sebagai kawasan industri menjadi modal vital dalam menciptakan rantai pasok yang terintegrasi .
“Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi. Gresik memiliki posisi tawar strategis karena memiliki industri pengolahan yang telah teruji standar internasional. Ke depan, bukan tidak mungkin komoditas unggulan lain seperti kakao dan kopra dari kawasan transmigrasi juga akan kita olah di sini untuk meningkatkan nilai tambahnya,” ujar Gus Yani dalam sesi wawancara khusus bersama awak media .
Rangkaian ekspor ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Kementerian Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Gresik, PT Aruna, dan CV Kudatama Mas. Pasokan bahan baku rajungan didatangkan secara berkelanjutan dari sejumlah kawasan transmigrasi strategis, meliputi Sorong di Papua, Maluku, Maluku Utara, Kabupaten Pasangkayu di Sulawesi Barat, serta wilayah pesisir Pantura Gresik dan Lamongan . Seluruh hasil tangkapan dari para nelayan di daerah-daerah tersebut kemudian dikirim dan diolah dengan standar ketat di Gresik sebelum diterbangkan ke pasar Amerika Serikat.
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa pelepasan ekspor ini adalah jawaban atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mengentaskan kemiskinan melalui hilirisasi . Ia mengungkapkan bahwa permintaan rajungan dari Negeri Paman Sam masih sangat tinggi dan terjadwal secara rutin sebanyak dua kali per bulan .
“Setiap kali pengiriman, volume mencapai sekitar 16 ton per kontainer dengan nilai fantastis, yakni antara Rp14 miliar hingga Rp15 miliar,” ungkap Viva Yoga . “Ini bukan hanya soal devisa, tetapi juga tentang bagaimana kesejahteraan nelayan kita tingkatkan melalui rantai nilai ekspor ini. Kami akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memastikan produktivitas dan keberlanjutan pasokan,” tambahnya .
Salah satu aspek kunci dari industri ini, sebagaimana ditekankan oleh Gus Yani, adalah sifatnya yang padat karya. Proses pengolahan rajungan yang sebagian besar masih dilakukan secara manual membutuhkan tingkat keterampilan tinggi dan presisi, terutama oleh para pekerja perempuan yang menjadi tulang punggung produksi untuk memenuhi standar ekspor yang ketat . Nilai utama industri ini terletak pada keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya .
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus memfasilitasi peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi bersertifikat. “Kami siap memberikan dukungan penuh. Jika perusahaan membutuhkan peningkatan kapasitas pekerjanya, kami akan memfasilitasi pelatihan yang tersertifikasi. Ini adalah investasi bersama antara pemerintah dan dunia usaha,” tegas Gus Yani .
Lebih jauh, Wamen Viva Yoga melihat peluang emas untuk memperluas dampak hilirisasi. Jika pasokan bahan baku dari kawasan transmigrasi terus meningkat dan berkelanjutan, peluang untuk membangun fasilitas pengolahan langsung di kawasan transmigrasi akan semakin terbuka . Langkah tersebut akan memastikan nilai tambah industri tidak hanya dinikmati di daerah pengolahan, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi secara lebih merata.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi