SURABAYA-KEMPALAN: Pusat pembinaan atlet muda berbasis sekolah di Jawa Timur kembali membuktikan eksistensinya sebagai lumbung talenta nasional. Menjelang bergulirnya Liga Sepak Takraw Indonesia (LSI) 2026 di GOR Pancasila Surabaya pada 1–4 Juli, kontingen Jawa Timur menunjukkan wajah yang sangat istimewa: hampir seluruh skuadnya dihuni oleh putra-putri terbaik lulusan Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR).
Fenomena ini menegaskan bahwa sistem pembinaan terstruktur yang selama ini digalakkan SMANOR di bawah naungan Dinas Pendidikan Jawa Timur telah melahirkan generasi emas sepak takraw. Pada tim putra, seluruh pemain merupakan jebolan SMANOR, yakni M. Rafly Ferdiansya, Dwi Angga, Gusna Yusuf Hamdani, M. Abil Arshid, M. Ayyub, Ikhsan Nur Risky, dan Rasyid Trio. Sementara di kubu putri, dari tujuh pemain, enam di antaranya adalah lulusan SMANOR: Ayu Fitri, Salsa Sabililah, Aulia Febriani, Rini Susanti, Siti Juariyah, dan Nurike Dias Amani. Satu nama di luar SMANOR yang turut memperkuat adalah Rizky Nikmaturohmah.
Pelatih sepak takraw SMANOR, M. Khabib, mengungkapkan kebanggaannya atas kontribusi besar para alumni. “Di tim putri kita juga diperkuat atlet Pelatnas yaitu Salsa Sabilillah dan Ayu Fitri. Keduanya juga lulusan SMANOR,” ujarnya di sela-sela pemantauan latihan, Senin (29/6). Khabib menambahkan bahwa seluruh persiapan menuju LSI telah dimatangkan melalui program latihan intensif yang digelar di lingkungan SMANOR.
Selama ini, SMANOR memang menjadi oase bagi lahirnya atlet-atlet sepak takraw berbakat. Sekolah yang berlokasi di Sidoarjo itu telah mencetak sejumlah nama besar, termasuk peraih medali emas Asian Games 2023, Saiful Rijal. Di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), kontribusi SMANOR juga tak terbantahkan; sepak takraw selalu menyumbangkan medali emas bagi Jawa Timur, dengan torehan terbaik 5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
Ketua Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa kompetisi nasional ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pembinaan atlet sekaligus meningkatkan prestasi sepak takraw Indonesia di tingkat internasional. “Jawa Timur merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah seri pembuka Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah II. Ini bukan sekadar menjadi penyelenggara, tetapi juga bagian dari komitmen bersama untuk membangun ekosistem pembinaan atlet melalui kompetisi yang berkesinambungan,” ujar Aries Agung Paewai.
Ia menilai, kehadiran LSI akan menjadi wadah bagi atlet untuk meningkatkan kualitas permainan, memperbanyak pengalaman bertanding, serta menjaring bibit-bibit unggul dari seluruh penjuru Indonesia. “Selamat bertanding kepada seluruh atlet dari sembilan provinsi. Tampilkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, hormati setiap lawan, dan jadikan kompetisi ini sebagai sarana mempererat persaudaraan. Semoga dari Liga Sepak Takraw Indonesia lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia,” pungkasnya.
Dengan kekuatan yang didominasi lulusan SMANOR, Jawa Timur bukan hanya mengirimkan tim, tetapi juga membawa misi besar: membuktikan bahwa pembinaan atlet sejak usia sekolah adalah kunci utama menuju kejayaan olahraga nasional.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi