BANYUWANGI – Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP), Khoiri Soetomo, meminta pemerintah segera merealisasikan pembangunan infrastruktur tambahan di Pelabuhan Ketapang sebagai solusi permanen atas antrean kendaraan yang terus berulang di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Menurut Khoiri, pembangunan dermaga baru merupakan kebutuhan mendesak mengingat kapasitas pelabuhan saat ini belum mampu mengimbangi jumlah armada kapal maupun tingginya arus kendaraan logistik yang melintas setiap hari.
Ia menjelaskan, dari total 56 kapal yang memiliki izin operasi di lintasan tersebut, hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi secara efektif karena keterbatasan jumlah dermaga. Kondisi itu menyebabkan sebagian armada harus menunggu giliran sehingga kapasitas pelayanan belum dapat dimaksimalkan.
“Setiap penambahan dermaga baru tidak hanya membantu mengurangi antrean kendaraan, tetapi juga meningkatkan efisiensi logistik nasional, menekan biaya distribusi, mendukung pariwisata, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional,” kata Khoiri.
Selain pembangunan dermaga baru, GAPASDAP juga mendorong percepatan perluasan kawasan pelabuhan, pengembangan Dermaga Bulusan, serta pembebasan lahan untuk memperbesar kapasitas area penyangga kendaraan.
Khoiri menegaskan, peningkatan infrastruktur penyeberangan harus menjadi bagian dari strategi nasional mengingat lintasan Ketapang–Gilimanuk merupakan salah satu jalur distribusi barang dan mobilitas masyarakat paling vital yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi