Jumat, 26 Juni 2026, pukul : 12:05 WIB
Surabaya
--°C

Ketika Pemburu Diburu Buruan

Berhubung kekuasaan yang diduduki tersebut mutlak hasil kejahatan politik, maka Tabungan Energi Negatif (TEN) membengkak dan sewaktu-waktu niscaya akan meledak. Sudah banyak isyarat yang bermunculan.

Oleh: Hamka Suyana

KEMPALAN: Logika umum: pemburu memburu buruan. Tapi rentang waktu masa berburu sudah sampai pada titik limit waktu pergantian peran: pemburu diburu buruan.

Ini bisa diilustrasikan, seekor Rusa RT Memburu Pemburu Jkw. Rusa RRT dengan senjata tanduk panjang bercabang-cabang, berlari kencang dengan lompatan panjang “menyerang” Pemburu Tua yang lari tunggang langgang.

Pemburu Tua Jkw nyaris putus asa mendapat serangan balik membahayakan. “Senapan andalan” yang sudah menelan sekian banyak korban, ternyata sudah kosong melompong tanpa peluru mematikan.

Pemburu Tua Jkw dikepung “ancaman kematian”. Rusa bertanduk panjang sudah ancang-ancang menyeruduk dari belakang. Sementara itu, di depannya, tampak menganga jurang kegelapan di kala senja sudah siap melumatnya.

Alhamdulillah ya Allah, kemunculan isyarat yang Engkau tunjukkan berupa analogi “Pemburu Diburu Buruan”, yang hamba tulis pada tanggal 10 Desember 2025, kini semakin mendekati menjadi kenyataan.

Telah datang yang benar dan hancurlah kebohongan. Sungguh kebohongan pasti hancur.

BACA JUGA  Machmud Ungkap Masalah SWK: Manajemen Lemah dan Kurang Inovasi

Tabungan Energi Negatif (TEN) Penyebab Derita

Hukum Kekekalan Energi (HKE) menyebutkan, Energi yang digunakan atau dilepaskan manusia akan kembali kepadanya, sebesar energi yang digunakan.

Kembalian energi dari alam berwujud Hasil Usaha (HU), yang terbagi menjadi 2 bagian, yaitu: Hasil Usaha Tampak (HUT) + Tabungan Energi (TE).

Tabungan Energi (TE) terbagi 2: 1. Tabungan Energi Positif (TEP); 2. Tabungan Energi Negatif (TEN).

Tabungan Energi, baik TEP maupun TEN, ada saatnya mencair. Paling lambat sebelum manusia meninggal, semua Tabungan Energi pasti ditagih oleh alam. Sehingga pada saat seseorang meninggal Tabungan Energi dalam keadaan kosong atau nol.

TEP mencair melalui berbagai kejadian bernilai Berkah yang bisa mendatangkan kebahagiaan.

Sebaliknya, TEN mencair melalui berbagai Musibah yang akan mengakibatkan penderitaan bagi penabungnya.

Kemunculan Isyarat Memasuki Pencairan TEN

Saat ini, orang nomor 1 di negeri ini, bisa dijadikan objek pengamatan tentang fenomena kemunculan isyarat mendekati pencairan TEN.

Bukan rahasia lagi, keberhasilannya merebut kekuasaan (Pilpres 2024) di negeri ini, melalui kejahatan politik yang brutal dan tidak beradab.

Padahal, usianya saat ini sudah 74 tahun. Normalnya, sudah semakin mendekati liang kubur. Sejalan dengan itu, Tabungan Energi, baik yang positif maupun negatif sudah memasuki isyarat masa pencairan tabungan.

BACA JUGA  Pakuwon Group Hadirkan Pesta KPR 2026, Didukung 9 Bank Ternama dan Kolaborasi Eksklusif Bersama Honda

Berhubung kekuasaan yang diduduki tersebut mutlak hasil kejahatan politik, maka Tabungan Energi Negatif (TEN) membengkak dan sewaktu-waktu niscaya akan meledak. Sudah banyak isyarat yang bermunculan.

Dalam catatan sejarah kepemimpinannya, sejak dia dilantik memimpin negeri ini ucapan, tindakan, keputusan, dan kebijakan kepemimpinan, dianalogikan dengan karikatur seorang penguasa yang mengayunkan palu godam ke tembok menara kekuasaannya.

Kata yang ia ucapkan selama ini, dan menjelma menjadi pukulan palu godam yang menghantam tembok menara kekuasaannya

Ketika rakyat menuntut adili Jokowi, ia justru berseru, “Hidup Jokowiiii!”. Ketika rakyat tenteram tanpa konflik, ia justru mengusir rakyatnya yang dituduh bikin gaduh agar kabur ke Yaman.

Ketika meminta validasi program MBG kepada para buruh, “Bagaimana MBG bermanfaat atau tidak!” Buruh menjawab spontan, “Tidaaak!”

Ke depan bisa jadi dan bisa diprediksi akan semakin banyak ayunan palu godam yang akan menghantam tembok menara kekuasaannya.

*) Hamka Suyana, Pengamat Kemunculan Isyarat

Pendapat dalam artikel ini adalah pandangan pribadi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.