Gemetar ketika menghadapi Kapolri Jokowi, memuji-muji Menteri titipan Jokowi, memeluk erat anak haram Konstitusi, dan menjalankan semua titah dari Jokowi. Jokowi is the best.
Oleh: M Rizal Fadillah
KEMPALAN: Bertahun-tahun ijazah Jokowi menjadi polemik publik. Sesuatu yang mudah ternyata dibuat sulit dan berbelit. Hak rakyat untuk mengetahui dokumen persyaratan Walikota, Gubernur, dan Presiden dari seorang Joko Widodo terus ditutup-tutupi.
Sejuta alasan sudah dinarasikan, untuk itu seolah-olah ijazah adalah barang yang menyebabkan pemiliknya terhinakan. Padahal ijazah merupakan bukti dari suatu prestasi untuk kebanggaan diri dan famili.
Jokowi menyembunyikan dokumen ini melalui tangan UGM dan Kepolisian. Dua institusi yang sedang mempertaruhkan reputasinya. Melindungi anak manusia pembohong yang berprofesi tukang main kayu.
Presiden terburuk dalam sejarah Indonesia merdeka. Berijazah palsu untuk bisa menjadi pejabat adalah perilaku hina, dusta, dan khianat. Selembar kertas yang membawa malapetaka bagi bangsa dan negara. Jokowi memang gila.
Gila kuasa Jokowi semakin menjadi-jadi. Dinasti yang dibangun lewat Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka itu terus menantang akal sehat rakyat. Jokowi mau keliling untuk PSI dengan menunggang gajah.
Dimulai dengan Festival Gajah di Lampung pada tangga 26 Juni 2026. Teringat pada Abrahah yang percaya diri membawa pasukan gajah untuk menghancurkan ketidakberdayaan manusia dalam melindungi Ka’bah. Jokowi sang angkara murka sedang berupaya merusak dan mengubah arah sejarah.
Allah Yang Maha Pelindung cukup mengirim burung-burung kecil pembawa kerikil untuk memporakporandakan gajah-gajah Abrahah yang bereforia dalam festival.
Di tengah keterengah-engahan nafsu Jokowi untuk membangun suatu kekuasaan kembali, rakyat-rakyat kecil akan melawan ambisi Jokowi dengan lemparan batu kerikil. Gajah (PSI) permainan politik tersebut akan hancur lebur dimakan nafsu kebusukannya sendiri.
Gagal menjadikan IKN sebagai ibu kota palsu, tidak sukses memahkotai Gibran menjadi pemimpin palsu, terkoyak-koyak wibawa kepolisian oleh Kapolri palsu, tipu-tipu MBG yang malah berbumbu racun palsu, China yang disayangi menjadi pelindung palsu, ijazah menyebabkan Jokowi berpredikat Presiden palsu.
Kemenangan palsu Prabowo Subianto melanjutkan berjuta program palsu sang guru. Jokowi, Gibran, dan Prabowo adalah tiga tokoh pencipta kesejahteraan palsu.
Prabowo dituntut rakyat segera melepas Jokowi supaya ia mau bertanggungjawab sendiri. Jangan lagi memproteksi. Jokowi memiliki agenda untuk merebut tahta melalui Gibran sang boneka yang belum cukup usia.
Isunya tentang rencana 2029, tapi baginya lebih cepat lebih baik. Prabowo sendiri semakin menurun kecakapannya dimakan usia, sering salah hitung dan menjadi rawan untuk dikudeta. Sebagai tentara harusnya ia paham prinsip “kill or to be killed“. Berlambat-lambat akan terbunuh atau bunuh diri.
Prabowo Subianto malu-malu menyentuh Jokowi. Rakyat melihat ia penakut atau pengecut. Bohong mau berkorban untuk rakyat, hanya bisa berpidato heroik yang memualkan.
Gemetar ketika menghadapi Kapolri Jokowi, memuji-muji Menteri titipan Jokowi, memeluk erat anak haram Konstitusi, dan menjalankan semua titah dari Jokowi. Jokowi is the best.
Jenderal TNI itu berjoget dikencingi tukang kayu pengabdi ambisi. Jokowi menjadi hantu yang berijazah palsu. Pabowo adalah Jokowi palsu.
Keduanya sama-sama boneka kayu.
*) Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Pendapat dalam artikel ini adalah pandangan pribadi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi