SURABAYA-KEMPALAN: Panggung pembuktian bagi calon sprinter masa depan Indonesia siap digelar. Lapangan Atletik Rawamangun, Jakarta Timur, bakal menjadi saksi bisu adu cepat dan ketangkasan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik U-16, U-18 Open Asia Tenggara, dan U-20 yang berlangsung pada 27–30 Juni 2026. Kompetisi ini dipastikan berjalan sengit karena tidak hanya diikuti oleh pelari dari 38 Pengurus Provinsi (Pengprov) PASI se-Indonesia, tetapi juga melibatkan negara-negara tangguh ASEAN seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
Sorotan utama tertuju pada pelari andalan Jawa Timur, Achmad Febrian Dwi Wibowo. Pelajar kelas XI SMANOR Jatim yang digadang-gadang sebagai penerus Lalu Muhammad Zohri ini datang dengan ambisi besar. Febrian bertekad memecahkan rekor nasional milik Zohri di Kelompok Usia (KU) 18 pada nomor lari 100 meter (10,57 detik dan 10,37 detik) serta 200 meter (20,20 detik). Modal Febrian sangat mumpuni; ia mencatatkan waktu impresif 10,50 detik pada Kejurprov Jatim dan Piala Wali Kota Surabaya beberapa waktu lalu. Di Jakarta, ia menargetkan minimal menyamai atau bahkan melampaui catatan waktu fantastis milik sang senior.
“Persiapan menuju Kejurnas sudah sangat matang. Saya siap beradu sprint dengan siapa pun, termasuk para pelari tercepat dari Asia Tenggara,” tegas Febrian dengan nada optimistis saat latihan di lintasan atletik Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Langkah Febrian dipastikan tidak mudah. Kehadiran sprinter -sprinter Thailand, Vietnam, dan Filipina sebagai kompetitor utama Indonesia akan menjadi ujian mental yang sesungguhnya. Namun, kubu Jawa Timur tidak gentar. Di bawah komando Ketua Umum PASI Jatim, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., kontingen Jatim bertolak ke ibu kota dengan membawa kekuatan penuh hasil pembinaan berjenjang yang solid.

Manajer Tim Atletik Jawa Timur, Agus Sujiyono, yang menyampaikan pesan dari Prof. Nurhasan, menegaskan bahwa Jatim berkekuatan 60 orang, terdiri dari 47 atlet terbaik dan 13 ofisial. Mereka akan bertempur di 55 nomor pertandingan yang meliputi disiplin lari, lompat, lempar, hingga estafet. Target yang diusung pun sangat tinggi dan terukur: membawa pulang 13 medali emas ke Jawa Timur.
“Target 13 medali emas ini adalah hasil evaluasi performa selama pemusatan latihan dan capaian prestasi sebelumnya. Kami sangat kompetitif, terutama di nomor-nomor andalan kami yaitu lari 100 meter, 200 meter, dan estafet 4×100 meter KU-18,” ujar Agus Sujiyono menjabarkan peta kekuatan tim.
Lebih dari sekadar berburu medali, Cak Hasan lewat sang manajer menekankan bahwa Kejurnas dan Open Asia Tenggara ini adalah investasi jangka panjang. Ajang ini menjadi sarana krusial untuk membentuk karakter, memperkaya jam terbang internasional, dan menyiapkan mental atlet-atlet muda agar siap menjadi tulang punggung prestasi atletik Jawa Timur serta Indonesia di masa depan.
Kini, karpet merah trek lari Rawamangun telah membentang. Publik nasional menanti apakah sejarah baru akan tercipta dari kaki seorang remaja asal Lebo, Sidoarjo Jawa Timur.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi