Rabu, 3 Juni 2026, pukul : 20:40 WIB
Surabaya
--°C

Refleksi Kepemimpinan Perempuan, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Gali Inspirasi Wabup Sidoarjo

SIDOARJO-KEMPALAN: SD Muhammadiyah 3 Ikrom Taman mengambil langkah progresif dalam menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan perempuan dan penguatan karakter berbasis digital. Lembaga pendidikan dasar berbasis Islam modern ini secara eksklusif menghadirkan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, dalam program siniar (podcast) edukatif yang berlangsung di ruang Perpustakaan sekolah, Rabu (3/6).

Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Sidoarjo tersebut bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah ikhtiar akademis institusi untuk mendekatkan siswa pada figur pemimpin daerah.

Dialog interaktif yang dipandu secara apik oleh Hana Nusaibah Abdillah, siswi kelas 3, mengupas tuntas rekam jejak, visi pendidikan, serta tantangan kepemimpinan perempuan di era kontemporer.

Kepala SD Muhammadiyah 3 Ikrom Taman menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari komitmen sekolah untuk menginspirasi peserta didik, khususnya siswi, agar berani bermimpi menjadi motor perubahan di tengah masyarakat. Rekam jejak Hj. Mimik Idayana dinilai linier dengan visi sekolah dalam mencetak generasi yang tangguh dan transformatif.

BACA JUGA  Polresta Sidoarjo Kenalkan Tugas Polisi Melalui Program Polisi Sahabat Anak

Dalam perbincangan hangat tersebut, Hana melempar pertanyaan esensial mengenai motivasi dasar sang Wakil Bupati terjun ke dunia pelayanan publik. Menanggapi hal itu, Hj. Mimik Idayana menegaskan bahwa esensi tertinggi dari sebuah kepemimpinan adalah pengabdian yang berdampak luas bagi kemaslahatan umat.

“Kita hidup di dunia harus dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat. Insyaallah, apa yang kita dedikasikan dengan tulus akan diridai oleh Allah SWT,” ujar Mimik dengan nada takzim namun penuh penegasan.

Lebih lanjut, dalam perspektif makro pendidikan, Mimik menggarisbawahi bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam mengonstruksi masa depan bangsa. Namun, ia mengingatkan bahwa kecerdasan kognitif tidak akan bermakna tanpa topangan moralitas yang kukuh.

“Pendidikan sangatlah penting untuk mengangkat derajat suatu bangsa. Kendati demikian, pencapaian akademis harus bertumpu pada penguatan pendidikan akhlak dan karakter sejak usia dini,” tuturnya di hadapan civitas akademika.

BACA JUGA  WHO Soroti Pentingnya Deteksi Dini di Tengah Kajian Vaksin Ebola

Di era disrupsi teknologi, Wabup Sidoarjo juga menyoroti urgensi kecakapan literasi digital bagi generasi Alfa. Menurutnya, digitalisasi laksana pisau bermata dua yang harus disikapi secara bijak oleh ekosistem pendidikan, baik guru, orang tua, maupun siswa.

“Manfaatkan era digital ini sebagai instrumen pencarian ilmu dan ruang akselerasi kompetensi. Jangan sampai anak-anak kita terlena oleh adiksi gawai atau terjebak dalam ruang permainan digital yang kontraproduktif. Manajemen waktu antara belajar dan rekreasi harus berimbang,” tambahnya secara presisi.

Di akhir sesi, Mimik menyampaikan pesan edukatif pasca-pandemi yang relevan bagi para pendidik agar konsisten menjadi katalisator bagi mimpi-mimpi siswa. Ia meminta para siswa untuk memelihara resiliensi dan tidak takut mematok cita-cita setinggi langit.

Pertemuan ini menjadi penanda penting bahwa edukasi kepemimpinan tidak harus menunggu usia dewasa, melainkan wajib diintegrasikan dalam ruang-ruang literasi sekolah sejak dini.(M Fasichullisan/Ambari Taufiq).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.