Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 00:44 WIB
Surabaya
--°C

Komitmen Rp2 Miliar Sidoarjo: Ikhtiar Spiritual dan Injeksi Anggaran Bupati Subandi untuk Kemandirian Pendidikan Swasta

SIDOARJO-KEMPALAN: Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya dalam menghapus dikotomi antara lembaga pendidikan negeri dan swasta. Langkah taktis ini diambil demi mencetak generasi penerus bangsa yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh dalam fondasi spiritual.
Komitmen mendalam tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, usai membuka Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Sekolah Dasar se-Kabupaten Sidoarjo yang berpusat di SD Muhammadiyah 1 Candi pada Rabu, 10 Juni 2026.
Bupati Subandi menyampaikan bahwa sekolah swasta memiliki posisi teologis dan strategis yang sama vitalnya dengan sekolah negeri dalam membangun peradaban. Lembaga pendidikan keagamaan swasta bukan sekadar alternatif, melainkan pilar utama penanaman akhlak mulia (moral force) di tengah tantangan modernisasi dan globalisasiglobalisasi.


“SD Muhammadiyah 1 Candi ini harus menjadi laboratorium karakter. Kita dorong penuh agar mampu bersaing secara global. Sekolah tidak boleh hanya melahirkan kecerdasan otak, tetapi wajib membentuk keluhuran budi pekerti atau akhlakul karimah,” ujar Subandi dengan nada optimis.

BACA JUGA  Empat Ketakutan Terbesar Si Narsistik

Intervensi Anggaran dan Sinergi Lintas Sektoral

Guna mewujudkan visi besar tersebut, Bupati Subandi tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga intervensi anggaran yang presisi. Di tengah kebijakan efisiensi fiskal daerah, Pemkab Sidoarjo secara cerdas menginisiasi sinergi pendanaan lintas sektoral guna menyokong pembangunan fasilitas pendidikan swasta yang sedang berjalan.


Secara eksklusif, Subandi memproyeksikan suntikan dana stimulan sebesar Rp2 miliar pada Tahun Anggaran 2027 untuk SD Muhammadiyah 1 Candi. Alokasi anggaran ini diproyeksikan bersumber dari bantuan keuangan (bk) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang dikawal melalui jalur legislatif oleh anggota DPRD Provinsi Jatim, dr. Sriatun.
Skema kolaborasi anggaran seperti ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, komitmen serupa sukses merevitalisasi infrastruktur pendidikan di MI Desa Pabean serta fasilitas publik lainnya.
“Meskipun dinamika efisiensi anggaran tengah berjalan, masa depan pendidikan anak-anak tidak boleh dikorbankan. Insyaallah, kita siapkan formula anggaran setidaknya Rp2 miliar pada tahun 2027 lewat sinergi dengan provinsi. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami, baik secara konstitusi maupun secara keagamaan,” pungkas Bupati.
Melalui tata kelola manajemen sekolah yang modern, peningkatan sarana-prasarana yang memadai, serta internalisasi nilai-nilai religiusitas, lembaga pendidikan swasta di Sidoarjo kini dipersiapkan untuk berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan sekolah-sekolah unggulan nasional.
(M Fasichullisan/Ambari Taufiq)

BACA JUGA  Tanda NPD Lagi Akting
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.