SIDOARJO-KEMPALAN: Panggung olahraga disabilitas beregu di Kabupaten Sidoarjo melahirkan raja baru. Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Juwet Kenongo dipastikan mengunci gelar Juara Umum dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Disabilitas NPCI Sidoarjo 2026. Kepastian dominasi ini diraih setelah kontingen mereka tampil perkasa dan menyapu bersih kemenangan di 11 nomor pertandingan yang berbeda.

Kompetisi yang menjadi kawah candradimuka bagi para atlet difabel berbakat ini resmi berakhir pada Rabu (10/6/2026). Sepanjang gelaran, SLBN Juwet Kenongo menunjukkan kelasnya dengan mendominasi tiga disiplin olahraga utama, yaitu para atletik, para catur, dan para badminton. Kemenangan ini sekaligus menegaskan efektivitas pembinaan atlet usia dini yang terstruktur di lembaga tersebut.

PORKAB Disabilitas Sidoarjo 2026 sendiri sukses mementaskan enam cabang olahraga (cabor) unggulan. Keenam cabor tersebut meliputi para atletik, para renang, para boccia, para tenis meja, para badminton, serta para catur. Ajang ini tidak hanya menjadi ladang kompetisi, tetapi juga bergeser menjadi simbol inklusivitas dan pematahan batas kemampuan fisik manusia.
Pesan Presisi dan Elegan dari Penanggung Jawab

Menanggapi hasil akhir kompetisi, Penanggung Jawab PORKAB Disabilitas NPCI Sidoarjo 2026, Muhammad Ayodya Putra Prasetya, memberikan evaluasi yang tajam sekaligus berbobot. Ia menilai keseluruhan strata kompetisi tahun ini berjalan sangat presisi dalam hal teknis dan dikemas secara elegan.
“Pelaksanaan PORKAB tahun ini berjalan sangat presisi dan elegan. Bagi anak-anakku yang belum berhasil meraih medali, ingatlah bahwa kekalahan hari ini bukanlah titik akhir, melainkan sebuah jeda strategis untuk mengevaluasi diri dan kembali dengan mental yang lebih tangguh,” ujar Ayodya dalam sambutan penutupnya.

Ia juga menyisipkan pesan khusus bernada pengingat bagi sang juara bertahan. “Untuk kontingen yang hari ini merayakan juara, jangan pernah biarkan kepuasan membuat kalian lengah. Pertahankan sportivitas, tetap membumi, karena tantangan sesungguhnya ada di level regional dan nasional yang jauh lebih ketat,” tambahnya.
Klasemen Akhir Perolehan Medali

Persaingan ketat di papan tengah dan bawah memperlihatkan pemerataan kekuatan yang mulai bergeser positif. Di bawah dominasi SLBN Juwet Kenongo, sekolah inklusi seperti SMPN 4 Waru dan SMPN 4 Sidoarjo membuntuti ketat di posisi tiga besar.
Berikut adalah tabel final perolehan medali emas PORKAB Disabilitas NPCI Sidoarjo 2026:
| Peringkat | Kontingen / Sekolah | Jumlah Medali Emas |
|---|---|---|
| 1 | SLBN Juwet Kenongo | 11 |
| 2 | SMPN 4 Waru | 5 |
| 3 | SMPN 4 Sidoarjo | 5 |
| 4 | SLB Al-Azhar Waru | 4 |
| 5 | SLB AC Dharma Wanita | 4 |
| 6 | SLB Putra Mandiri | 4 |
| 7 | SLB Aisyiyah | 3 |
| 8 | SMPN 2 Sidoarjo | 3 |
| 9 | SLB Negeri Gedangan | 3 |
Melalui momentum PORKAB 2026 ini, NPCI Sidoarjo mengirimkan sinyal kuat ke tingkat Provinsi Jawa Timur bahwa regenerasi atlet paralimpik mereka berada di jalur yang tepat. Kegigihan para atlet di atas lapangan membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang untuk melahirkan prestasi yang presisi dan elegan.(M Fasichullisan /Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi