JAKARTA —KEMPALAN: Kabar mengejutkan kembali mengguncang dunia perbolavolian tanah air. Dua pilar sekaligus legenda Tim Nasional (Timnas) Bola Voli Putra Indonesia, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar, resmi mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI).
Keputusan ini menjadi pukulan telak kedua bagi PBVSI. Belum lama ini, mega bintang voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, juga dipastikan absen memperkuat skuad Srikandi Merah Putih. Kehilangan tiga figur monumental tersebut terjadi di tengah kepungan agenda krusial internasional yang sudah di depan mata.

Melalui pernyataan resminya pada Kamis (21/5/2026), PP PBVSI mengonfirmasi telah menerima surat pengunduran diri dari kedua pemain bersangkutan. Faktor fisik, komitmen regenerasi, serta rencana masa depan karier personal menjadi alasan utama di balik keputusan besar ini.
“Setelah bertahun-tahun berjuang bersama Merah Putih, Nizar dan Rivan memutuskan tidak dapat bergabung dengan alasan komitmen regenerasi tim, kebugaran fisik, dan rencana pribadi dalam perjalanan karier ke depan. Terima kasih, Rivan dan Nizar untuk setiap perjuangan, pengorbanan, dan kebanggaan yang telah kalian berikan untuk Indonesia,” tulis PP PBVSI melalui akun media sosial resminya.
Kehilangan Dua Jenderal Lapangan
Mundurnya Rivan dan Nizar meninggalkan lubang menganga yang sulit ditutupi dalam waktu singkat. Selama hampir satu dekade, keduanya adalah tulang punggung yang mempersembahkan kejayaan bagi voli putra Indonesia di Asia Tenggara.
Nizar Zulfikar dikenal sebagai jenderal lapangan penentu ritme permainan. Sebagai setter utama, akurasi umpan dan ketenangannya sukses membawa Indonesia meraih medali emas SEA Games tiga edisi berturut-turut (2019, 2021, dan 2023).

Sementara itu, Rivan Nurmulki merupakan mesin pencetak poin yang ditakuti di level Asia. Ketajaman opposite spiker peraih gelar pemain terbaik (MVP) SEA Games 2019 ini tidak hanya membawa Indonesia merajai Asia Tenggara, tetapi juga menaikkan posisi tawar bola voli Indonesia di turnamen tingkat konfederasi (AVC).
Ujian Berat Sergio Veloso di Dua Ajang Internasional
Kehilangan duo bintang ini memaksa pelatih kepala asal Brasil, Sergio Veloso, memutar otak lebih keras. Pasalnya, timnas voli putra Indonesia tengah mengemban misi besar dalam waktu dekat.
Skuad Garuda dijadwalkan bertolak ke India untuk melakoni turnamen AVC Cup 2026 pada 20–28 Juni 2026. Tidak berselang lama, mereka harus mengarungi ketatnya kompetisi regional SEA V League 2026 putaran pertama di Filipina (15–19 Juli 2026) dan putaran kedua di kandang sendiri (22–26 Juli 2026).
Guna mengantisipasi kekosongan skuad di Padepokan Voli Jenderal Kunarto, Sentul, PBVSI bergerak cepat memanggil dua talenta muda berbakat, Alfin Daniel Pratama dan Rama Fazza Fauzan. Alfin diproyeksikan mengisi peran pengatur serangan yang ditinggalkan Nizar, sedangkan Rama Fazza akan diuji sebagai tumpuan baru di lini serang yang selama ini dikuasai Rivan. Perjudian regenerasi paksa ini akan menjadi pembuktian apakah mentalitas juara voli putra Indonesia tetap terjaga tanpa kehadiran sang legenda.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi