JAKARTA-KEMPALAN : Panggung tertinggi olahraga atletik tanah air siap digelar. Mulai besok, 27 hingga 30 Juni 2026, Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta Timur, akan menjadi saksi bisu persaingan sengit dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik dan Indonesia Open 2026. Kompetisi ini dipastikan berlangsung ketat dengan partisipasi dari 38 Pengurus Provinsi (Pengprov) PASI, berbagai klub lokal, serta delegasi negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Timor Leste.
Animo peserta pada edisi kali ini sangat luar biasa. Berdasarkan data panitia pelaksana, tercatat ada 977 atlet yang mendaftar. Namun, setelah melalui proses verifikasi data yang ketat dan presisi, hanya 975 atlet yang dinyatakan lolos administrasi dan berhak turun ke lintasan.
Dominasi Jawa di Daftar 20 Besar Pengprov
DKI Jakarta selaku tuan rumah memimpin kuantitas keterwakilan dengan mengirimkan armada terbesar, disusul oleh Jawa Barat dan Jawa Tengah. Berikut adalah daftar 20 besar Pengprov PASI dengan jumlah atlet terbanyak:
| Peringkat | Pengprov PASI | Jumlah Atlet |
|---|---|---|
| 1 | DKI Jakarta | 198 Atlet |
| 2 | Jawa Barat | 142 Atlet |
| 3 | Jawa Tengah | 104 Atlet |
| 4 | Banten | 83 Atlet |
| 5 | Jawa Timur | 47 Atlet |
| 6 | Sumatera Barat | 39 Atlet |
| 7 | Sumatera Selatan | 30 Atlet |
| 8 | Kepulauan Bangka Belitung | 26 Atlet |
| 9 | Bali | 25 Atlet |
| 10 | Lampung | 22 Atlet |
| 11 | Bengkulu | 20 Atlet |
| 12 | Kalimantan Timur | 19 Atlet |
| 13 | Jambi | 15 Atlet |
| 14 | Sulawesi Selatan | 14 Atlet |
| 15 | DI Yogyakarta | 14 Atlet |
| 16 | Riau | 14 Atlet |
| 17 | Sulawesi Utara | 13 Atlet |
| 18 | Papua Tengah | 12 Atlet |
| 19 | Papua Barat | 12 Atlet |
| 20 | Papua Selatan | 10 Atlet |
Sementara itu, 18 Pengprov PASI lainnya mengirimkan kekuatan yang lebih ramping dengan jumlah di bawah 10 atlet. Di sisi lain, persaingan internasional dipastikan tetap membara melalui kehadiran pelari-pelari tangguh dari Asia Tenggara. Hingga berita ini ditayangkan, panitia masih merapikan data resmi terkait manifes lengkap delegasi dari Malaysia, Singapura, Filipina, dan Timor Leste.
Misi Emas Jawa Timur dan Tumpuan Harapan SMANOR

Pengprov PASI Jawa Timur datang ke Ibu Kota tidak dengan tangan kosong. Mereka memboyong 47 atlet terbaik, didampingi oleh 13 ofisial dan mekanik. Tidak main-main, kontingen Jawa Timur mengusung target prestisius, yakni membidik 13 medali emas. Target tertinggi ini difokuskan pada nomor-nomor paling bergengsi penuh gengsi: lari 100 meter dan 200 meter, yang kerap dijuluki sebagai penentu manusia tercepat di lintasan.
Di dalam skuad elite Jawa Timur tersebut, terdapat kontribusi nyata dari SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Jawa Timur. Lembaga pencetak atlet berprestasi ini meloloskan empat delegasi terbaiknya ke ajang nasional ini. Mereka adalah Achmad Febrian Dwi (turun di nomor 100 meter, 200 meter, dan estafet 4×100 meter), M. Suryo Agung (nomor 100 meter dan 200 meter), Shelly Septy (nomor lompat jauh), serta pelatih bertangan dingin, Sugeng Jatmiko.
Kepala Sekolah SMANOR Jatim, Labib, S.Pd., M.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa bangga sekaligus optimismenya saat dimintai keterangan eksklusif.
“Saya bangga sekali para siswa SMANOR Jatim bisa berlaga di Kejurnas Atletik dan Indonesia Open 2026 ini. Ini adalah kejuaraan yang sangat bergengsi. Tentu kami pihak sekolah mendukung sepenuhnya, khususnya bagi para siswa SMANOR dan umumnya untuk seluruh kontingen PASI Jawa Timur,” ujar Labib penuh semangat.
Labib juga menambahkan bahwa momentum ini menjadi pijakan penting bagi sekolah yang dipimpinnya untuk terus konsisten memproduksi atlet jaminan mutu. “Ini menjadi catatan emas tersendiri bagi kami di SMANOR Jatim. Keberhasilan mereka menembus level ini diharapkan bisa menjadi stimulus dan contoh nyata bagi siswa-siswa lain, tidak hanya di cabang olahraga atletik, tetapi juga di seluruh cabang olahraga yang ada di bawah naungan SMANOR Jatim,” pungkasnya.
Dengan persiapan matang dan target tinggi yang dicanangkan, Kejurnas Atletik dan Indonesia Open 2026 dipastikan akan menyajikan rivalitas olahraga yang elegan, ketat, dan berbobot demi kemajuan atletik di kawasan regional.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi