SIDOARJO-KEMPALAN: Melawan prediksi kelam ambruknya daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo Jabon dalam tujuh tahun ke depan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi meluncurkan strategi ofensif. Mengombinasikan transparansi digital dengan modernisasi infrastruktur, Pemkab Sidoarjo kini memperketat tata kelola limbah domestik secara radikal dari hulu hingga hilir guna menangkal ancaman krisis ekologis serius.
Langkah taktis ini dipicu oleh rilis data krusial dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo. Saat ini, volume timbulan sampah di Kabupaten Sidoarjo menyentuh angka fantastis: 892,26 ton per hari. Ironisnya, sebanyak 534 ton atau 59 persen di antaranya masih dievakuasi langsung ke TPA tanpa pemilahan optimal, dengan akumulasi volume sampah tercampur yang masuk ke TPA mendominasi di angka 77,24 persen.
Kondisi tersebut diperparah oleh kebocoran sistemik berupa praktik pembuangan liar. Sebanyak 86,58 ton atau sekitar 9,70 persen sampah harian warga masih terbuang di ruang-ruang publik yang tidak semestinya.

Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa penanganan krisis ini membutuhkan mobilisasi total dan tidak bisa lagi bertumpu pada ego sektoral.
“Kita berusaha memetakan semua persoalan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang ada di Sidoarjo. Tugas penanganan sampah ini bukan hanya domain DLHK, melainkan manifestasi tanggung jawab kolektif mulai dari pemerintah daerah, camat, kepala desa, ketua RT, hingga kesadaran individu di tingkat masyarakat,” cetus Subandi dalam audiensi eksklusif bersama Tim DLHK di Opsroom, Senin (8/5/2026).
Subandi menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengintegrasikan sistem dashboard digital ke dalam roda pengelolaan persampahan. Melalui kolaborasi mutakhir bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sistem berbasis data riil (real-time data) ini akan memantau kinerja TPS 3R, dinamika pelayanan pengangkutan, hingga melacak akurasi retribusi warga.
“Semua wajib menggunakan dashboard. Dari sana akan terbaca gambaran objektif: mana TPS 3R yang telah beroperasi prima, mana yang membutuhkan intervensi dan pembenahan, hingga wilayah mana yang retribusinya masih rendah. Transformasi teknologi informasi ini krusial untuk transparansi,” tegasnya.
Berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap 210 unit TPS 3R di Sidoarjo, potret di lapangan menunjukkan urgensi perbaikan yang masif. Tercatat 86 TPS 3R masih berkinerja rendah dan 25 unit lainnya dalam status tidak aktif. Padahal, klaster infrastruktur ini merupakan ujung tombak yang melayani 34,87 persen dari total 311.688 kepala keluarga di Sidoarjo.
Menjawab tantangan tersebut, Pemkab Sidoarjo mengucurkan stimulus anggaran yang presisi dan signifikan. Dana sebesar Rp4,02 miliar dialokasikan khusus sebagai insentif pemeliharaan untuk 22 TPS 3R yang berkinerja unggul. Sementara itu, anggaran jumbo senilai Rp14,12 miliar digelontorkan untuk merevitalisasi dan mendongkrak kapasitas 77 TPS 3R berkategori sedang. Dana ini akan dikonversi menjadi pengadaan mesin pemilah mekanis, sabuk konveyor (conveyor belt), insinerator ramah lingkungan, hingga armada roda tiga operasional.
Di sisi hilir dan penegakan hukum (law enforcement), Bupati Subandi juga menginstruksikan pemerintah desa untuk memperketat pengawasan teritorial. Titik-titik buta (blind spot) yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar akan dipasangi kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan sanksi administratif dan denda yang tegas.
“Efek jera harus ditegakkan bagi oknum yang merusak estetika lingkungan. Setiap desa wajib memetakan wilayah rawan dan memasang CCTV. Mekanisme penindakan hukum di tingkat lokal sedang kita matangkan,” ujar Subandi menutup penjelasannya.

Melalui harmonisasi teknologi digital, restrukturisasi anggaran prasarana, dan penguatan regulasi di tingkat akar rumput, Pemkab Sidoarjo optimistis mampu menggeser paradigma pengelolaan sampah lama menuju tata kelola lingkungan yang asri, berkelanjutan, dan bebas dari bayang-bayang darurat sampah. (M Fasichullisan/Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi