SURABAYA-KEMPALAN: Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali membuktikan tajinya sebagai “Rumah Para Juara”. Dalam gelaran wisuda terbaru, nama Hani Astari, wisudawan terbaik dari Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), mendadak jadi buah bibir nasional.
Gadis asal Kabupaten Madiun ini menorehkan prestasi langka. Ia berhasil lulus tanpa skripsi dengan IPK 3,89 (Pujian) berkat publikasi artikel ilmiah di jurnal terakreditasi Sinta 2. Lebih eksklusif lagi, dari 1.503 wisudawan yang dikukuhkan, Hani menjadi satu-satunya yang sukses menembus beasiswa S2 ke Korea Selatan. Prestasi epik ini membuat Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. (Cak Hasan), langsung turun tangan memberikan “karpet merah” berupa beasiswa S2 internal plus jaminan langsung diangkat menjadi dosen UNESA.
Sains Olahraga Mengalahkan Keterbatasan
Hani lahir dari keluarga sederhana; ayahnya, Sukardiono, adalah seorang penjahit, dan ibunya, Untari, bekerja sebagai buruh tani. Namun, keterbatasan ekonomi tidak membendung kecintaannya pada dunia olahraga dan kesehatan masyarakat. Sejak semester tiga, ia aktif dalam proyek penelitian dosen dan mahir mengoperasikan analisis data SPSS.
Puncaknya, artikel ilmiahnya yang berjudul “Lifestyle among Sports Students: Correlations of Physical Activity, Smoking, Coffee, Screen Time, and Sleep Quality” sukses menembus Journal of Epidemiology and Public Health (Sinta 2). Riset kritisnya membongkar realita gaya hidup mahasiswa olahraga—termasuk korelasi negatif antara intensitas merokok dengan kualitas aktivitas fisik—yang ia temukan dari keresahannya saat magang di sebuah klub tenis meja di Surabaya.
Negosiasi Alot Berbalut “Boso Suroboyoan” di Atas Podium
Momen wisuda berubah dramatis saat Cak Hasan secara spontan menawarkan posisi dosen kepada Hani. Namun, tawaran menggiurkan tersebut tidak serta-merta diterima. Hani memilih untuk fokus menyelesaikan studi S2-nya di Negeri Gingseng terlebih dahulu.
Pantang menyerah, rektor visioner yang akrab dengan jargon “UNESA Satu Langkah di Depan” ini langsung meluncurkan rayuan maut berbalut bahasa khas Suroboyoan. Namun Hani dengan santun khas Madiunan memohon maaf Bapak Rektor, saya ingin fokus total terlebih dahulu menyelesaikan kuliah S2 saya di Korea Selatan agar ilmunya matang.
Setelah dialog yang interaktif di atas panggung Awarding wisuda ke 120 itu, cak Hasan akhirnya menyerah dan rela menunggu Hani menyelesaikan pendidikannya di Korea Selatan.
UNESA dan Kampus Korea: Konco Plek yang Mendunia
Keberhasilan Hani menembus Korea Selatan sejatinya bukan hal kebetulan. UNESA dikenal memiliki hubungan diplomatik akademik yang sangat erat, atau dalam istilah lokal sudah menjadi “konco plek” (sahabat karib) dengan sejumlah perguruan tinggi papan atas di Korea Selatan.
Melalui kerja sama strategis ini, hampir setiap tahun mahasiswa UNESA rutin dikirim dan mendapatkan beasiswa di Negeri Gingseng. Jaringan internasional inilah yang memuluskan langkah para mahasiswa untuk melompat tinggi ke panggung global, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah pembatas untuk berdiri di puncak dunia.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi