SURABAYA-KEMPALAN: Senja di kawasan Lidah Wetan, Surabaya, pada Senin (8/6/2026) tak hanya menyajikan langit jingga, tetapi juga denyut langkah ribuan peserta yang memadati Lapangan Atletik Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dalam rangkaian menuju Dies Natalis ke-62, Unesa menggelar kegiatan olahraga kolektif bertajuk “Jogging with Sunset” —sebuah gerakan yang tidak sekadar menggerakkan tubuh, tetapi juga menanamkan kesadaran akan kesehatan sebagai prasyarat utama produktivitas dan prestasi.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.30 WIB itu diikuti oleh pegawai, mahasiswa, dosen dari berbagai fakultas, serta warga sekitar kampus. Dari data panitia, tercatat lebih dari 1.200 peserta memenuhi lintasan atletik dan area sekitarnya. Antusiasme tersebut menunjukkan perubahan paradigma: olahraga bukan lagi aktivitas marginal, melainkan kebutuhan kolektif yang membangun kohesi sosial.
Peluncuran Platform Digital Kebugaran

Di sela aktivitas jogging bersama, Unesa secara resmi meluncurkan dan mensosialisasikan SiBugar (Sistem Informasi Kebugaran). Aplikasi ini dirancang untuk memungkinkan pegawai, mahasiswa, hingga masyarakat umum memantau dan merekam aktivitas olahraga harian secara digital melalui gawai masing-masing. SiBugar terintegrasi dengan metrik kebugaran dasar seperti jumlah langkah, durasi gerak, serta kalori terbakar —sekaligus menjadi basis data kebiasaan sehat di lingkungan kampus.
Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menegaskan bahwa kehadiran SiBugar merupakan bentuk nyata transformasi kampus menuju ekosistem sehat berbasis teknologi.
“Kampus tidak hanya bertanggung jawab pada capaian akademik, tetapi juga pada kualitas hidup warganya. Kesehatan adalah modal utama berkarya dan berprestasi. Lewat kegiatan seperti ini dan dukungan platform SiBugar, kami ingin membudayakan gaya hidup aktif, terukur, dan berkelanjutan bagi sivitas akademika maupun masyarakat sekitar,” ujar Nurhasan di sela acara.
Interaksi, Permainan, dan Kebersamaan

Tak hanya berlari, gelaran sore itu juga diisi permainan interaktif dengan hadiah menarik. Suasana terasa hangat dan penuh tawa; pegawai lintas fakultas dan direktorat yang sehari-hari bertemu di meja kerja, kini berbaur di lintasan rumput dan zona permainan. Hal ini—menurut psikolog olahraga yang hadir dalam acara—mampu mereduksi kejenuhan kerja serta membangun sense of belonging di lingkungan kampus.
Unesa Medic Run: Ajang Lari Dies Natalis FK ke-3

Di momentum yang sama, tim Fakultas Kedokteran (FK) Unesa memperkenalkan ajang lari tahunan Unesa Medic Run dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-3 fakultas tersebut. Tiga kategori lomba dibuka: 5 kilometer (kelas rekreasi), 10 kilometer (kelas kompetisi pemula), dan half marathon 21 kilometer (kelas lanjut). Menariknya, seluruh sivitas akademika Unesa yang mendaftar menggunakan alamat surel resmi kampus berhak atas potongan harga khusus—sebagai bentuk afirmasi agar budaya sehat tumbuh dari internal kampus terlebih dahulu.
Makna di Balik Gerak Senja
Lebih dari sekadar olahraga mingguan, “Jogging with Sunset” dan peluncuran SiBugar menegaskan posisi Unesa sebagai kampus “Rumah Para Juara”—yang tidak hanya unggul di bidang akademik dan riset, tetapi juga memberikan perhatian sistemik pada kesehatan, kebugaran, dan kesejahteraan warganya. Kegiatan ini sekaligus menjawab tantangan gaya hidup sedentari pascapandemi serta rendahnya literasi aktivitas fisik di kalangan pegawai perguruan tinggi.
Dengan sinergi antara olahraga kolektif dan inovasi digital, Unesa mengirim pesan tegas: kebugaran bukan sekadar pilihan, melainkan pondasi peradaban kampus yang sehat dan produktif. (Ambari Taufiq/ M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi