Inilah menurut penulis, hikmah terbesar dari kegagalan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024. Melahirkan semangat juang dan soliditas supaya pengalaman pahit pendukung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta tidak terulang di Pemilu 2029.
Oleh: Tarmidzi Yusuf Kolumnis
KEMPALAN: Kurang dari enam bulan Gerakan Rakyat sejak diumumkan menjadi partai politik pada 18 Januari 2026, sudah 94 persen dari 38 provinsi di Indonesia meraih Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum.
Ajib! Luar biasa kerja-kerja politik pendukung Anies Rasyid Baswedan di Gerakan Rakyat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Patut kita syukuri dan apresiasi.
Ajibnya lagi – meminjam istilah Bendahara Umum Prita Subono – Gerakan Rakyat modal dengkul. Tanpa bohir dan dukungan oligarki. Partai Gerakan Rakyat hampir merampungkan semua persyaratan yang ditetapkan Undang-undang untuk syarat menjadi partai politik.
Padahal, sebut Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, mendirikan partai politik di Indonesia paling sulit di dunia. Persyaratannya sangat sulit untuk bisa dipenuhi.
Selain Indonesia negara kepulauan dan negara maritim dengan total luas wilayah Indonesia mencapai 1.904.569 km2. Menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di kawasan Asia dan dunia.
Kondisi geografis Indonesia sangat menantang dan berat untuk berbagai sektor seperti infrastruktur, transportasi, hingga butuh logistik besar untuk bisa meraih badan hukum sebuah partai politik.
Meski bermodalkan dengkul, dukungan logistik terbatas hasil urunan anggota. Semua itu dengan izin Allah subhanahu wata’ala bisa dilalui dengan mudah oleh Partai Gerakan Rakyat.
Ada 2 faktor utama yang mendorong cepatnya Partai Gerakan Rakyat memenuhi persyaratan Undang-undang Nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik:
Pertama, Kuatnya ketokohan tokoh inspirasi Partai Gerakan Rakyat Anies Rasyid Baswedan. Tidak salah bila Partai Gerakan Rakyat mendompleng nama besar Anies Rasyid Baswedan mempercepat proses pengurusan badan hukum Partai Gerakan Rakyat.
Ketokohan Anies Rasyid Baswedan tidak perlu diragukan. Hingga hari ini Anies Baswedan menempati running up hasil survei untuk Pilpres 2029.
Tokoh inspirasi Gerakan Rakyat Anies Baswedan menjadi daya tarik elektoral yang menciptakan efek penentu (Anies Effect) bagi Partai Gerakan Rakyat.
Kedua, Semangat juang Pengurus Partai Gerakan Rakyat dari semua level luar biasa. Dari Pengurus DPP, DPW, DPD hingga DPC berjibaku untuk memenuhi persyaratan paling sulit agar Partai Gerakan Rakyat sah sebagai partai politik.
Inilah menurut penulis, hikmah terbesar dari kegagalan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024. Melahirkan semangat juang dan soliditas supaya pengalaman pahit pendukung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta tidak terulang di Pemilu 2029.
Bak kata-kata menggugah semangat juang memang memiliki kekuatan luar biasa untuk mendobrak batasan, baik berupa jarak, logistik, perbedaan latar belakang hingga rintangan fisik.
Seperti kata motivator, “Semakin dibendung semakin menerjang”. Bagai prinsip hidrodinamika di mana tekanan membesar ketika aliran air dihalangi. Itulah Partai Gerakan Rakyat.
*) Tarmidzi Yusuf, Kolumnis
Pendapat dalam artikel ini adalah pandangan pribadi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi