SALATIGA -KEMPALAN :Di tengah derasnya arus transformasi pendidikan pada era digital, kompetensi guru tidak lagi hanya diukur dari kemampuannya mengajar di ruang kelas atau lapangan, tetapi juga dari kapasitasnya menghasilkan karya ilmiah yang mampu memberi kontribusi bagi kemajuan pendidikan. Berangkat dari semangat tersebut, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengambil langkah strategis dengan membangun kemitraan bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Kota Salatiga.
Kolaborasi yang diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini diawali dengan pelatihan dan pendampingan penulisan artikel ilmiah bagi guru PJOK yang berlangsung di SMP Negeri 1 Salatiga, Rabu (8/7/2026). Program tersebut menjadi lebih dari sekadar pelatihan teknis. Ia merupakan gerakan membangun budaya akademik di kalangan guru sekaligus memperkuat profesionalisme pendidik Indonesia melalui tradisi riset dan publikasi ilmiah.
Ketua Tim PKM FIKK UNESA, Taufiq Hidayat, S.Pd., M.Kes., menegaskan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah merupakan bagian penting dari identitas guru sebagai tenaga profesional.
“Guru sejatinya bukan hanya mentransfer pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga menghasilkan pengetahuan baru melalui refleksi, penelitian, dan inovasi pembelajaran. Karena itu, budaya menulis harus menjadi bagian dari budaya kerja guru. Melalui program ini, kami ingin mendampingi para guru hingga benar-benar mampu menghasilkan artikel ilmiah yang layak dipublikasikan di jurnal bereputasi,” ujarnya.
Menurut Taufiq, pendampingan yang diberikan FIKK UNESA dirancang secara berkelanjutan agar para guru tidak berhenti pada pemahaman teori, melainkan mampu menyelesaikan naskah hingga siap dipublikasikan.
“Kami tidak ingin kegiatan ini selesai hanya dalam satu hari pelatihan. Pendampingan akan terus dilakukan secara daring agar setiap peserta memperoleh bimbingan sampai artikelnya siap dipublikasikan. Inilah komitmen kami dalam membangun ekosistem riset di kalangan guru PJOK,” tambahnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para guru PJOK dan jajaran MGMP PJOK Kota Salatiga yang dipimpin Ketua MGMP, Ahmad Sukri Heriyanto, S.Pd. Antusiasme peserta menunjukkan semakin besarnya kesadaran bahwa kemampuan menulis karya ilmiah telah menjadi kompetensi yang tidak terpisahkan dari profesi guru modern.
Ahmad Sukri Heriyanto mengapresiasi kehadiran FIKK UNESA yang dinilai memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan guru dalam meningkatkan kapasitas akademiknya.
“Selama ini banyak guru memiliki inovasi pembelajaran yang sangat baik, tetapi belum percaya diri menuangkannya dalam artikel ilmiah. Pelatihan dan pendampingan dari FIKK UNESA menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut sehingga semakin banyak guru PJOK yang mampu menulis dan mempublikasikan karya ilmiahnya,” katanya.
Ia menambahkan, budaya menulis merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan.
“Ketika guru aktif meneliti dan menulis, yang berkembang bukan hanya kompetensi gurunya, tetapi juga kualitas pembelajaran di sekolah. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh peserta didik dan dunia pendidikan secara luas,” ujarnya.
Saat ini, artikel ilmiah bukan hanya menjadi media berbagi inovasi pembelajaran, melainkan juga instrumen penting dalam pengembangan karier, peningkatan kompetensi, hingga pemenuhan persyaratan kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru. Sayangnya, tidak sedikit guru yang masih menghadapi berbagai hambatan dalam membangun budaya menulis.
Kesibukan administratif, keterbatasan waktu, rendahnya motivasi, minimnya pengalaman penelitian, hingga kurangnya pemahaman mengenai teknik penulisan artikel ilmiah dan strategi publikasi di jurnal bereputasi masih menjadi tantangan yang banyak dijumpai di lapangan. Kondisi tersebut menyebabkan potensi besar yang dimiliki para guru belum sepenuhnya terdokumentasikan dalam bentuk karya ilmiah.
Melihat realitas tersebut, FIKK UNESA menghadirkan solusi yang tidak berhenti pada penyampaian materi semata. Tim PKM merancang program pendampingan secara komprehensif, mulai dari membangun motivasi menulis, mengenalkan teknik penyusunan artikel ilmiah berbasis hasil penelitian dan praktik pembelajaran, hingga membimbing strategi memilih jurnal yang sesuai agar karya para guru memiliki peluang lebih besar untuk dipublikasikan.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, praktik penyusunan artikel, serta pembahasan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi guru ketika ingin mempublikasikan hasil penelitiannya. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus meningkatkan produktivitas guru dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas.
Komitmen FIKK UNESA tidak berhenti setelah kegiatan tatap muka selesai. Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, tim PKM menyediakan layanan konsultasi secara daring sehingga para peserta tetap memperoleh bimbingan ketika menyusun naskah, melakukan revisi, hingga mempersiapkan artikel menuju jurnal ilmiah yang dituju. Model pendampingan berkelanjutan ini menjadi nilai tambah karena memastikan proses belajar tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi terus berlanjut hingga menghasilkan luaran yang nyata.
Program ini digerakkan oleh tim akademisi FIKK UNESA yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan dan keolahragaan, yaitu Taufiq Hidayat, S.Pd., M.Kes., Dr. Heryanto Nur Muhammad, S.Pd., M.Pd., dan Lutfhi Abdil Khuddus, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan Sri Wicahyani, mahasiswa Program Doktor Pendidikan Jasmani, sebagai bagian dari penguatan ekosistem tridarma perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kemitraan antara FIKK UNESA dan MGMP PJOK Kota Salatiga menjadi bukti bahwa kolaborasi perguruan tinggi dengan komunitas guru merupakan investasi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ketika guru memiliki budaya meneliti, menulis, dan mempublikasikan gagasannya, maka inovasi pembelajaran akan tumbuh secara berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan nasional.
Dari Salatiga, sebuah gerakan akademik mulai dibangun. Gerakan yang tidak hanya melahirkan guru-guru yang piawai membimbing peserta didik di lapangan olahraga, tetapi juga melahirkan pendidik yang mampu mengabadikan pengalaman, inovasi, dan hasil penelitiannya dalam karya ilmiah yang memberi manfaat bagi dunia pendidikan Indonesia. Inilah wajah baru profesionalisme guru: mengajar dengan kompetensi, meneliti dengan integritas, dan menginspirasi melalui karya ilmiah.
(Ambari Taufiq/M. Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi