SURABAYA-KEMPALAN: Lapangan Petanque Internasional Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menjadi episentrum olahraga petanque nasional. Dalam rangka Dies Natalis ke-62, UNESA menggelar UNESA Petanque Tournament 2026 pada 6–9 Juni 2026, sebuah kejuaraan yang tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan, regenerasi, dan konsolidasi kekuatan olahraga petanque Indonesia.
Kejuaraan yang telah masuk dalam kalender resmi PB FOPI ini semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu turnamen petanque paling bergengsi di Tanah Air. Dari tahun ke tahun, antusiasme peserta terus meningkat. Ratusan atlet dari berbagai daerah hadir memperebutkan gelar juara sekaligus mengukur kemampuan menghadapi persaingan nasional.

UNESA Petanque Tournament mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari SD/MI sederajat, SMP/MTs sederajat, SMA/SMK/MA sederajat, Eksekutif, hingga Umum. Nomor yang dipertandingkan meliputi single, double untuk kelompok pelajar, serta eksekutif putra dan putri.
Namun, lebih dari sekadar perebutan medali, turnamen ini telah menjelma menjadi barometer perkembangan petanque Indonesia. Atlet-atlet muda yang baru mengenal olahraga ini bertemu dengan atlet berpengalaman, klub-klub terbaik, hingga akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Atmosfer kompetitif yang tercipta menjadi ruang belajar yang tidak ternilai bagi proses pembinaan atlet nasional.
Peserta tidak hanya berasal dari Pulau Jawa. Kontingen dari berbagai wilayah Indonesia turut memadati arena pertandingan. Perguruan tinggi seperti Undiksha, Undikma NTB, Universitas Gorontalo, Unnes Semarang, bersama sejumlah klub dan pengurus FOPI daerah, ikut ambil bagian, menjadikan turnamen ini sebagai miniatur kekuatan petanque Indonesia.

Di antara kontingen yang selalu menjadi perhatian adalah FOPI Kabupaten Tabanan, Bali. Konsistensi mereka mengikuti setiap penyelenggaraan UNESA Petanque Tournament menunjukkan komitmen kuat terhadap pembinaan atlet usia dini dan regenerasi prestasi.
Ketua Umum FOPI Kabupaten Tabanan, I Ketut Westra, S.Pd., menegaskan bahwa UNESA Petanque Tournament merupakan agenda yang selalu dinantikan oleh timnya.
“Kejuaraan Dies Natalis UNESA menjadi event petanque yang selalu ditunggu-tunggu, khususnya oleh Tim Petanque Tabanan. Kami tidak pernah absen mengikuti kejuaraan ini karena menjadi tempat berkumpulnya atlet-atlet petanque terbaik dari berbagai daerah. Di sinilah kami bisa bertanding, mengukur hasil latihan, sekaligus mendapatkan banyak bahan evaluasi untuk pembinaan selanjutnya,” ujarnya.
Pada edisi tahun ini, lanjut Westra, FOPI Tabanan secara khusus membawa misi regenerasi.
“Tahun ini kami menurunkan 20 atlet muda yang seluruhnya masih berstatus pelajar. Fokus kami pada nomor pelajar tingkat SMP dan SMA sebagai bagian dari proses regenerasi menuju prestasi yang lebih tinggi,” katanya.
Komitmen Tabanan tersebut mencerminkan semangat yang dibangun dalam UNESA Petanque Tournament. Turnamen ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana ekosistem pembinaan atlet terus bergerak secara berkelanjutan. Dari lapangan inilah lahir pengalaman bertanding, mental juara, jejaring antardaerah, hingga lahirnya bibit-bibit atlet yang kelak mengharumkan nama Indonesia di level internasional.
Sebagai perguruan tinggi yang memiliki reputasi kuat dalam bidang olahraga, UNESA terus menunjukkan perannya sebagai motor penggerak pengembangan sport science sekaligus pembinaan olahraga prestasi. Melalui penyelenggaraan turnamen berskala nasional secara konsisten, UNESA tidak hanya menghadirkan kompetisi berkualitas, tetapi juga membangun tradisi olahraga yang sehat, profesional, dan berorientasi pada masa depan.

Dengan kualitas penyelenggaraan, fasilitas bertaraf internasional, serta tingginya partisipasi atlet dari berbagai provinsi, UNESA Petanque Tournament kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda Dies Natalis. Turnamen ini telah menjadi simbol konsistensi pembinaan, panggung prestasi, dan titik temu para insan petanque Indonesia dalam membangun masa depan olahraga yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi