Selasa, 5 Mei 2026, pukul : 18:49 WIB
Surabaya
--°C

Revolusi “Sport Science” UNESA: Bukan Sekadar Podium Ketiga, Tapi Pabrik Pelatih Muda di Kampus League!

SURABAYA-KEMPALAN: GOR Basket Internasional UNESA menjadi saksi bisu bukan hanya soal adu lay-up dan three-point shoot, melainkan sebuah masterclass pengelolaan tim modern. Tim Basket Putra Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sukses mengamankan posisi ketiga Kampus League Regional Surabaya usai membekap lawannya dengan skor ketat 51-45, Rabu (29/4).Namun, sorotan tajam media bukan tertuju pada medali perunggu di leher para pemain, melainkan pada sosok di pinggir lapangan. Di saat tim lain mengandalkan pelatih kawakan, UNESA dengan berani mempercayakan kursi Head Coach kepada mahasiswa aktif semester 6 yang baru menginjak usia 21 tahun.

Sinergi Sport Science dan Marwah Liga

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan TIK UNESA, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes., menegaskan bahwa pencapaian ini adalah manifestasi dari penerapan Sport Science yang tidak bisa ditawar lagi di level universitas.“Kami tidak hanya mengejar trofi, kami sedang membangun peradaban basket. UNESA berfokus pada penguatan SDM secara holistik: atlet, pelatih, wasit, hingga analis performa yang siap head-to-head di dunia profesional. Jika Sport Science berjalan beriringan dengan kompetisi, maka marwah liga kampus akan tumbuh menjadi jauh lebih profesional, bukan sekadar hobi,” tegas Prof. Dwi Cahyo, yang juga merupakan Guru Besar di bidang bola basket.Beliau menambahkan bahwa fasilitas high-performance lab dan fisioterapi mutakhir milik UNESA kini menjadi tulang punggung bagi ekosistem “keranjang” kampus untuk mencapai standar internasional.

Laboratorium Hidup di Balik Garis Lapangan

Pembina UKM Basket UNESA, Billy Emir Rizkanto, mengungkapkan rahasia di balik layar. Tim ini digerakkan oleh struktur manajemen yang murni diisi mahasiswa lintas prodi, mulai dari Kepelatihan Olahraga hingga Manajemen Olahraga.“Ini adalah laboratorium hidup. Mahasiswa kami tidak hanya duduk di kelas menghafal teori Pick and Roll atau Zone Defense. Mereka terjun sebagai analis performa dan manajerial yang memegang tanggung jawab penuh dalam tekanan kompetisi besar,” jelas Billy.Kepercayaan pada pelatih muda usia 21 tahun menjadi bukti nyata bahwa UNESA adalah “kawah candradimuka”. Di saat banyak tim ragu akan jam terbang, UNESA justru memberikan ruang bagi pelatih muda untuk mengambil keputusan strategis di detik-detik krusial clutch time.

Menuju Indonesia Emas 2045

Kemenangan 51-45 ini menjadi validasi bahwa skema pembinaan berkelanjutan lebih berharga daripada hasil instan. Dengan predikat “Rumah Para Juara”, UNESA kini berdiri di garda terdepan dalam mencetak teknokrat olahraga yang akan mengisi pos-pos strategis industri basket nasional di masa depan.Podium ketiga ini hanyalah awal. Pesan yang dikirimkan UNESA sangat jelas: Prestasi adalah kewajiban, namun mencetak ahli adalah dedikasi.(Ambari Taufiq / M. Fasichullisan).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.