SURABAYA-KEMPALAN: Pengurus Kota Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (Pengkot PBVSI) Surabaya resmi meluncurkan kerangka tim bola voli indoor putra untuk proyeksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027. Melalui proses seleksi ketat yang diikuti oleh sekitar 60 atlet potensial, tim kepelatihan akhirnya mengerucutkan pilihan menjadi 17 pemain terbaik untuk masuk ke dalam program pemusatan latihan daerah (puslatda) jangka panjang. Sesuai regulasi Panitia Besar Porprov, jumlah ini nantinya akan mengalami pengurangan kembali hingga menyisakan 14 pemain final yang didaftarkan secara resmi.
Menariknya, komposisi skuad saat ini dihuni oleh separuh kekuatan lama yang sebelumnya membela Kota Pahlawan pada Porprov IX Jatim 2025 di Malang Raya. Kehadiran para pemain berpengalaman ini diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam mendongkrak performa tim.
Berikut adalah daftar 17 pemain tim voli indoor putra Surabaya yang lolos seleksi:
Posisi Nama Pemain (Klub Asal)
Outside Hitter (OH) Haikal Hidayatullah, Akbar, Yoga (BBV), Yudi, Kisana (Surabaya Samator)
Setter (S) Farhan (BBV), Dino, Reki (Surabaya Samator)
Opposite (OP) Sulthan, Yanda (Poprad)
Middle Blocker (MB) Aditya (Sawunggaling), Said (Surabaya Samator), Omen (Jayaraya)
Libero (L) Junico (Gribin VC), Kiki (Sawunggaling), Lan (Surabaya Samator)
Target Emas dan Evaluasi Rivalitas
Langkah cepat pembentukan tim ini diambil demi menebus hasil kurang maksimal pada edisi sebelumnya. Pada Porprov IX Jatim di Malang Raya, tim voli putra Surabaya harus puas hanya membawa pulang medali perunggu. Rekam jejak tersebut memicu motivasi berlipat demi memenuhi target tinggi yang dipatok oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya.
Head Coach tim voli putra Surabaya, Ibarsjah Djanu Tjahjono, menegaskan bahwa kehadiran kombinasi pemain senior dan junior menjadi modal berharga dalam membangun fondasi tim yang solid.
“Komposisi yang dihuni separuh muka lama ini sangat menguntungkan kami dari segi kedewasaan bermain dan adaptasi taktik. Mereka sudah memiliki atmosfer pertandingan di level Porprov. Target dari KONI sangat jelas dan tegas, yaitu mengembalikan tradisi medali emas ke Surabaya. Kami tidak main-main dengan persiapan jangka panjang ini,” ujar Ibarsjah secara eksklusif.
Kendati optimistis, mantan pelatih tim nasional Indonesia ini mengingatkan anak asuhnya untuk tidak lengah. Peta persaingan bola voli di Jawa Timur saat ini sudah jauh lebih merata dan kompetitif.
“Sidoarjo, Bojonegoro, dan Ngawi adalah kompetitor utama yang paling kami perhitungkan. Kekuatan mereka sangat solid dan kerap menyulitkan. Namun, dengan persiapan yang lebih matang dan evaluasi dari hasil perunggu di Malang Raya lalu, kami optimistis bisa merebut kembali takhta tertinggi,” pungkasnya.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi