Jumat, 29 Mei 2026, pukul : 21:34 WIB
Surabaya
--°C

Paradoks: Gelombang Kekecewaan Pengusaha Terhadap Prabowo – Gibran Meluas

Dengan banyaknya pendukung Prabowo – Gibran yang kecewa. Pengusaha batu bara, CPO dan ferroalloy kabarnya sedang menjerit. Tidak menutup kemungkinan bakal menambah runyam ekonomi yang sedang karut marut.

Oleh: Tarmidzi Yusuf

KEMPALAN: Panggung depan politik tampak indah dan memesona. Publik pun memuji. Pendukung bersorai. Prabowo Subianto serius kembali ke ekonomi konstitusi, Pasal 33 UUD 1945?

Sebagai pejuang ekonomi konstitusi, niat dan retorika Prabowo ini juga patut diapresiasi bila benar-benar ingin kembali ke Pasal 33 UUD 1945.

Masalahnya niat, ucapan dan pidato yang berapi-api belum cukup. Yang lebih penting political action. Tanpa ada agenda tersembunyi yang membuat kita skeptis dengan niat mulia Prabowo tersebut.

Kita akui akhir-akhir ini langkah Prabowo menimbulkan pro kontra. Bagi yang pro. Inilah saatnya pemberantasan mafia CPO, batu bara dan ferroalloy. Mereka tepuk tangan. Mengacungi jempol untuk Prabowo.

Sedangkan bagi yang pesimis. Ada kecurigaan terhadap rencana Prabowo untuk mengambil-alih ekspor batu bara, CPO dan ferroalloy melalui satu pintu. Melalui BUMN di bawah Danantara, PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI.

Mereka curiga sentralisasi ekspor batu bara, CPO dan ferroalloy melalui Badan Khusus Ekspor dengan nama PT Danantara Sumberdaya Indonesia sarat dengan kepentingan politik dan bisnis.

BACA JUGA  Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik (Bag-2)

Di belakang layar. Banyak yang curiga. Benarkah itu murni Pasal 33 UUD 1945 menjadi alasan? Atau hanya sekadar justifikasi. Jangan-jangan ini hanya ganti pemain. Ingat! Isu raja minyak Riza Chalid. Kabarnya ada orang dekat Istana yang ingin ikut bermain di bisnisnya Riza Chalid.

Beredar juga isu kalau Riza Chalid jadi mesin ATM penguasa terdahulu. Ujung-ujungnya yang diperebutkan logistik. Bukan murni pemberantasan mafia minyak. Ada rupiah di balik isu kembali Pasal 33 UUD 1945.

Bukan hanya Riza Chalid kecewa yang berujung dikasuskan. Kini pun, dengan pendirian Badan Khusus Ekspor, PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang diawaki oleh orang asing bakal bertambah pengusaha yang kecewa.

Sebelumnya, maskapai Garuda Indonesia menunjuk 2 orang asing jadi direktur. Ada apa dengan putra terbaik bangsa?

Pengusaha batu bara, CPO dan ferroalloy menambah daftar pengusaha yang kecewa. Mereka mengikuti jejak Riza Chalid. Kabarnya, para pengusaha ini saat Pilpres 2024, penyokong utama logistik Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

Mereka protes. Bisnis ekspor yang menjanjikan itu diambil-alih oleh pemerintah. Dalihnya tentu saja Pasal 33 UUD 1945. Nilai bisnis triliunan rupiah itu dicurigai sekadar ganti pemain dan persiapan logistik 2029.

BACA JUGA  Rafiq dan Masjid yang Hilang Adzan

Kekecewaan itu bertambah akut. Pemerintah menunjuk orang asing jadi direktur utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Memang tidak ada lagi putra terbaik bangsa yang kompeten untuk memimpin perusahaan negara hingga mengambil orang asing?

Sikap pemerintah yang konon pro rakyat menjadi paradoks. Satu sisi, niat baik pemerintah memberantas praktik perdagangan ilegal seperti under invoicing, transfer pricing, dan mencegah pelarian Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Sisi lain yang dinilai paradoks, ditengarai sarat dengan kepentingan politik dan bisnis. Sekadar ganti pemain. Ada uang triliunan rupiah di balik bisnis ekspor batu bara, CPO, dan ferroalloy.

Dengan banyaknya pendukung Prabowo – Gibran yang kecewa. Pengusaha batu bara, CPO dan ferroalloy kabarnya sedang menjerit. Tidak menutup kemungkinan bakal menambah runyam ekonomi yang sedang karut marut.

Prabowo – Gibran menambah ‘musuh’ baru. Dulu mereka berjasa mendukung Prabowo – Gibran. Setelah menang, mereka ditinggalkan. Bisnis mereka ‘dihabisi’ dengan dalih yang menyakitkan. Pemberantasan praktik perdagangan ilegal.

Benarkah? Wallahua’lam bish-shawab.

*) Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

Pendapat dalam artikel ini adalah pandangan pribadi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.