SURABAYA-KEMPALAN: Lapangan Laboratorium Petanque Internasional Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bersiap menjadi episentrum bertemunya para master taktik dan akurasi. Menyambut Dies Natalis ke-63 UNESA, ajang bergengsi “UNESA Petanque Tournament Tingkat Nasional” siap digelar pada 6–9 Juli 2026. Kompetisi ini bukan sekadar perebutan total hadiah Rp56 juta, melainkan sebuah ritual tahunan yang selalu dinanti oleh para atlet dari seluruh penjuru negeri.
Magnet Atlet Pemula hingga Profesional
Turnamen dalam rangka Dies Natalis UNESA ini selalu memiliki daya tarik spesial. Bukan sekadar nilai hadiah yang dikejar, melainkan prestise dan atmosfer kompetisinya. Bagi komunitas petanque, ajang ini telah lama menjadi rujukan utama bagi atlet regional dan nasional untuk mengasah kemampuan taktis sebelum mereka turun di kompetisi resmi, baik di level nasional maupun internasional.
Menggunakan sistem double knockout, turnamen ini menjamin tensi pertandingan yang tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Sistem ini memaksa setiap tim untuk selalu tampil prima, karena satu kekalahan di babak awal bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjuangan yang lebih berat di bagan penentu.
Kado Spesial 63 Tahun Sang Penggerak Olahraga

Ada aura yang berbeda pada penyelenggaraan tahun ini. Angka 63 bukan hanya penanda usia UNESA, tetapi juga bertepatan dengan momentum sakral: hari ulang tahun ke-63 Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., yang akrab disapa Cak Hasan. Beliau bukan sekadar pucuk pimpinan universitas, melainkan nakhoda utama olahraga ini di tanah air selaku Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI). Kebetulan yang indah ini seolah menegaskan bahwa turnamen ini adalah manifestasi dari komitmen seumur hidup Cak Hasan dalam membesarkan olahraga petanque di Indonesia.
Jembatan Regenerasi dan Panggung Adrenalin Eksekutif

Ketua Panitia Pelaksana, Nur Salsabila Rhesa Pandhadha Putra, S.Pd., M.Sc. kepada kempalan menegaskan bahwa turnamen ini dirancang secara inklusif sebagai wadah beraksi lintas generasi. Mulai dari akar rumput di tingkat SD/MI hingga kategori Umum, semua diberikan ruang untuk unjuk gigi.
“Kami ingin memberikan wadah beraksi yang kompetitif bagi para atlet mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA sederajat, hingga kategori Umum dan Eksekutif. Ini adalah instrumen penting bagi kami untuk memantau perkembangan atlet secara objektif, terutama di Jawa Timur dan Indonesia secara luas. Event ini sekaligus menjadi ajang pemantauan dan seleksi bagi Pusat Latihan Daerah (Puslatda),” ujar Abil sapaan akrabnya.(07/06/2026)
Menariknya, daya pikat turnamen ini tidak hanya menyihir para atlet profesional di lapangan. Ruang kompetisi juga menjadi arena adu mekanik dan uji adrenalin bagi kalangan eksekutif. Para pemangku kebijakan kampus—mulai dari Dosen, Wakil Dekan, Wakil Rektor, Rektor, hingga jajaran Ketua Yayasan Pendidikan Perguruan Tinggi—turut kepincut untuk turun ke lapangan. Bagi mereka, ini adalah simulasi krusial dan pemanasan strategis sebelum mereka berlaga di ajang nasional seperti LPTK Cup.
Nomor Pertandingan yang Diberangkatkan:
Jenjang SD/MI: Double Open
Jenjang SMP/MTs: Single Open & Double Open
Jenjang SMA/SMK/MA: Single Open & Double Open
Eksekutif: Double Open
Umum: Double Men & Double Women
Turnamen skala nasional ini mendapat dukungan penuh dan pengakuan resmi dari UNESA, Pengprov FOPI Jawa Timur, serta Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI), memastikan standar pertandingan berjalan dengan kualitas tertinggi.
Informasi Pendaftaran dan Kontak Resmi:
Bagi para atlet dan tim yang siap menguji mental di lapangan internasional, pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi narahubung resmi panitia berikut:
Kholili: 0859-4005-70002
Yogi: 0858-5919-8411
Rendi: 0821-4166-1004
Amankan tempat Anda di garis lingkaran, lemparkan boule menuju target, dan jadilah bagian dari sejarah petanque Indonesia.(M Fasichullisan/Ambari Taufiq).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi