Minggu, 28 Juni 2026, pukul : 11:43 WIB
Surabaya
--°C

Diaspora IKA UNAIR : Merajut Jejaring Global, Menguatkan Kontribusi untuk Almamater dan Indonesia

Oleh : Slamet Sugianto (Alumni FISIP UNAIR Prodi Ilmu Politik Angkatan 1987)

KEMPALAN: Di era ketika batas-batas geografis semakin kabur, ikatan alumni tidak lagi berhenti pada nostalgia kampus. Ia berkembang menjadi jejaring pengetahuan, kolaborasi, dan diplomasi yang menghubungkan berbagai belahan dunia. Itulah arah yang kini ditempuh Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) melalui penguatan komunitas alumninya di luar negeri.

Jejaring diaspora tersebut bukan sekadar forum silaturahmi. Berbagai publikasi resmi menunjukkan bahwa organisasi alumni mulai membangun ekosistem yang menghubungkan lulusan Universitas Airlangga dengan mahasiswa, dosen, peneliti, dunia usaha, dan institusi internasional.

Momentum penting penguatan diaspora terjadi pada 18 April 2024, ketika IKA UNAIR meresmikan Chapter Australia. Peresmian itu menjadikan Australia sebagai chapter internasional kelima, setelah Malaysia, Belanda, Inggris (UK), dan Amerika Serikat.

Ketua Umum IKA UNAIR, Khofifah Indar Parawansa, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa alumni Universitas Airlangga telah tersebar di berbagai negara sehingga jejaring tersebut perlu terus diperkuat agar memberikan manfaat nyata bagi almamater maupun masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa setiap chapter internasional diarahkan untuk membangun bentuk sinergi yang berbeda sesuai potensi masing-masing.

Yang menarik, Australia bukan hanya dipilih sebagai lokasi berkumpulnya alumni. Chapter tersebut dipimpin oleh Brahmaputra Marjadi yang juga berkiprah sebagai akademisi di Western Sydney University. Dalam pemberitaan resmi disebutkan bahwa pembentukan chapter telah dipersiapkan selama sekitar satu tahun, sekaligus menjadi wadah menghimpun diaspora alumni yang sebelumnya tersebar di berbagai kota di Australia.

BACA JUGA  Data Lonjakan Harta Zita Anjani sampai 1.000 Persen dalam 2 Tahun, Apa Yang Bisa Kita Curigai?

Lebih dari sekadar organisasi, chapter Australia sejak awal diproyeksikan menjadi penghubung berbagai program akademik seperti short course, penelitian bersama, serta berbagai bentuk kolaborasi antara universitas dan alumni. Gagasan tersebut muncul langsung dalam peresmian chapter dan menjadi salah satu arah pengembangan jejaring internasional IKA UNAIR.

Jejaring yang telah lebih dahulu berkembang terlihat pada Chapter Amerika Serikat. Dalam publikasi resmi Universitas Airlangga mengenai pelantikannya pada 2021, organisasi ini disebut mempersiapkan berbagai program kolaborasi, mulai dari pengembangan bisnis hingga student exchange. Pada kesempatan yang sama juga dijelaskan bahwa alumni di Amerika diharapkan memperkuat jaringan global Universitas Airlangga melalui kerja sama akademik maupun profesional.

Contoh konkret lain terlihat di Belanda. Pada April 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga menyelenggarakan forum berbagi pengalaman bersama alumni diaspora. Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua IKA UNAIR Cabang Internasional Belanda, Mulyo Wiyono, serta alumni yang kini bekerja di ABN AMRO Clearing Bank. Forum tersebut tidak hanya membahas studi lanjut, tetapi juga kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja global, adaptasi budaya, hingga pentingnya membangun jejaring profesional internasional.

Dari rangkaian kegiatan itu terlihat bahwa fungsi diaspora mulai bergeser. Alumni tidak lagi diposisikan semata sebagai penyumbang dana atau peserta reuni, melainkan sebagai mentor, penghubung peluang studi, mitra riset, dan jembatan karier internasional bagi mahasiswa maupun lulusan baru.

Arah tersebut juga sejalan dengan berbagai agenda organisasi yang berkembang di tingkat pusat. Dalam pengukuhan Pengurus Pusat IKA UNAIR periode 2025–2030, organisasi menekankan pentingnya menjadikan alumni sebagai penggerak kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Potensi alumni yang tersebar di tingkat nasional maupun internasional dipandang sebagai modal sosial dan intelektual yang perlu diorkestrasi secara sistematis.

BACA JUGA  Jawaban untuk Ady Amar – Kempalan.com

Gagasan serupa kembali mengemuka dalam Rapat Dewan Pakar IKA UNAIR pada Juni 2026 yang membahas kontribusi alumni dalam menjawab tantangan global dan pembangunan nasional.

Meski demikian, dari penelusuran terhadap sumber-sumber resmi juga terdapat batas yang perlu dicatat. Hingga saat ini, belum tersedia publikasi resmi yang merinci jumlah anggota diaspora, persebaran alumni per negara, maupun daftar lengkap seluruh chapter internasional beserta program kerjanya. Karena itu, informasi mengenai keberadaan komunitas alumni di negara-negara lain sebaiknya baru dianggap sebagai komunitas atau jejaring alumni apabila belum disertai pengesahan resmi dari IKA UNAIR.

Yang dapat dipastikan adalah bahwa pengembangan chapter internasional telah menjadi bagian dari strategi organisasi. Australia bergabung dengan Malaysia, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat sebagai simpul jejaring global yang diharapkan memperkuat posisi Universitas Airlangga di tingkat internasional. Melalui jejaring inilah alumni berpeluang menjadi penghubung antara kampus, dunia riset, industri, dan komunitas profesional di berbagai belahan dunia.

Jika dikelola secara berkelanjutan, diaspora IKA UNAIR berpotensi berkembang bukan hanya sebagai organisasi alumni, melainkan sebagai modal strategis bangsa—sebuah jaringan intelektual yang mempertemukan pengalaman global dengan kebutuhan pembangunan Indonesia. Sebuah ikatan yang berawal dari kampus di Surabaya, namun kini menjangkau berbagai penjuru dunia.[]

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.