Minggu, 28 Juni 2026, pukul : 03:28 WIB
Surabaya
--°C

SUPER SOCCER FESTIVAL 2026.

Terobosan Revolusioner Kompetisi Sepak Bola Usia Dini dari Sidoarjo Siap Menginspirasi Asia Tenggara

SIDOARJO-KEMPALAN : Atmosfer sepak bola usia muda di Indonesia kembali bergelora melalui penyelenggaraan Super Soccer Festival 2026, sebuah kompetisi sepak bola kelompok umur yang menghadirkan konsep baru, inovatif, dan sarat nilai pembinaan. Turnamen bergengsi yang digelar oleh Indonesia Soccer Academy (ISA) ini berlangsung di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, pada 26–28 Juni 2026, dengan melibatkan 30 tim dari tiga kelompok usia, yakni KU-10, KU-12, dan KU-14.

Peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga mancanegara, yakni Singapura. Kehadiran tim-tim terbaik dari berbagai wilayah tersebut menjadikan Super Soccer Festival 2026 bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga wadah pembelajaran, persahabatan, dan pengembangan karakter bagi para pesepak bola muda.

Berbeda dengan kompetisi kelompok umur pada umumnya, Super Soccer Festival 2026 mengusung format pertandingan yang lebih kompetitif sekaligus memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk terus bertanding hingga hari terakhir. Masing-masing kelompok umur diikuti 10 tim yang dibagi ke dalam dua grup. Seluruh tim bertanding dalam fase grup untuk menentukan klasemen akhir.

Empat tim terbaik, yakni juara dan runner-up dari masing-masing grup, kemudian melaju ke babak Semifinal Grup Garuda. Pada fase inilah para peserta memperebutkan gelar Juara 1 hingga Juara 4, sekaligus berhak membawa pulang trofi, medali, sertifikat kejuaraan, serta uang pembinaan.

BACA JUGA  Cak Eri Pastikan Surabaya Bebas Genangan Signifikan
Tim Frair FA Singapura saat bertanding dengan Bintang Putra Sidoarjo KU 14.

Keunikan kompetisi ini tidak berhenti di situ. Tim yang finis di peringkat ketiga dan keempat pada fase grup juga tidak langsung tersingkir. Mereka kembali dipertandingkan dalam Grup Elang, menggunakan format semifinal dan final yang sama, sehingga seluruh peserta tetap memiliki peluang meraih prestasi sesuai kategori yang diperebutkan.

Melalui sistem tersebut, setiap tim memperoleh pengalaman bertanding yang lebih banyak, kesempatan berkompetisi hingga akhir turnamen, sekaligus penghargaan berupa medali, trofi, sertifikat kejuaraan, dan uang pembinaan sesuai dengan pencapaian masing-masing. Konsep ini menjadi salah satu inovasi yang dinilai mampu meningkatkan motivasi, mental bertanding, dan proses pembinaan pemain usia dini secara lebih optimal.

CEO Indonesia soccer Academy foto bersama dengan CEO Flair FA Singapura dan Jajaran pelatih.

CEO Indonesia Soccer Academy (ISA), Prof. Dr. Imam Syafi’i, M.Kes., selaku penggagas Super Soccer Festival 2026, menegaskan bahwa kompetisi ini lahir dari semangat menghadirkan sistem pembinaan yang lebih edukatif, kompetitif, dan berorientasi pada perkembangan atlet muda.

“Super Soccer Festival 2026 kami rancang bukan hanya untuk mencari juara, tetapi menjadi laboratorium pembinaan sepak bola usia dini. Anak-anak harus memperoleh kesempatan bertanding yang cukup, belajar menghadapi berbagai situasi pertandingan, serta merasakan atmosfer kompetisi hingga akhir. Semua peserta adalah pemenang karena mereka memperoleh pengalaman, penghargaan, dan motivasi untuk terus berkembang. Kami berharap konsep ini dapat menjadi referensi baru bagi pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia bahkan Asia Tenggara,” ujar Prof. Dr. Imam Syafi’i, M.Kes.

BACA JUGA  Bambang Haryo: Kepercayaan Publik Jadi Kunci Al Ma’soem Mampu Bersaing di Industri AMDK
CEO Flair FA SSingapura Ibrahim Bin Chemad

Konsep inovatif tersebut mendapat apresiasi dari peserta internasional. Ibrahim Bis Chemad, Manajer sekaligus CEO FLAIR FA Singapura, mengaku mengikuti turnamen ini bukan semata-mata mengejar prestasi.

“Kami tidak memasang target khusus. Tujuan utama kami adalah mempelajari dan mengadopsi konsep kompetisi yang dirancang oleh Prof. Dr. Imam Syafi’i, M.Kes. Menurut kami, ini merupakan gagasan yang sangat menarik dan memiliki nilai pembinaan yang tinggi. Ilmu yang kami dapatkan dari Sidoarjo akan kami kolaborasikan dengan metode pembinaan sepak bola dari berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perkembangan pemain muda di Singapura.”

Keikutsertaan tim dari luar negeri menjadi bukti bahwa Super Soccer Festival 2026 mulai mendapat perhatian sebagai salah satu model kompetisi pembinaan usia dini yang inovatif. Dengan mengedepankan filosofi bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan berkembang melalui kompetisi yang sehat, turnamen ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya ekosistem pembinaan sepak bola usia muda yang semakin berkualitas.

Super Soccer Festival 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan yang kompetitif, tetapi juga memperlihatkan bahwa inovasi dalam sistem kompetisi mampu menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi emas sepak bola Indonesia. Dari Stadion Jenggolo Sidoarjo, sebuah gagasan besar telah lahir—gagasan yang berpotensi menginspirasi pembinaan sepak bola usia dini, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat Asia Tenggara.(Ambari Taufiq M Fasichullisan) 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.