Jumat, 26 Juni 2026, pukul : 14:55 WIB
Surabaya
--°C

Kekerasan Finansial pada Korban Pasangan NPD

“Kamu dituntut memahami keadaan mereka setiap hari, tapi kebutuhanmu justru selalu dianggap beban.”

Salah satu bentuk kontrol yang kerap dialami korban pasangan dengan sifat narsistik adalah financial abuse atau kekerasan finansial.

Hal ini diinformasikan akun TikTok ‘Nayrala Tan’ melalui captionnya.

Mereka biasanya bekerja, berpenghasilan, bahkan sering bicara soal tanggung jawab dan pengorbanan. Namun dalam praktiknya:

  • Nafkah diberikan semaunya.
  • Kebutuhan keluarga dianggap tidak prioritas.
  • Korban terus dibuat merasa berutang budi.
  • Setiap uang yang diberikan selalu diungkit-ungkit.
  • Korban dibuat bergantung secara finansial agar sulit pergi.

Seiring waktu, yang hilang dari korban bukan cuma uang. Yang hilang juga:
rasa aman, kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan mengambil keputusan.

BACA JUGA  Pemkot Luncurkan Buku "Bung Karno: Aku Arek Suroboyo"

Poin-poin di atas disampaikan oleh akun TikTok ‘Nayrala Tan’ lewat caption videonya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi ini terjadi karena setiap langkah hidup korban harus menunggu “izin” dari pihak yang memegang kendali keuangan.

Penjelasan Psikologis
Bagi individu dengan tingkat narsisme tinggi, uang bukan hanya alat pemenuhan kebutuhan. Uang dipakai untuk:
mengontrol, menciptakan ketergantungan, dan mempertahankan kekuasaan dalam hubungan.

Saat pasangan mulai mandiri secara finansial, pelaku kehilangan salah satu sumber kontrol terbesarnya. Karena itu, beberapa pelaku memilih menahan akses uang, memberi sangat minim, atau membiarkan korban terus kekurangan meski sebenarnya mampu memberi lebih.

Tujuannya bukan selalu karena tidak punya uang. Sering kali justru agar korban tetap merasa tak berdaya dan sulit keluar dari hubungan itu.

BACA JUGA  Diikuti 400 Peserta, DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur Sukses Gelar Kelas Kader ​di Jatinegara

Kekerasan finansial tidak selalu mengosongkan rekeningmu. Kadang yang dirampas adalah kemandirianmu.
Dia bekerja. Dia punya uang. Tapi kamu tetap hidup dalam kekurangan.
Nafkah diberi seolah sedekah. Lalu kamu yang disalahkan karena dianggap tidak bersyukur.
(AM).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.