Jumat, 3 Juli 2026, pukul : 07:42 WIB
Surabaya
--°C

Kolaborasi BPBD dan BNPB, Rintis Program UMKM Jatim Tangguh Bencana

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto saat memberi sambutan dalam FGD Kajian UMKM Tangguh di Ruang Siaga, Kantor BPBD Jatim, Rabu (1/7).

SURABAYA-KEMPALAN: Bencana kerap kali tak hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur dan lingkungan saja, tetapi juga menyebabkan terganggunya usaha masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Berangkat dari kondisi ini, BPBD Jatim bersama BNPB, Program SIAP SIAGA, perangkat daerah, akademisi, komunitas, serta para pelaku usaha menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kajian UMKM Tangguh, di Ruang Siaga, Kantor BPBD Jatim, Rabu (1/7).

Hadir secara daring dalam acara ini, Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo. Sedang hadir secara langsung, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Koordinator Program Siap Siaga Jatim Mambaus Su’ud dan sejumlah perwakilan UMKM dari berbagai daerah.

BACA JUGA  SUBEC Dibuka 5 Juli dengan Pesta Rakyat, Dimeriahkan Denny Caknan

Melalui forum ini, berbagai pemangku kepentingan berdiskusi merumuskan strategi agar UMKM di Jatim memiliki kemampuan bertahan, beradaptasi, dan bangkit lebih cepat saat terdampak bencana.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menegaskan, membangun ketangguhan tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi. Tetapi juga memastikan masyarakat tetap memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan.

“Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan solusi, mulai dari penguatan mitigasi risiko, diversifikasi usaha, pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan akses pemasaran bagi pelaku UMKM,” tegasnya.

Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat, diharapkan lahir rekomendasi yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan rawan bencana.

BACA JUGA  DAHSYATNYA RAWAMANGUN! JAWA TIMUR RAJA, 7 REKOR TERPECAHKAN, DAN HOSHI FATIHAH MENEMBUS BATAS KEJUARAAN DUNIA U-20

Sebab, UMKM yang tangguh akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Jatim yang lebih siap menghadapi bencana dan lebih cepat bangkit menuju masa depan yang berkelanjutan.

Sementara, berdasar identifikasi awal, dampak yang biasa dirasakan UMKM saat terjadi bencana, dapat diklasifikasi menjadi dua, yakni, dampak langsung dan dampak tak langsung.

Dampak langsung, diantaranya, berupa, kerusakan aset dan infrastruktur, serta gangguan operasional. Sedang, dampak tak langsung, bisa berwujud, rantai pasok yang terputus, hilangnya pendapatan, masalah keuangan, khususnya cicilan modal dan dampak psikologis. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.