SURABAYA-KEMPALAN: Pesawat jet regional yang dikembangkan di dalam negeri China, C909, menandai 10 tahun operasi komersial, menjadi andalan pasar penerbangan regional di negara tersebut, serta memperluas jangkauannya ke luar negeri.
C909, yang sebelumnya dikenal sebagai ARJ21, melakukan penerbangan komersial perdananya pada 28 Juni 2016. Sejak saat itu, pesawat ini telah mengangkut lebih dari 37 juta perjalanan penumpang, menurut Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC).
COMAC mengungkapkan 186 unit pesawat C909 telah dikirimkan kepada lebih dari 10 pelanggan. Pesawat jet ini mencakup sekitar 70 persen armada jet regional domestik China, beroperasi di lebih dari 860 rute, dan melayani lebih dari 180 kota, dengan lebih dari 500 penerbangan setiap harinya .
Perkembangan terkini menunjukkan peran yang lebih luas dari pesawat ini.
Pada 22 Juni, pesawat jet bisnis C909 pertama mulai beroperasi secara komersial dalam penerbangan dari Shanghai ke Beijing. Pesawat ini dapat dikonfigurasi dengan 12 hingga 29 kursi dan disesuaikan dengan area istirahat, ruang rapat, area resepsi, dan ruang makan.
Sehari kemudian, sebuah pesawat C909 milik Chengdu Airlines mendarat di Bandar Udara Bayanbulak di wilayah Hejing, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada ketinggian lebih dari 2.500 meter, sekaligus membuka rute Urumqi-Hejing-Kashgar. Ini merupakan rute dataran tinggi kedua yang dioperasikan oleh pesawat C909.
Yang Yang, wakil direktur Komite Pemasaran & Penjualan COMAC, mengatakan bahwa C909 telah menjadi pesawat utama di pasar penerbangan regional China, mendukung rute-rute di daerah perbatasan, layanan penerbangan pengumpan (feeder), dan rute internasional jarak dekat.
Pesawat tersebut telah membantu meningkatkan pasokan pesawat jet regional dan penerbangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan penerbangan sipil China dengan lebih baik, ujar Yang.
Saat C909 pertama menyelesaikan penerbangan komersial perdananya pada 2016, Chengdu Airlines merupakan satu-satunya maskapai yang mengoperasikan pesawat tersebut, dengan hanya satu unit C909 dalam armadanya. Kini, maskapai itu telah mengoperasikan 31 unit jet tersebut.
“C909 telah menunjukkan performa yang kuat, terutama setelah kami mengoperasikannya pada rute-rute regional di Xinjiang dan daerah lainnya, di mana pesawat ini telah memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan,” papar Huang Liying, kepala akuntan di Chengdu Airlines.
Di sejumlah daerah, termasuk Xinjiang, Daerah Otonom Mongolia Dalam, dan Provinsi Heilongjiang, sebanyak 70 unit pesawat C909 telah dioperasikan pada lebih dari 460 rute, dengan mencatatkan lebih dari 10 juta perjalanan penumpang.
Di Xinjiang, rute Turpan-Altay telah memangkas waktu tempuh menjadi sekitar satu jam 10 menit, dibandingkan dengan sekitar 12 jam dengan kereta melalui Urumqi atau hampir delapan jam dengan mobil.
Zhu Tao, manajer pemasaran senior di Xinjiang Airport Group mengatakan C909 telah meningkatkan kondisi perjalanan bagi masyarakat di daerah terpencil, membuat perjalanan udara menjadi lebih terjangkau dan mudah diakses sekaligus membantu mendorong permintaan sektor pariwisata.
C909 juga telah memperluas jangkauan ke luar negeri sejak mulai beroperasi di Indonesia pada April 2023. Kini, pesawat tersebut beroperasi di berbagai pasar termasuk Indonesia, Laos, dan Vietnam, melayani 28 kota di luar negeri, serta mencatatkan lebih dari 1 juta perjalanan penumpang.
COMAC juga telah mengembangkan versi khusus dari pesawat tersebut, dengan varian untuk penerbangan bisnis, transportasi kargo, komando penyelamatan darurat, dan layanan medis yang telah dikirimkan.
Dalam ajang Singapore Airshow 2026, Shanxi Victory General Aviation menandatangani pesanan untuk enam pesawat pemadam kebakaran C909, termasuk tiga pesanan pasti dan tiga surat pernyataan niat (letter of intent).
C909 memiliki kapasitas 78 hingga 97 penumpang dengan jangkauan terbang 2.225 hingga 3.700 kilometer. Pesawat ini dirancang untuk beroperasi di bandara dengan landasan pacu yang pendek dan sempit, serta memiliki performa yang baik pada kondisi suhu tinggi, ketinggian tinggi, dan angin silang ( crosswind).
“C909 sangat adaptif dan beroperasi secara stabil di berbagai jenis bandara,” tutur Chen Qingqiang, salah satu kapten pertama yang menerbangkan varian C909 yang dimodifikasi.
Sebagai pelopor di sektor pesawat komersial China, C909 berhasil mencapai terobosan “zero-to-one” dalam pengoperasian komersial pesawat jet buatan dalam negeri sekaligus membantu menjajaki jalur pengembangan siklus hidup penuh untuk pesawat komersial yang dikembangkan di dalam negeri, ungkap Chen.
Sepuluh tahun pengoperasian pesawat tersebut bertepatan dengan pesatnya pertumbuhan pasar penerbangan China.
Data dari Administrasi Penerbangan Sipil China (Civil Aviation Administration of China/CAAC) menunjukkan bahwa negara itu telah menambah sekitar 40 juta penumpang pesawat setiap tahun selama dua tahun terakhir, sehingga total populasi pengguna transportasi udaranya mencapai 470 juta, naik 160 juta dari tahun 2019. China saat ini memiliki jumlah populasi pengguna transportasi udara terbanyak di dunia.
Bandara-bandara penerbangan sipil China melayani hampir 1,53 miliar perjalanan penumpang pada 2025, naik 4,8 persen secara tahunan (year on year), menurut buletin statistik industri penerbangan sipil 2025 yang dirilis oleh CAAC.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi