Aku tahu, apa yang kusuarakan tidak selalu nyaman untuk didengar. Dan bahkan mungkin membuat sebagian orang terusik. Tapi, bagaimana aku bisa diam, kalau hatiku sendiri tidak bisa diajak kompromi?
Oleh: Tifauzia Tyassuma
KEMPALAN: Aku tidak pernah membayangkan akan sampai di titik ini. Tapi, pada Senin sore (22/6/2026), Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan kabulkan permohonan penundaan penahananku dan Mas Roy Suryo. Sore itu juga kami dibebaskan.
Memakai baju orange, berdiri di tengah kerumunan, dilihat banyak mata, seolah hidupku diringkas menjadi satu warna. Tetapi kalau mereka mau tahu, ini bukan awal dari ceritaku.
Ini hanya satu potongan kecil dari jalan panjang yang sudah kupilih, sadar atau tidak.
Baju orange ini, Yang sering diteriakkan buzzer dan termul untuk menghinaku. Ketika dia ku sandang di tubuhku, justru Seperti baju zirah yang membungkus perjuanganku.
Baju orange ini, di tubuhku adalah tanda perlawanan terhadap kebohongan, kepalsuan, kezaliman.
Tanda bahwa aku terus berdiri tegak dan senyuman karena aku tahu nilai apa yang terkepal di tanganku.
Aku hanya berjalan dengan apa yang kupercaya. Kadang langkahku pelan, kadang aku ragu, tapi aku tidak pernah benar-benar berhenti.
Aku tahu, apa yang kusuarakan tidak selalu nyaman untuk didengar. Dan bahkan mungkin membuat sebagian orang terusik. Tapi, bagaimana aku bisa diam, kalau hatiku sendiri tidak bisa diajak kompromi?
Di balik senyum ini, ada banyak hal yang tidak terlihat. Ada lelah, ada takut, ada juga pertanyaan yang tidak selalu punya jawaban.
Tapi, ada satu hal yang selalu kutahan kuat-kuat: aku tidak mau kehilangan diriku dan menggadaikannya demi kenyamananku.
Hari itu, melihat aku berbaju orange, mungkin banyak orang iba padaku, bahkan menangisiku. Tapi di dalam diriku, muncul bara api membara seterang baju ini.
Yang membuatku tetap utuh dalam langkahku dan berkata: Kalau ini memang harus aku jalani, ya sudah… aku jalani.
Bukan untuk membuktikan apa-apa ke dunia. Tapi supaya nanti, saat aku melihat ke belakang, aku tahu, aku tidak pernah mengkhianati kebenaran yang kuyakini.
*) Tifauzia Tyassuma, Dokter yang Menjadi Salah Satu Tersangka Kasus Ijazah Palsu Joko Widodo
Pendapat dalam artikel ini adalah pandangan pribadi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi