Lembaran kertas kosong juga dipampangkan oleh orang-orang yang berkumpul di halaman Universitas Tsinghua—almamater Presiden Xi Jinping–di Beijing Minggu (27/11). Mereka menyanyikan lagu kebangsaan dan menyebarkan pesan melalui media sosial agar warga melakukan protes dengan poster kosong.
Beberapa warganet menunjukkan solidaritas dengan memposting kotak putih kosong. Banyak juga yang memasang foto diri mereka dengan memegang kertas kosong di timeline WeChat atau di Weibo. Pada akhir pekan tagar “kertas putih” menjadi trending topic tapi segera diblokir di Weibo.
BACA JUGA: Dato Anwar
Tindakan ini malah memicu reaksi lebih keras karena dianggap sebagai sensor yang represif. Jika Anda takut terhadap selembar kertas kosong berarti Anda lemah. Begitu narasi yang disebarkan warganet.

Aksi kertas kosong ini diilhami oleh para aktivis demokrasi di Hongkong dalam gerakan menentang represi pemerintah China pada 2020. Para aktivis mengangkat lembaran kertas putih kosong sebagai protes terhadap tindakan keras pemerintah China terhadap pengunjuk rasa. Sebuah undang-undang keamanan nasional baru yang disahkan pada 2019 melarang slogan-slogan anti-pemerintah dalam unjuk rasa.
Untuk menghindari ancaman undang-undang, para pengunjuk rasa menyiasatinya dengan membentangkan kertas kosong. Aparat keamanan tidak bisa berbuat banyak oleh gerakan ini, karena tidak ada pasal yang bisa menjerat para pengjunjuk rasa.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi