Senin, 25 Mei 2026, pukul : 22:58 WIB
Surabaya
--°C

Sidoarjo Kejar WTP Ke-14: Bupati Subandi Rombak Total Tata Kelola Aset dan Anggaran

SIDOARJO-KEMPALAN: Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tancap gas melakukan perombakan total terhadap sistem tata kelola keuangan dan penatausahaan aset daerah. Langkah strategis ini diambil sebagai komitmen kuat untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang telah diraih 13 kali berturut-turut sebelumnya. Evaluasi menyeluruh kini menyasar seluruh rantai pengelolaan anggaran, mulai dari pos pendapatan, belanja daerah, hingga penertiban aset di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan pilar utama dalam menjaga kepercayaan publik melalui transparansi dan akuntabilitas yang nyata. Ia menginstruksikan seluruh kepala OPD untuk bergerak cepat dan tanpa kompromi dalam menyelesaikan setiap catatan pembenahan.

BACA JUGA  Sahrin Hamid Ungkap 5 Pilar Strategi Pemenangan Partai Gerakan Rakyat

“Opini WTP itu bukan tujuan akhir, tapi budaya kerja yang harus mendarah daging di Sidoarjo. Saya minta seluruh OPD segera bereskan administrasi pendapatan, belanja, proyek konstruksi, hingga aset tetap. Tidak boleh ada penundaan, semua harus tertib, transparan, dan akuntabel demi rakyat,” tegas Bupati Subandi saat memimpin rapat koordinasi penataan anggaran di Sidoarjo.

Langkah preventif ini diambil setelah proses evaluasi internal masih menemukan sejumlah celah yang memerlukan perhatian khusus. Pemkab Sidoarjo kini memperketat pengawasan internal (APIP) dan mendisiplinkan administrasi teknis guna meminimalisasi potensi kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Penguatan difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan aset daerah agar menjadi sumber pendapatan yang produktif, bukan sekadar beban pembukuan.

BACA JUGA  Gebrakan Rakernas KONI 2026: Sinkronisasi Asta Cita, Struktur Intelijen Baru, hingga Klusterisasi PON

Apresiasi dan dorongan taktis juga datang dari Perwakilan BPK Provinsi Jawa Timur, Catur. Pihaknya menyatakan bahwa temuan dan rekomendasi pemeriksaan yang diberikan kepada Pemkab Sidoarjo didesain sebagai instrumen evaluasi yang konstruktif, bukan untuk mencari-cari kesalahan.

Menurut BPK, komitmen cepat dari pemerintah daerah dalam mengeksekusi rekomendasi, khususnya pada sektor administrasi pendapatan dan ketepatan pengelolaan belanja, menjadi variabel paling krusial untuk mengamankan kualitas laporan keuangan daerah yang kredibel.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.