Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 04:43 WIB
Surabaya
--°C

One Piece

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

KEMPALAN: Ada dua tokoh bajak laut yang terkenal di dunia hiburan. Anda yang cukup senior mengenal—dan mengagumi—sosok Jack Sparrow, bajak laut slebor dalam serial ‘’Pirates of the Carribean. Anda yang lebih update dan relate dengan hiburan zaman now mengenal Monkey D. Luffy, dengan bendera tengkorak bertopi jerami dalam serial anime ‘’One Piece’’.

Jack Sparrow diperankan oleh Johny Depp. Dalam beberapa seri Depp tampil sangat menawan dan sangat menjiwai. Perannya sebagai bajak laut pemabuk 24 jam, yang berpetualang di Laut Karibia, itu nyaris tak tergantikan.

Monkey D. Luffy ialah bajak laut yang mempunyai bendera khas yang disebut Jolly Roger. Setiap anggota bajak laut punya bendera masing-masing yang menjadi identitas dan karakter masing-masing bajak laut. Straw Hat Pirates, bajak laut bertopi jerami milik Luffy menggambarkan kemerdekaan, kebebasan, dan kesetiakawanan.

Jack Sparrow ialah pahlawan produk Hollywood. Film-film blockbuster yang puluhan tahun didominasi oleh Hollywood sekarang mulai pudar dan bergerser. India terlebih dahulu menyaingi Hollywood dengan produk film-film Bollywood yang khas. Jepang menyusul dengan industri film dan fashion yang menembus selera dunia. Harajuku, fashion ala Jepang, menjadi tren yang digandrungi di seluruh dunia.

Korea Selatan menyusul menjadi kekuatan baru di dunia budaya pop. Korean Wave menjadi tsunami dunia hiburan yang menyapu dominasi Amerika dan Eropa. Film-film Korea mengalahkan film-film Hollywood secara sangat meyakinkan. Bahkan, film produksi Korea ‘’Parasite’’ dinobatkan sebagai ‘’Film of the Century’’, film terbaik abad ini.

Abad Amerika dan Eropa sebagai episentrum dunia sudah berakhir. Amerika dan Eropa sudah bukan lagi menjadi pusat peradaban dunia. Di bidang ekonomi Amerika dan Eropa sudah ketinggalan jauh dari China. Di bidang budaya dan hiburan populer Amerika sudah ketinggalan dari Korea Selatan.

Diplomat kawakan Singapura Prof. Kishore Mahbubani getol membuat prediksi kebangkitan Asia dan keterpurukan Amerika dan Eropa. Dalam ‘’The New Asian Hemisphere; The Irresistible Shift of Global Power to the East’’ (2009) Mahbubai mengajukan tesis mengenai pergeseran kekuatan global yang tak terhindarkan dari Barat ke Timur. Kebangkitan China, India, Jepang, dan Korea Selatan sekarang ini menjadi bukti akurasi tesis Mahbubani.

Hemisphere Barat yang diwakili Inggris dan Amerika sudah memasuki masa senja. Dulu, penjajahan Barat terhadap Timur tidak hanya terjadi di bidang ekonomi dan politik, tetapi juga budaya dan peradaban. Edward Said membuat kajian dalam ‘’Culture and Imperialism’’ (1993), mengungkap hubungan antara budaya dan penjajahan.

Penjajahan Barat dijustifikasi, dicarikan pembenaran, sebagai misi suci dan agung. Peradaban Barat yang lebih adiluhung mengemban misi untuk memperadabkan manusia di bagian Timur yang belum beradab. Impersialisme dan kolonialisme bukanlah pendudukan dan penjajahan, tetapi sebuah perwujudan misi peradaban.

Tugas peradaban itu disebut sebagai ‘’white man’s burden’’, beban dan tanggung jawab bangsa kulit putih. Menjajah wilayah Timur adalah misi memperkenalkan peradaban kepada bangsa-bangsa yang masih terbelakang.

Melalui karya sastra dan budaya, misi peradaban itu diperkenalkan. Karya-karya sastra dari Jane Austen, yang menggambarkan keagungan peradaban Inggris, adalah bagian dari penjajahan budaya.

Di era keemasan Hollywood serial ‘’Rambo’’ adalah pembodohan telanjang dan penghinaan terhadap Vietnam—dan Asia. Jika Rambo adalah tokoh real maka Amerika tidak akan lari terbirit-birit dari Vietnam pada perang 1974.

Dalam perspektif ini kemunculan tokoh Monkey D. Luffy dengan bendera tengkorak dan topi jerami harus dilihat sebagai kemenangan peradaban Timur atas Barat. Pengibaran bendera Jolly Roger harus dilihat sebagai selebrasi kemenangan budaya Timur atas dominasi budaya Barat.

Publik di Asia tidak lagi mencari idola kepada Rambo, atau meniru gaya rambut dan model pakaian boy band Amerika dan Inggris. Mereka punya idola baru dalam serial One Piece, dan mempunyai role model baru pada boy band Korea.

Dalam kasus One Piece memang terasa ironis menjadikan bajak laut sebagai idola. Tetapi itulah realitas sosial yang terjadi di sekitar kita. Masyarakat mengalami krisis idola. Tidak ada lagi tokoh masyarakat yang bisa dijadikan panutan dan role model. Maka ketika masyarakat membutuhkan pahlawan dan idola mereka lari kepada bajak laut.

Bajak laut adalah perompak yang menjarah kapal-kapal yang lewat di lautan. Mereka dianggap sebagai pengacau, orang marginal, dan outcast yang terpinggirkan. Tetapi, semua atrubusi negatif ini tidak menghalangi ratusan juta orang untuk menjadikan bajak laut sebagai idola.

Pada komunitas Jolly Roger para bajak laut itulah ditemukan nilai-nilai kejujuran, kebebasan, dan kesetiakawanan. Nilai-nilai itu sudah sangat langka dalam realitas kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu hanya menjadi slogan dan retorika yang diucapkan dengan gegap gempita selama masa kampanye saja.

Menghadapi fenomena One Piece aparat pemerintah tidak perlu baper dan berlagak seolah-olah paling nasionalis. Negara tidak perlu lebay dengan memakai pendekatan kekuasaan untuk mengancam rakyat yang mengibarkan bendera One Piece. Rakyat berhak memilih idolanya sendiri. Negara tidak punya hak sama sekali untuk menentukan siapa yang harus menjadi idola.

Banyak anak muda yang memakai kaos oblong dan topi bergambar Che Guevara atau Mao Zedong. Mereka melakukannya karena tidak menemukan idola dan pahlawan yang sesuai dengan ekspektasi mereka. Ketika mereka membutuhkan ideola, pilihan jatuh kepada dua tokoh komunis itu.

Kita banyak menyaksikan orang memakai kaos bergambar wajah para politisi. Mereka memakainya bukan karena kagum, apalagi menjadikan politisi itu sebagai idola. Mereka mendapat kaos itu gratis–plus amplop sogokan–saat kampanye pemilu legislatif dan eksekutif.

Fenomena bendera One Piece menjadi kontroversi dan banyak mendapat reaksi dari banyak pejabat. Mereka berkomentar dan mengancam, seperti tidak ada pekerjaan lain yang lebih urgen.

Untunglah Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan bahwa pengibaran bendera One Piece tidak perlu dipermasalahkan. Ia menganggapnya bagian dari kreativitas masyarakat.

Mungkin Prabowo ingat semboyan di bus kota, ‘’Sesama Bajak Laut Dilarang Saling Mendahului’’. Hidup Bajak Laut. Merdeka!

History atau His Story?

Sejarah ditulis oleh para pemenang. Para pemenang akan menentukan mana yang menjadi sejarah dan mana yang harus dihapus atau disembunyikan. Setiap rezim yang berkuasa akan mempunyai versi sejarahnya masing-masing.

Rezim Prabowo Subianto juga ingin punya versi sendiri mengenai sejarah. Maka dia menugaskan Menteri Kebudayaan Fadli Zon (atau inisitaif Fadli sendiri) untuk menulis ulang sejarah Indonesia. Tentu saja, sesuai dengan versi yang diinginkan oleh Prabowo.

Sejarah bukan sekadar kumpulan kronologis peristiwa. Sejarah adalah proses untuk ‘’menjadi’’. Sebuah dialektika antar sintesa dan antitesa yang menghasilkan puncak sejarah. Itulah yang diyakini oleh Francis Fukuyama ketika ia memproklamasikan ‘’The End of History’’, sejarah telah berakhir dengan kemenangan liberalisme-kapitalisme.

Bagi Fukuyama, ambruknya rezim Uni Soviet pada 1989 adalah puncak sejarah yang menandai kemenangan liberalisme-kapitalisme atas komunisme. Liberalisme dan kapitalisme yang dipimpin oleh Amerika Serikat menjadi pemenang tunggal dalam perebutan hegemoni dunia.

Fukuyama mengadopsi dialektika Hegel yang meyakini bahwa sejarah akan sampai pada ujung yang bersifat langggeng. Bahwa hegemoni Amerika di dunia tidak akan berubah. Bahwa sekarang Amerika terancam oleh kekuatan China, itu hanya bagian dari dialektika. Pada akhirnya pemenangnya adalah liberalisme-kapitalisme.

Ibnu Khaldun tidak percaya pada akhir sejarah. Dalam pandangan Khaldun dunia berputar seperti roda pedati, kadang di atas kadang di bawah. Panta Rei, atau Cakra Manggilingan dalam terminologi Jawa. Kemenangan, kekuasaan, akan berputar di antara bangsa-bangsa, sebagaimana tersurat dalam Al-Quran.

Rezim Prabowo mungkin lebih memilih pandangan dialektika Hegel, supaya kekuasaannya langgeng. Penulisan ulang sejarah nasional merupakan upaya pelanggengan itu.

Melalui penulisan ulang sejarah itu rezim Prabowo ingin mengontrol pengetahuan bangsa Indonesia mengenai sejarah. Episteme, dalam istilah Michael Foucault, adalah cara seseorang atau sekelompok orang berpikir, memandang, menguraikan dan memahami kenyataan. Siapa yang bisa mengontrol episteme dia akan memperoleh kekuasaan.

Knowledge and Power, pengetahuan dan kekuasaan adalah dua wajah dari satu mata uang logam. Tidak ada power tanpa knowledge. Sebaliknya, knowledge akan menghasilkan power. Karena itu rezim-rezim penguasa selalu mengontrol knowledge untuk memperkuat dan mempertahankan kekuasaannya.

Itulah yang dilakukan oleh Soeharto ketika berkuasa. Ia menulis ulang sejarah Indonesia menurut versinya sendiri. Di zaman itu sejarawan Noegroho Notosusanto ditugasi untuk menulis sejarah Indonesia versi Soeharto, Maka Soeharto tampil sebagai hero, dan Sukarno sebagai villain, si orang jahat.

Foucault tidak melihat sejarah sebagai sebuah kontinuitas. Menurut Foucault, sejarah adalah diskontinuitas. Segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup manusia senantiasa terjadi diskontuitas, fragmentatif, dan acak.

Foucault menolak konsep sejarah yang selalu mengandaikan rangkaian peristiwa yang terjalin secara berkesinambungan, tertata dengan prinsip kausalitas, dan mengandaikan adanya satu pusat yang merupakan titik tolak ataupun titik tuju. Dalam perspektif ini kekuasaan rezim Prabowo pun bagian dari fragmen yang acak yang akan digantikan oleh fragmen yang lain.

Salah satu episode sejarah yang akan ditulis ulang oleh Fadli Zon adalah periodesasi penjajahan Belanda di Indonesia. Buku-buku sejarah di sekolah mengajarkan bahwa Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun. Tentu menimbulkan pertanyaan, karena Indonesia baru lahir menjadi negara-bangsa pada 1945.

Lain lagi kalau yang dimaksud adalah penjajahan terhadap wilayah Hindia Belanda yang kemudian menjadi Indonesia setelah kemerdekaan. Secara total wilayah Hindia Belanda baru menyerah total setelah berakhirnya Perang Aceh pada 1904. Belanda kemudian hengkang dari Hindia setelah dikalahkan oleh Jepang pada 1942.

Gagasan untuk menggugat sejarah penjajahan Belanda bukan ide baru. Gagasan itu sudah bergulir lama sejak era 1990-an. Tokoh yang paling vokal ialah sejarawan Taufik Abdullah. Menurutnya penjajahan 350 tahun hanya mitos. Yang terjadi justru Belanda memerlukan lebih dari 300 tahun untuk menaklukkan beberapa daerah di Hindia Belanda.

Jika Fadli Zon menulis ulang episode ini dia bisa mendapatkan apresiasi. Tetapi, di balik penulisan ulang itu muncul banyak kecurigaan bahwa Fadli ingin menulis ulang sejarah menurut versi rezim Prabowo.

Salah satu yang paling disorot adalah peran Prabowo dalam proses Reformasi 1998. Salah satu episode paling krusial adalah peran Prabowo dalam operasi Tim Mawar yang diyakini terlibat dalam penculikan dan penghilangan sejumlah mahasiswa dan aktivis demokrasi.

Episode itu menjadi salah satu yang paling kelam dalam sejarah reformasi Indonesia. Prabowo dianggap terlibat dalam pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) berat pada periode itu. Sampai sekarang penyelesaian kasus itu masih mengambang.

Para orang tua aktivis yang hilang sampai sekarang tetap menuntut agar Prabowo bertanggung jawab. Di bagian lain, Prabowo sudah berhasil merangkul para mantan korban penculikan dan memberinya konpensasi sebagai wakil menteri di kabinetnya sekarang.

Wakil menteri Komdigi Nezar Patria dan wakil menteri perindustrian Faisol Reza, dan Budiman Sudjatmiko adalah korban penculikan yang sekarang menjadi pendukung kabinet Prabowo. Sebelumnya sudah ada almarhum Desmon Mahendra yang menjadi angota DPR dari Partai Gerindra.

Episode penting lainnya yang banyak ditunggu adalah episode pemerintahan Soeharto. Banyak yang mencurigai penulisan ulang ini akan membersihkan nama Soeharto. Ujungnya akan memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto.
Ini akan menjadi ironi karena Fadli Zon pernah menjadi aktivis reformasi 1998.

Proyek penulisan ulang ini akan menjadi ujian integritas bagi Zon. Selama ini ia dianggap sebagai genre politisi yang intelek dan berintegritas. Tetapi ketika menjadi bagian dari rezim Prabowo ternyata Fadli Zon tidak ada bedanya dari politisi pada umumnya.

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia ini akan menjadi bukti apakah Prabowo akan benar-benar menulis ‘’history’’ (sejarah), atau sekadar menulis ‘’his story’’ cerita versi dirinya sendiri.

Penundaan Pemilu dan Penjahat Demokrasi

KEMPALAN: ISU penundaan pemilu tidak pernah mati dan terus menjadi perdebatan politik yang menggelinding. Beberapa menteri kabinet Jokowi pernah melontar isu itu. Beberapa ketua partai politik juga pernah melontar isu itu. Semuanya menjadi layu sebelum berkembang. Tetapi, tiba-tiba saja muncul keputusan penundaan pemilu dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Keputusan ini menggemparkan dan tidak terpikirkan sebelumnya. Para aktivis yang menolak wacana penundaan pemilu tidak ada yang menduga bahwa keputusan itu akan datang dari pengadilan, karena pengadilan negeri tidak mempunyai kewenangan untuk mengadili sengketa pemilu.

Tetapi, ternyata serangan telak muncul dari sisi yang tidak terduga sama sekali. Para aktivis menyebut keputusan pengadilan untuk menunda pemilu sampai 2025 ini merupaka keputusan yang disusupi oleh kepentingan politik. Keputusan ini dicurigai sebagai keputusan titipan dari sebuah gerakan besar yang menyusun skenario untuk menunda pemilu.

Para ahli hukum menuding para hakim yang mengambil keputusan itu sebagai bagian dari jaringan skenario penundaan pemilu. Banyak yang mendesak supaya anggota majelis hakim diperiksa oleh Komisi Yudisial. Banyak juga yang mendesak agar hakim-hakim itu dipecat.

BACA JUGA: ASN Crazy RichAnies The Super Star

Penolakan publik pun sangat keras. Hampir tidak ada satu pun suara yang mendukung keputusan pengadilan itu. Kalau keputusan ini diaggap sebagai bagian dari tes ombak, maka hasilnya sudah jelas, bahwa publik menolak keras penundaan pemilu dengan alasan apapun.

Pintu gerakan penundaan rupanya bergeser ke judikatif. Keputusan pengadilan itu mengindikasikan bahwa pintu eksekutif sudah tertutup. Pintu legislatif pun tertutup. Sekarang dicoba masuk lewat pintu judikatif.

Keputusan pengadilan ini menjadi bukti tes ombak yang gagal. Sekarang, tinggal satu pintu besar yang sedang digarap untk membuka pintu penundaan pemilu. Pintu itu adalah pintu Mahkamah Konstitusi (MK) yang sedang menggarap gugatan sistem pemilu terbuka dan tertutup.

Desas-desus yang beredar kencang menyebutkan bahwa MK akan memutuskan pemilu dilaksanakan dengan sistem tertutup. Bersamaan dengan itu MK memerintahkan KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan DPR untuk mengubah undang-undang dan peraturan supaya sesuai dengan sistem pemilu tertutup.

Untuk melakukan perubahan itu MK memberi waktu 3 tahun kepada DPR dan KPU. Sekali tepuk dua lalat mati. Dengan satu keputusan itu MK akan memberi keuntungan kepada partai besar, sekaligus memberikan bonus penundaan pemilu 3 tahun.

BACA JUGA: Anies The Super Star

Itulah sekenarionya. Kalau sampai keputusan itu yang diambil maka perlawanan publik akan semakin besar. Selama ini aktivis civil society membranding para aktor penundaan pemilu sebagai penjahat demokrasi. Daftar nama itu sudah pernah beredar, dan sekarang bisa ditambahi dengan dua lembaga penjahat demokrasi, yaitu Pengadilan Negeri Jakpus dan MK.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyatakan, para tokoh atau pejabat yang melemparkan wacana penundaan pemilihan umum atau perpanjangan masa jabatan presiden merupakan penjahat demokrasi.

Para pejabat penjahat demokrasi versi KontraS yaitu Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

“Mereka yang menyebut wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan/atau penundaan pemilu #PenjahatDemokrasi,” tulis Kontras dalam akun Twitter resminya @Kontras. Kontras mengunggah foto profil masing-masing tokoh yang dinilai sebagai penjahat demokrasi. Masing-masing foto dilengkapi dengan kutipan yang pernah diucapkan oleh para tokoh tersebut.

BACA JUGA: Tik Tok dan Perang Dagang Amerika-China

Foto-foto diberi cap berwarna merah dengan tulisan “Terbukti. Penjahat demokrasi Indonesia”.
Pada foto Luhut misalnya, Kontras menuliskan bahwa Luhut mengklaim memiliki data yang menunjukkan bahwa rakyat Indonesia menghendaki penundaan pemilu. Kemudian, tertera pernyataan langsung Luhut dalam foto tersebut.

Selain kepada Luhut, Tito, dan Muhaimin, Kontras juga memberikan label “penjahat demokrasi” kepada Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Sekretaris Jenderal PSI Dea Tunggaesti, Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Wacana penundaan pemilu dari birokrasi dan partai politik bisa dibilang berhenti. Tidak ada lagi pintu yang bisa dimasuki. Kini pintu yang dibuka adalah pintu pengadilan dan Mahkamah Konstitusi. Publik akan menunggu apakah dua lembaga itu akan masuk dalam daftar lembaga yang menjadi penjahat demokrasi. (*)

Editor: DAD

ASN Crazy Rich

KEMPALAN: Pepatah Inggris mengatakan Inggris “poverty screams, but wealth whispers“, kemiskinan berteriak, tetapi kekayaan berbisik. Makin kaya seseorang, makin dia menyepi menyembunyikan kekayaannya. Semakin kaya seseorang justru makin menginginkan privasi, tidak ingin menjadi pusat perhatian.

Banyak orang-orang kaya bergaya hidup sederhana, makan di warung kaki lima, dan suka berderma. Banyak di antara mereka yang benar-benar tulus menjalani gaya hidup sederhana, tapi banyak juga yang melakukannya untuk menyembunyikan kekayaannya dari kejaran pajak.

Petugas pajak itu sama dengan perampok, tetapi dilindungi oleh hukum. Tanpa aturan undang-undang penarikan pajak adalah perampokan. Ungkapan bahasa Inggris menyebutkan, ‘’taxation without law is robbery’’, pajak tanpa hukum adalah perampokan.

Orang kaya menyembunyikan kekayaannya karena takut kepada petugas pajak. Tapi, di Indonesia yang terjadi kebalikannya. Orang-orang pajak malah pamer kekayaan karena tidak ada lagi yang ditakuti.
Sekarang ini di media sosial sedang musim flexing, yaitu pamer kekayaan yang dilakukan oleh orang-orang kaya baru atau nouveau riche. Orang kaya baru sering disebut sebagai OKB, adalah golongan sosial yang terdiri atas orang-orang yang menjadi kaya raya dalam waktu sangat cepat.

Ada kalanya mereka kaya mendadak dalam satu generasi. Namun, bisa juga lebih cepat dari itu, hanya dalam hitungan tahun saja. mereka mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar dalam waktu cepat, sehingga taraf hidup mereka melambung jauh di atas strata sosial-ekonomi yang lazim.

BACA JUGA: Anies The Super Star

Fenomena yang viral di media sosial sekarang adalah kebiasaan flexing yang dilakukan oleh para OKB. Pamer kekayaan OKB di media sosial dilakukan secara amat berlebihan. Media sosial memungkinkan fenomena flexing menjadi tren yang digilai banyak orang. Dahulu pamer kekayaan dianggap tabu, dilarang, dan tidak pantas, tetapi kini jadi hal yang umum.

Beberapa hal yang sering dipamerkan seperti saldo ATM, uang yang bertumpuk, pakaian mahal, jet pribadi, liburan ke luar negeri, tas mewah, mobil mewah, dan sederet barang mewah lainnya. Lalu muncullah sebutan ‘’crazy rich’’ dan ‘’sultan’’ untuk menggambarkan anak-anak muda yang kaya raya secara mendadak itu. flexing atau pamer dilakukan untuk mencapai beragam tujuan, di antaranya menunjukan status dan posisi sosial, menciptakan kesan bagi orang lain, dan menunjukan kemampuan.

Flexing di dunia digital sekarang dilakukan oleh orang yang suka memamerkan kekayaan yang sebenarnya tidak mereka miliki. flexing berarti orang yang palsu, memalsukan, atau memaksakan gaya agar diterima dalam pergaulan tingkat tinggi.

Di Indonesia sederetan anak-anak muda tiap hari flexing di media sosial memamerkan semua kekayaannya, mulai barang-barang branded sampai pesawat jet pribadi. Banyak yang bertanya-tanya dari mana uang mereka yang begitu banyak.

BACA JUGA: Tik Tok dan Perang Dagang Amerika-China

Setidaknya sekarang sudah terungkap bahwa sebagian mereka terlibat dalam bisnis haram dengan meng-endorse aplikasi investasi bodong. Dua anak muda OKB, Indra Kenz dan Donny Salmanan sudah ditangkap polisi, diadili, dan masuk bui.

Fenomena yang tidak lazim muncul beberapa waktu belakangan ini. Jajaran anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ramai-ramai melakukan flexing pamer kekayaan. Kasus yang terbongkar adalah flexing oleh Mario DS anak kandung pegawai Dirjen Pajak Rafael Alun Trisambodo.

Ternyata bukan Rafael Alun saja yang suka flexing. Banyak sekali koleganya yang flexing pamer barang mewah. Salah satunya adalah Kepala Bea Cuka Yogjakarta Eko Darmanto. Bukan hanya motor gede dan mobil antik dipamerkan. Pesawat Cessna pun ia pamerkan. Ia pun langung dicopot dari jabatannya.

Pencopotan Eko Darmanto ini tak lepas dari viral perilakunya yang bergaya hidup mewah dan dipamerkan lewat akun media sosialnya. Pencopotan Eko Darmanto dari jabatannya ini disampaikan oleh Wamenkeu Suahasil Nazara dalam pers di Kemenkeu RI, Rabu 1 Maret 2023. Suahasil membeberkan alasan pencopotan Eko ini untuk memudahkan pemeriksaannya yang dilakukan oleh Kemenkeu RI.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan memeriksa Rafael Alun, dan menyimpulkan ada geng di Kementerian Keuangan. KPK tengah menelusuri pola yang berkaitan dalam pelacakan aset kekayaan pejabat di Kementerian Keuangan. Hal ini nantinya bisa membantu KPK dalam mengungkap pejabat Kementerian Keuangan lainnya yang memiliki aset kekayaan janggal seperti Rafael Alun.

KPK pun bicara soal peluang memeriksa pihak lain yang diduga termasuk geng Rafael. KPK memastikan banyak orang lain yang masuk dalam geng Rafael.

BACA JUGA: Bumi yang Tidak Bisa Dihuni

Geng ini bukan sejenis geng motor anak-anak milenial yang suka kebut-kebutan dan memalak orang di pinggir jalan. KPK menjelaskan arti geng terkait dengan Rafael Alun adalah pola relasi di antara pejabat Kementerian Keuangan yang dinilai memiliki kasus serupa dengan Rafael Alun.

Dorjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai dikenal sebagai tempat basah. Orang-orang di dalamnya terkenal banyak yang kaya rara dan hal itu dianggap sebagai hal yang wajar, taken for granted. Masyarakat sudah mafhum bahwa bekerja di dua tempat itu identik dengan tempat basah yang penuh uang.

Kasus ini menjadi sorotan karena kecelakaan akibat kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anak Rafael Alun. Sekarang KPK mengejar-ngejar mereka. Tapi tidak akan lama, dan praktik lama akan tetap berjalan seperti biasanya. Pamer kekayaan akan terjadi lagi.

Kalau KPK serius memeriksa orang-orang pajak dan bea cukai, mungkin bukan hanya geng yang terungkap, tapi jaringan mafia yang sudah berurat berakar. (*)

Editor: DAD

Anies The Super Star

KEMPALAN: Kepingan ‘’puzzle’’ partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan akhirnya sempurna setelah Partai Demokrat secara resmi mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden, Kamis (3/2). Partai Demokrat menggenapi kepingan puzzle yang sebelumnya sudah dirangkai oleh Partai Nasdem dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyoni (AHY) menyatakan, Anies Baswedan kini menjadi pemimpin bagi Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

AHY menyatakan, Anies kini sudah mendapatkan dukungan resmi dari ketiga partai tersebut sehingga nasib Koalisi Perubahan akan ditentukan oleh Anies sebagai pemimpin. “You are the leader, you are the superstar and you will command Koalisi Perubahan ini, sehingga berlayar dan tidak berlayarnya, seberapa jauh kita berlayar, dan seberapa cepat you will lead us all,” kata AHY.

Hal ini disampaikan AHY setelah mengumumkan secara resmi dukungan Partai Demokrat kepada Anies untuk menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024. Ia mengatakan, dengan dukungan Demokrat, Koalisi Perubahan resmi terbentuk untuk mengusung Anies sebagai calon presiden.

BACA JUGA: Tik Tok dan Perang Dagang Amerika-China

Ia pun menegaskan bahwa Partai Demokrat akan senantiasa membantu Anies dalam pencalonannya agar bisa mewujudkan perubahan dan perbaikan. Menurut dia, perubahan dan perbaikan diinginkan oleh masyarakat Indonesia yang saat ini tengah didera berbagai persoalan.

Anies Baswedan The Super Star menjadi tagline baru yang muncul setelah Surya Paloh menyebut Anies Baswedan ‘’The Best’’. Hal itu diungkapkan Surya Paloh saat mendeklarasikan Anis Baswedan sebagai calon presiden dari Partai Nasdem pada 3 November 2022.

Manuver Partai Nasdem itu mengejutkan. Banyak yang bertanya-tanya mengapa Nasdem memilih Anies, dan mengapa Nasdem mengumumkannya begitu cepat. Surya Paloh dengan tegas menjawab pertanyaan itu dengan satu kalimat tanya, ‘’Why Not the Best?’’

Tidak ada keputusan atau pilihan politik yang bebas dari risiko. Demikian pula yang dihadapi Nasdem dengan pilihannya yang jatuh kepada Anies. Menurut Surya Paloh, pasti akan ada yang tidak suka, ada yang dengki, dan bahkan akan ada yang berkhianat. Tetapi, Surya Paloh menegaskan semuanya harus siap dihadapi oleh Nasdem.

Surya Paloh menjawab isu mengena politik identitas yang selama ini disematkan kepada Anies Baswedan oleh musuh-musuhnya. Identitas, menurut Paloh, diperlukan dalam politik untuk menunjukkan jati diri. Politik identitas akan positif kalau menjadi kekuatan pemersatu. Politik identitas akan negatif ketika dipakai untuk kepentingan jangka pendek yang memecah belah.

BACA JUGA: ChatGPT dan Masa Depan Manusia

Dengan deklarasi ini Surya Paloh bisa meniadi jembatan antara pemerintahan lama dengan pemerintahan baru yang mungkin dipimpin Anies. Selama ini ada stigma bahwa dia berseberangan dengan Jokowi. Tapi Surya Paloh menjamin bahwa dia akan menjaga Jokowi sampai tuntas.

Oleh sebagian orang Anies Baswedan ditempatkan sebagai antitesa Jokowi. Hal itu menempatkan Anies pada posisi diametral yang beseberangan dengan Jokowi. Posisi itu sedikit banyak akan merugikan Anies karena Jokowi masih mempunyai segmen pemilih loyal yang cukup besar.

Pesaing Anies memanfaatkan isu itu dengan mengambil positioning sebagai calon presiden yang bakal direstui Jokowi. Dialah Prabowo Subianto. Dalam berbagai kesempatan Prabowo menunjukkan dirinya sebagai anak manis yang penurut kepada Jokowi. Prabowo jelas ingin mendapatkan restu dari Jokowi dan mendapatkan limpahan dukungan dari loyalis Jokowi.

Deklarasi dari Partai Demokrat menempatkan Anies Baswedan dalam posisi pole position terdepan. Satu langkah strategis lagi yang harus segera diambil adalah menentukan calon pendamping Anies. Inilah langkah yang palimg tricky yang harus diambil oleh Anies.

BACA JUGA: Bumi yang Tidak Bisa Dihuni

Nasdem sudah memberi cek kosong kepada Anies untuk memilih calon pendamping sendiri. PKS juga sudah melepas keinginannya untuk menempatkan kadernya sebagai pendamping Anies. Sekarang, Partai Demokrat ditunggu keikhlasannya untuk melepas ambisinya menempatkan AHY sebagai pendamping Anies.

Di antara sekian banyak nama yang diincar sebagai calon wakil presiden, AHY masih tetap menjadi salah satu yang potensial. AHY tentu juga berharap akan dipilih oleh Anies sebagai pendamping. Tetapi, dari pernyataan AHY dalam deklarasi tersirat bahwa ia harus ikhlas mendeklarasikan Anies tanpa reserve.

“You are the leader, you are the super star and you will command Koalisi Perubahan, you will lead us all,” kata AHY. (*)

Editor: DAD

Bumi yang Tidak Bisa Dihuni

KEMPALAN: Cuaca buruk dan banjir serta berbagai jenis bencana alam terjadi susul menyusul di Indonesia. DKI Jakarta tetap menjadi langganan banjir, Jawa Tengah terendam air berbulan-bulan. Banjir meluas di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.

Bumi akan semakin terancam oleh bencana alam yang muncul akibat salah kelola lingkungan oleh manusia. Jika kondisi ini berlanjut tanpa terobosan yang revolusioner, tidak mustahil bumi ini akan menjadi planet yang tidak lagi layak huni.

Bumi berada dalam kondisi bahaya. Kita sudah mendapatkan peringatan ‘’red code’’ kode merah yang menjurus pada situasi berbahaya. Sekjen PBB Antonio Gutteres menyampaikan peringatan bahaya itu. Guterres mengatakan bahwa kode merah itu berlaku untuk semua negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Gutteres menyatakan bahwa pemanasan global telah menjadi penyebab bencana cuaca ekstrem di seluruh dunia ini. Kalau manusia tidak mengambil sikap tegas dan masih menjalankan hidup ‘’business as usual’’ maka dalam 20 tahun kedepan cuaca ekstrem berisiko tidak lagi dapat dikendalikan.

Belasan ribu studi yang berkaitan dengan perubahan iklim menunjukkan bahwa penyebab utama kenaikan suhu adalah pembakaran bahan bakar fosil. Salah satunya industri pembangkit listrik yang mayoritas bahan bakarnya masih menggunakan batubara.

Indonesia adalah salah satu penghasil dan pengekspor batubara terbesar di dunia. Karena itu kita bisa tahu seberapa besar dosa kita terhadap lingkungan. Belum lagi pembakaran dan pembalakan hutan liar yang masih tetap menjadi aktivitas yang tidak bisa dihentikan, karena kurangnya tekad politik.

BACA JUGA: ChatGPT dan Masa Depan Manusia

Kenaikan suhu bumi sebesar 1.1°C kelihatannya angka yang kecil. Namun efek yang ditimbulkan sangatlah besar dan destruktif. Yang sudah terjadi sekarang ini adalah hujan dengan intensitas tinggi, siklon tropis, banjir, dan musim kemarau yang semakin panjang dan menjadi penyebab kebakaran skala besar.

Efek lain perubahan iklim yang sangat mengkhawatirkan adalah gelombang panas ekstrem yang terjadi beberapa bulan terakhir, yang menyebabkan sebagian besar wilayah Eropa dan Amerika mengalami panas ekstrem dan kebakaran hutan di ratusan titik.

Akibat pemanasan global, daratan yang selama ini dianggap beku permanen atau permafrost meleleh, dan bahkan terjadi kebakaran besar di wilayah Siberia. Hal ini sangat mengherankan karena Siberia merupakan wilayah berpenghuni dengan cuaca paling dingin di dunia.

Sektor pertanian juga akan terancam. Jika suhu bumi terus memanas maka perubahan iklim akan mengubah ritme musiman, yang bisa mengakibatkan penurunan produktifitas hasil pertanian secara signifikan, termasuk risiko gagal panen akan semakin sering terjadi.

BACA JUGA: Pajak dan Demokrasi

Perubahan iklim ini juga bakal menyebabkan perubahan pola cuaca di seluruh dunia. Akibatnya akan semakin sering terjadi gelombang panas dan kekeringan dalam waktu panjang, yang akan memicu kebakaran hutan dengan area yang sangat luas.

Ketika turun hujan maka intensitasnya bisa berlangsung selama berhari-hari tanpa henti, hingga terjadi bencana banjir bandang seperti yang baru saja terjadi di Eropa dan Amerika Serikat. Banjir membawa banyak korban, dan kebakaran hutan mengancam keselamatan jiwa manusia di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Bumi bisa menjadi planet yang tidak layak dihuni. Wartawan dan pemerhati lingkungan dari Amerika Serikat David Wallace-Wells menulis buku ‘’Uninhabitable Earth’’ atau Bumi yang Tak Bisa Dihuni (2020). Dia memaparkan faktor-faktor yang membuat planet bumi tidak layak huni.

Dulu ada era yang disebut sebagai Antroposen, yang merupakan zaman keemasan manusia. Ketika itu manusia bisa mengendalikan bumi sepenuhnya, dan bisa mamanfaatkan bumi sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhannya.

BACA JUGA: Aib Pajak Sri Mulyani

Era itu telah berakhir. Manusia mengalami perubahan gaya hidup. Berawal dari era pertanian, menetap, beternak, dan berlanjut sampai revolusi industri hingga era globalisasi saat ini. Manusia secara sadar–dan lebih sering tidak sadar–telah menghasilkan emisi karbon yang membuat suhu bumi naik dari tahun ke tahun.

Saat ini saja dengan kenaikan suhu 1,1 derajat selsius kita mengalami berbagai macam bencana yang menghancurkan. Menurut prediksi Wallace-Wells, kalau tren ini tidak dihentikan, dan panas bumi mengalami kenaikan sampai ke angka 5 derajat selsius, maka bumi ini dipastikan tidak akan bisa lagi ditinggali oleh manusia. Itulah saatnya dunia mengalami kiamat.

Beberapa hal yang diprediksi Wallace-Wells adalah panasnya udara yang membuat manusia perlu mendinginkan tubuh, karena ginjal bisa rusak ketika dehidrasi. Penggunaan pendingin udara atau AC tidak bisa dihindari. Saat ini pendingin udara sudah memakan 10% dari penggunaan listrik dunia, dan emisi karbonnya berkontribusi besar terhadap bertambah panasnya udara. Siklus ini naik setiap tahun dan tidak bisa kita hindari.

Bencana besar yang mengancam adalah kelaparan. Padi-padian dan jagung merupakan bahan makanan pokok bagi 2/3 penduduk bumi. Saat ini suhu udara rata-rata di bumi sudah optimal bagi kehidupan jenis-jenis tanaman tersebut, artinya jika suhu makin memanas maka akan mempengaruhi pertumbuhan, mengurangi kandungan gizi, dan menurunkan angka panennya.

BACA JUGA: Ronaldo, Muhammadiyah, dan Ka’bah Baru

Dengan jumlah manusia di dunia yang sekarang mencapai 7 miliar, kita bisa membayangkan bagaimana mulut-mulut itu harus diberi makan. Di zaman pertengahan, Thomas Malthus meramalkan terjadinya kelaparan besar di dunia karena pertumbuhan manusia yang terlalu besar ketimbang pertumbuhan makanan. Ternyata nujum itu bisa dipatahkan oleh teknologi pertanian dan budi daya berbagai jenis tanaman. Kali ini, kita tidak bisa lagi mengandalkan hal yang sama untuk menghadapi prediksi bencana besar ini.

Ancaman lainnya adalah banjir besar. Permukaan air akan naik dari tahun ke tahun karena pemanasan global. Kota-kota yang berada di tepi pantai akan terancam tenggelam. Akibatnya banyak pengungsi ke daerah yang lebih tinggi dan aman, dan menyebabkan urbanisasi yang merambah ke hutan dan area pelindung.

Panas ekstrem akan memunculkan banyak kebakaran. Bila pohon mati, baik karena alasan alami, karena api, atau ditebang manusia, maka pohon akan melepaskan karbon ke atmosfer. Kebakaran hutan merupakan umpan balik iklim yang paling ditakuti, karena ketika harusnya hutan berfungsi menyerap karbon ketika kebakaran, malah menjadi sumber karbon yang telah diserapnya.

Kemampuan adaptasi manusia termasuk yang paling hebat dibanding spesies lain di bumi, sehingga manusia mulai terbiasa dengan bencana, dan menganggapnya sebagai hal yang biasa. Manusia menganggap hidup sekarang sebagai normal baru atau new normal. Kenaikan suhu yang ekstrem pun akan dianggap sebagai new normal sampai akhirnya manusia kekurangan air.

BACA JUGA: Zainudin Amali Membuka Pintu Resafel

Jumlah manusia yang terus bertambah menyebabkan munculnya perlombaan menyedot cadangan air dalam tanah atau akuifer. Pertanyaannya bukan apakah air bisa habis, tapi kapan. Laut akan sekarat akibat rusaknya terumbu karang karena limbah manusia. Biota laut akan mati dan nasib penghidupan setengah miliar manusia menjadi taruhan.

Panas global akan membuat udara tak bisa dihirup. Paru-paru butuh oksigen, tapi kandungan karbondioksida terus meningkat dan turut kita hirup ketika bernapas. Jika kandungan karbondioksida meningkat diatas 2 kali lipat maka kemampuan kognitif manusia turun hingga 21 persen.

Jared Diamond dalam buku ‘’Collapse’’ menyebut bahwa beberapa bangsa terdahulu dengan peradaban yang tinggi punah karena kerusakan lingkungan. Kerusakan itu dibuat sendiri oleh manusia, sehingga menyebabkan munculnya ‘’ecoside’’ atau ekosida, bunuh diri lingkungan secara masal.

Kalau hal itu bisa terjadi di masa lalu, sangat mungkin akan terjadi lagi di masa datang. (*)

Editor: DAD

ChatGPT dan Masa Depan Manusia

KEMPALAN: Apakah teknologi akan menggeser peran manusia dan membuat manusia menganggur? Pertanyaan klasik itu muncul setiap kali muncul teknologi baru. Saat ini publik tengah memperbincangkan kemunculan teknologi baru ChatGPT yang disebut-sbut bakal mengambil alih banyak peran manusia.

Chat GPT adalah tools Chatbot berbasis kecerdasan buatan, artifial intelligence (AI) dari OpenAI. Belakangan ini, Chat GPT tengah naik daun. Chat GPT kini banyak digunakan orang karena chatbot AI gratis ini bisa menjawab berbagai pertanyaan secara luwes, tidak kaku seperti robot. Alat ini juga bisa menulis narasi dengan bagus, dan bahkan bisa menghasilkan larik-larik kalimat puisi.

Chat GPTyang berbasis teknologi AI ini bisa melakukan berbagai hal dengan cepat dan ringkas. Pekerjaan yang selama ini dilakukan manusia dan memakan waktu lama bisa diambil alih alat ini dengan lebih cepat dan akurat.

Pekerjaan kantor seperti analisa perilaku konsumen, biasanya membutuhkan waktu untuk riset. Tetapi dengan Chatbot ini analisa perilaku konsumen dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Pekerjaan layanan seperti customer service yang biasanya dilakukan manusia akan diambil alih oleh Chat GPTkarena lebih efektif dan efisien.

Chat GPTjuga dapat membantu mengoptimalkan dan meningkatkan efisiensi di berbagai sektor industri, seperti manufaktur, keuangan, dan transportasi. Keahliannya menjawab pertanyaan terkait berbagai macam ide membuat pekerjaan seperti content writing dan copywriting akan diambil alih oleh mesin dari manusia.

Chatbot ini dapat digunakan untuk melakukan berbagai tugas yang berkaitan dengan bahasa, seperti menerjemahkan bahasa, memahami bahasa alami, dan menghasilkan teks baru dengan gaya dan topik yang diinginkan. Saat ini, penggunaan Chat GPToleh kalangan praktisi informatika masih relatif baru dan terbatas. Namun, perkembangan dari teknologi ini akan semakin luas di masa depan
Chat GPTsering dipakai pelaku industri kreatif untuk mencari konsep. Hal ini dapat menciptakan layanan yang lebih baik, cepat, dan murah. Perusahaan-perusahaan besar akan mengadopsi teknologi untuk menggantikan manusia karena efisiensi akan menghasilkan produktifitas yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Pajak dan Demokrasi

Manusia mulai menyadari segala sesuatu sebagai sebuah algoritma. Algoritma merupakan rangkaian kode yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Misalnya jika ingin membuat kue, maka algoritmanya memerlukan rangkaian langkah-langkah seperti mencampur bahan, mengaduk, mencetak dan memanggang. Dunia kemudian dianggap sebagai sebuah algoritma yang bisa dikuasai manusia dengan mengembangkan ilmu pengetahuan untuk menaklukannya.

Pekerjaan koki atau chef yang dulu hanya bisa dilakukan oleh manusia akan diambil alih oleh Chatbot. Pekerjaan jurnalis dan sastrawan yang dulu hanya bisa dilakukan oleh manusia yang punya keterampilan khusus, sekarang terancam akan diambil alih oleh mesin berbasis algoritma dan kecerdasan buatan.

Ilmu kedokteran yang dulu dikuasai manusia, sekarang pelan-pelan sudah diambil alih oleh mesin. Operasi berbagai macam penyakit akan diambil alih oleh mesin, karena akurasinya jauh lebih tinggi ketimbang dokter spesialis.

Kemajuan teknologi memungkinkan manusia melakukan apa saja. Banyak manusia yang kemudian merasa bahwa teknologi akan menggantikan peran Tuhan. Ahli filsafat sejarah Prof. Yuval Noah Harari mengatakan bahwa kemajuan teknologi sekarang membuat manusia ingin mengambil alih peran tuhan.

Dalam bukunya ‘’Homo Deus’’ Harari mengatakan teknologi telah menggeser peran agama. Ketika doa dan puja-puji dianggap belum tentu memberikan secara nyata dalam wujud material apa yang diinginkan manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi menjanjikan suatu kepastian hasil.

BACA JUGA: Aib Pajak Sri Mulyani

Menurut Harari, ketika belum menemukan ilmu pengetahuan, manusia menyembah alam. Setelah itu muncul ide mengenai agama yang memperkenalkan konsep Tuhan. Tetapi, kemudian manusia menemukan pencerahan dan bisa memaksimalkan peran otaknya untuk menciptakan ilmu pengetahuan.

Manusia yang merasa tercerahkan menemukan bahwa nasib manusia tergantung kepada manusia sendiri, bukan yang lain. Kalau manusia bisa menundukkan alam, maka ia akan menjadi penguasa alam.

Ketika manusia masih berpikiran kuno mereka menyembah Firaun. Setelah menemukan ilmu pengetahuan mereka tidak lagi menyembag Firaun. Sebagai gantinya mereka menyembah Tuhan baru, misalnya Elvis Presley.

Manusia dulu memuja Firaun bagai Tuhan, melakukan apa yang disuruh olehnya, bahkan memujanya ketika dia sudah mati. Ternyata ribuan tahun setelah Firaun, manusia masih melakukan hal yang kurang lebih sama dengan pemujaan terhadap bintang pop, idola, atau tokoh politik kesayangan. Teknologi dan media sosial saat ini bahkan memungkinkan manusia untuk mengikuti gerak-gerik idolanya tiap saat, dan kecenderungan pemujaan dan pemaknaan terhadap idola mereka pun meningkat seiring aktivitas pemujaan tersebutt.

Harari yang punya latar belakang Yahudi-liberal—ia menikah dengan sesama laki-laki—terkesan melecehkan peran agama dalam masyarakat modern. Ia melihat agama hanyalah sebuah fiksi yang dipercayai orang banyak, sehingga menjadi penuntun hidup, walaupun manfaat agama tidak dapat dirasakan secara riil. Berbeda dengan pertumbuhan ekonomi, kapitalisme, dan materialisme yang dianggap bisa menyelesaikan masalah secara nyata.

BACA JUGA: Ronaldo, Muhammadiyah, dan Ka’bah Baru

Teknologi yang melahirkan kemajuan kedokteran dan farmasi juga dianggap menggantikan peran agama. Harari memberi contoh bagaimana antibiotik dapat lebih nyata menyembuhkan manusia jika dibandingkan dengan doa.

Sebenarnya sudah bisa diduga, ketika manusia memilih mengedepankan teknologi dan mengesampingkan norma dan etika, maka kekacauan lah yang akan terjadi. Kedokteran abad ke-20 bertujuan untuk menyembuhkan orang sakit, sedangkan kedokteran abad ke-21 bertujuan untuk memperbarui orang sehat.

Orang tua bisa saja memiliki prinsip dan menolak memberikan suplemen untuk membuat anak menjadi lebih pintar bahkan jenius, namun apa yang terjadi ketika anak-anak lain menjadi jenius karena diberikan suplemen itu dan anak Anda tertinggal? Tidakkah pada akhirnya kita ikut memanfaatkan temuan kedokteran canggih itu?

Harari menjabarkan bahwa gambaran hipotesis situasi tersebut mungkin tidak lama lagi bisa terjadi di dunia kita sekarang. Intinya, manusia berlomba-lomba menjadi yang terbaik, terhebat, teratas, terdepan, bagaimanapun caranya.

BACA JUGA: Zainudin Amali Membuka Pintu Resafel

Selain pembaruan terhadap manusia, teknologi juga memberikan kemungkinan tak terbatas pada pengembangan kecerdasan buatan. AI digambarkan sebagai pedang bermata dua. Manusia diharapkan untuk tetap bijaksana dalam menghadapi segala sesuatu. Namun, dari hari ke hari hal ini akan terasa makin sulit untuk dilakukan.

Di saat manusia makin terlena karena kemudahan teknologi, robot dan algoritma akan mengambil alih peran manusia. Manusia akan menjadi budak teknplogi karena manusia dengan sukarela menyerahkan semua data kepada mesin.

Manusia dengan senang hati menyerahkan data kepada komputer, tablet, smartphone, yang secara global terhubung melalui keajaiban internet. Semua data itu menjadi big data yang tersimpan di cloud atau awan data. Dengan data itu lahirlah mesin pintar yang bisa menjawab nyaris semua pertanyaan dan kebutuhan manusia.

Sejumlah ilmuwan yang berkumpul di Eropa mendiskusikan kemungkinan munculnya teknologi yang bisa melahirkan manusia super dengan otot kawat tulang besi ala Gatotkaca, dan kecerdasan super jenius melebihi Einstein. Ketika bayi masih menjadi embrio, ilmu kedokteran bisa mendeteksi semua kelemahan otak dan mengantisipasi berbagai macam penyakit berbahaya. Kelemahan-kelemahan itu kemudian bisa diantisipasi lebih awal untuk menghasilkan manusia super.

BACA JUGA: Profesor Joki

Dengan kemajuan teknologi secanggih itu bagaimana masa depan Tuhan dan agama? Firaun sudah menemukan kehancurannya sendiri akibat bermain sebagai Tuhan. Humanisme kolektif mewujud dalam komunisme yang akhirnya hancur. Humanisme individual dalam bentuk Nazisme Hitler juga menemui kehancuran. Kapitalisme-liberal pun akan menemui nasib yang sama ketika bermain sebagai Tuhan dan mengambil alih peran agama.

Ilmu pengetahuan dan teknologi bisa menghasilkan apa saja. Tetapi, teknologi tidak bisa memproduksi aqal, qalbu, dan ruh. Disitulah peran Agama dan Tuhan yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. (*)

Editor: DAD

Pajak dan Demokrasi

KEMPALAN: Sebelum lahir Magna Carta pada abad ke-13, di Inggris masyarakat pernah menolak membayar pungutan pajak atau upeti kepada raja. Tidak ada pajak tanpa keterwakilan rakyat di parlemen atau wakil rakyat yang membela kepentingan rakyat. Itulah awal mula lahirnya konsep demokrasi berdasarkan ketewakilan di parlemen.

Sejak adanya Magna Carta muncullah slogan “No taxation without representation”, tidak ada pajak tanpa ada perwakilan di parlemen. Pajak dipungut harus berdasarkan undang-undang yang disahkan parlemen, tidak ada pungutan pajak oleh pemerintah kecuali didasari undang-undang yang disahkan dewan perwakilan rakyat.

Kemudian pada abad ke-18, frasa “No taxation without representation” digunakan di Amerika Serikat semasa revolusi. Rakyat yang semakin berani menentang kekuasaan Inggris bahkan mempopulerkan semboyan baru, “Taxation without Representation is Robbery”, Pemungutan pajak tanpa persetujuan dewan perwakilan rakyat dalam bentuk undang-undang adalah perampokan.

BACA JUGA: Aib Pajak Sri Mulyani

Seorang penjahat yang menodongkan senjata dan meminta sejumlah uang sama saja dengan petugas pajak yang memaksa wajib pajak untuk membayar. Tetapi, penodongan oleh petugas pajak itu sah secara hukum karena didasarkan pada undang-undang.

Perbedaan antara perampokan dan pemungutan pajak yang sah adalah ada dasar undang-undang dan tidak ada dasar undang-undang. Pemungutan pajak sebelum adanya undang-undang merupakan upeti yang haram hukumnya bagi petugas pemungut pajak dan yang memanfaatkan uang pungutan itu.

Pepatah Inggris mengatakan, ada dua hal yang tidak bisa dihindari dalam hidup: mati dan pajak. Pajak dan mati sama-sama tidak bisa dihindari. Sampai ke lubang semut pun petugas pajak akan mengejar Anda. Dalam terminologi agama, kematian pasti akan datang meskipun Anda berada dalam perlindungan benteng yang kokoh.

Pepatah itu menyamakan mati dengan pajak. Artinya, tanpa pajak kita bisa mati, dan kalau mencuri uang pajak atau menggelapkan pajak hukumannya bisa hukum mati. Petugas pajak memburu wajib pajak seperti malaikat maut. Setiap tahun kita dikejar-kejar oleh petugas pajak untuk segera menyelesaikan SPT (surat pemberitahuan) pajak.

BACA JUGA: Ronaldo, Muhammadiyah, dan Ka’bah Baru

Uang pajak adalah barang sakral. ‘’The taxpayer’s money’’ harus dimanfaatkan untuk kepentingan pembayar pajak. Korupsi terhadap uang pembayar pajak adalah kejahatan paling berat dalam demokrasi.

Di Indonesia tidak ada istilah uang pembayar pajak. Kalau seseorang melakukan korupsi, ia disebut mencuri uang negara, bukan uang pembayar pajak. Padahal, uang negara itu berasal dari pembayar pajak. Karena itu para koruptor merasa santai saja karena dia tidak merasa mencuri uang pembayar pajak yang dibayarkan oleh para pedagang kaki lima.

Pajak berhubungan langsung dengan demokrasi. Tidak ada pajak tanpa demokrasi. Jargon demokrasi menyebutkan ‘’no tax without representation’’ tidak ada pajak tanpa keterwakilan demokrasi di dewan. Karena itu, pajak sangat esensial bagi demokrasi. Menggarong pajak sama dengan meruntuhkan pondasi demokrasi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikenal sebagai orang yang paling getol mencari uang dari pajak. Mungkin tidak sama dengan Malaikat Izrail sang pencabut nyawa, tapi mungkin agak mirip dengan Grim Ripper, malaikat pencabut nyawa dalam folklore Barat, yang membawa senjata sabit tajam dan memakai jubah hitam bertopeng. Grim Ripper memburu mangsa sampai ke lubang semut.

Beberapa hari terakhir ini Direktorat Pajak yang dibawahi oleh Sri Mulyani menjadi sorotan, karena salah seorang pejabatnya ketahuan menyembunyikan hartanya dengan tidak melaporkannya kepada negara. Kasusnya berawal dari perkelahian anak-anak muda gegara pacar, tapi kemudian merembet menjadi kasus yang bisa menjadi skandal pajak.

BACA JUGA: Zainudin Amali Membuka Pintu Resafel

Pejabat pajak itu bernama Rafael Alun Trisambodo. Anak kandung Alun bernama Mario Dandy Satrio, 20 tahun, terlibat peristiwa kriminal penganiayaan terhadap David Latumahina, 17 tahun. Alun menganiaya David sampai pingsan dan koma.

Peristiwa ini viral dan menjadi trending topic. Kasus ini menjadi viral karena akun media sosial Mario banyak memamerkan kekayaan ayahnya berupa koleksi motor gede Harley Davidson. Mobil Jeep Rubicon yang dipakai Mario mendatangi David ternyata tidak masuk dalam daftar kekayaan Rafael Alun.

Dari sekadar kasus penganiayaan kasus ini akhirnya melebar karena netizen menyoroti gaya hidup Mario yang kerap pamer barang mewah seperti motor gede. Netizen kemudian menelusuri harta orang tua Mario dan terbongkarlah beberapa aib yang bisa mencoreng reputasi kementerian keuangan. Orang tua Mario, Rafael Alun Trisambodo ternyata tidak melaporkan seluruh harta kekayaannya dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Rafael Alun disorot netizen lantaran harta kekayaanya yang dinilai fantastis. Rafael memiliki harta kekayaan Rp 56,1 miliar.

Situasi menjadi tambah runyam karena ayah David, Jonathan Latumahina ternyata menjadi pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor pimpinan Yaqut Cholil Qoumas. David Latumahina diketahui telah menjadi seorang muallaf.

BACA JUGA: Profesor Joki

Gus Yaqut yang juga menjabat sebagai menteri agama menjenguk David dan mengunggah di akun media sosialnya dengan mengatakan ‘’anak kader saya adalah anak saya juga, catat itu’’. Cuitan bernada kesal ini membuat kasus ini semakin panas.

Sri Mulyani bertindak cepat dengan mencopot Rafael dari jabatan dan tugasnya. Dia minta Rafael diperiksa secara teliti agar bisa diberikan hukuman sesuai tindakan disiplin yang telah dilakukan.

Kasus Rafael menjadi aib bagi Sri Mulyani yang selama ini getol menguber-uber para wajib pajak, tapi ternyata, di depan hidung Sri Mulyani sendiri anak buahnya menggelapkan kekayaan, dan sangat mungkin mengakali pajak juga.

Skandal pajak yang paling ramai menjadi perbincangan publik adalah skandal yang melibatkan petugas pajak Gayus Tambunan pada 2010. Gayus merupakan mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. itu menjadi sorotan karena nilai rekeningnya yang fantastis, yakni mencapai Rp 28 miliar. Padahal pangkatnya saat itu masih golongan IIIA.

Dengan status itu, gaji yang dia terima dari Kementerian Keuangan seharusnya hanya sekitar Rp 12,1 juta setiap bulan atau Rp 145,2 juta setahun. Ternyata, Gayus bisa mendapat insentif hingga Rp 100 miliar atau, jika dihitung dengan gajinya terakhir sebagai pegawai negeri sipil, setara dengan gajinya selama 688,7 tahun.

BACA JUGA: Megawati dan Bayi Kuntet

Pengungkapan kasusnya membongkar adanya mafia persekongkolan jahat antara petugas pajak yang seharusnya mempunyai integritas dengan para pejabat dan perusahaan swasta yang korup. Majelis hakim menjatuhkan hukuman pertama bagi Gayus, yakni vonis 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta. Vonis ini jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa, yaitu 20 tahun penjara. Ketika menjalani hukuman Gayus membuat hebih karena tepergok sedang piknik ke Bali dan menonton pertandingan tenis.

Skandal Gayus, dan sekarang skandal Rafael Alun, sangat mungkin bukan satu-satunya. Masih sangat banyak Rafael-Rafael dan Gayus-Gayus lain. Sri Mulyani, The Grim Ripper, harus mengayunkan kapak mautnya ke anak buahnya dulu, sebelum mengayunkan kapak maut kepada rakyat. (*)

Editor: DAD

Aib Pajak Sri Mulyani

KEMPALAN: DUA hal yang tidak bisa dihindari dalam hidup: mati dan pajak. Begitu kata pepatah Barat. Pajak dan mati sama-sama tidak bisa dihindari. Sampai ke lubang semut pun petugas pajak akan mengejar Anda. Dalam terminologi agama, kematian pasti akan datang meskipun Anda berada dalam perlindungan benteng yang kokoh.

Pepatah itu menyamakan mati dengan pajak. Artinya, tanpa pajak kita bisa mati, dan kalau mencuri uang pajak atau menggelapkan pajak hukumannya bisa hukum mati. Petugas pajak memburu wajib pajak seperti malaikat maut. Setiap tahun kita dikejar-kejar oleh petugas pajak untuk segera menyelesaikan SPT (surat pemberitahuan) pajak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikenal sebagai orang yang paling getol mencari uang dari pajak. Mungkin tidak sama dengan Malaikat Izrail sang pencabut nyawa, tapi mungkin agak mirip dengan Grim Ripper, malaikat pencabut nyawa dalam folklore Barat, yang membawa senjata sabit tajam dan memakai jubah hitam bertopeng. Grim Ripper memburu mangsa sampai ke lubang semut.

BACA JUGA: Ronaldo, Muhammadiyah, dan Ka’bah Baru

Beberapa hari terakhir ini Direktorat Pajak yang dibawahi oleh Sri Mulyani menjadi sorotan, karena salah seorang pejabatnya ketahuan menyembunyikan hartanya dengan tidak melaporkannya kepada negara. Kasusnya berawal dari perkelahian anak-anak muda gegara pacar, tapi kemudian merembet menjadi kasus yang bisa menjadi skandal pajak.

Pejabat pajak itu bernama Rafael Alun Trisambodo. Anak kandung Alun bernama Mario Dandy Satrio, 20 tahun, terlibat peristiwa kriminal penganiayaan terhadap David Latumahina, 17 tahun. Alun menganiaya David sampai pingsan dan koma.

Video amatir yang beredar menunjukkan penganiayaan dilakukan oleh Mario terhadap David dengan memukul dan menendang. Video yang memperlihatkan penganiayaan itu beredar luas di sosial media. Dalam video berdurasi 56 detik tampak seorang pria yang diduga David berada pada poisi tertelungkup di jalan.

Seorang laki-laki lain–diduga Mario–menendang David yang dalam posisi telungkup tersebut pada bagian kepala. Sejumlah pukulan dan tendangan terus dilayangkan ke arah kepala David. Samar-samar terdengar suara pria yang mengatakan bahwa dia tidak takut bila David tewas akibat penganiayaan itu.

Tak lama setelahnya, terdengar suara teriakan warga dari kejauhan. Rekaman video itu pun langsung terputus. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka ialah Mario dan rekannya, S. Sementara perempuan A yang juga ada di lokasi kejadian, masih diperiksa. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, video penganiayaan David yang beredar itu direkam oleh S.

Situasi menjadi tambah runyam karena ayah David, Jonathan Latumahina ternyata menjadi pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor pimpinan Yaqut Cholil Qoumas. David Latumahina diketahui telah menjadi seorang muallaf.

BACA JUGA: Zainudin Amali Membuka Pintu Resafel

Gus Yaqut yang juga menjabat sebagai menteri agama menjenguk David dan mengunggah di akun media sosialnya dengan mengatakan ‘’anak kader saya adalah anak saya juga, catat itu’’. Cuitan bernada kesal ini membuat kasus ini semakin panas.

Dari sekadar kasus penganiayaan kasus ini akhirnya melebar karena netizen menyoroti gaya hidup Mario yang kerap pamer barang mewah seperti motor gede. Netizen kemudian menelusuri harta orang tua Mario dan terbongkarlah beberapa aib yang bisa mencoreng reputasi kementerian keuangan. Orang tua Mario, Rafael Alun Trisambodo ternyata tidak melaporkan seluruh harta kekayaannya dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Sri Mulyani bertindak cepat dengan mencopot Rafael dari jabatan dan tugasnya. Dia minta Rafael diperiksa secara teliti agar bisa diberikan hukuman sesuai tindakan disiplin yang telah dilakukan.

BACA JUGA: Profesor Joki

Sri Mulyani pernah mengatakan bahwa Kementerian Keuangan membuka saluran pengaduan Whistleblowing System (WISE). Pengaduan itu ditindaklanjuti dengan rangkaian kegiatan, mulai dari verifikasi sampai investigasi yang bisa berujung penjatuhan hukuman disiplin. Akibatnya, dalam beberapa tahun terakhir, ratusan pegawai Kementerian Keuangan mendapat hukuman disiplin karena terbukti melanggar aturan.

Pada 2022 kemarin, Kementerian Keuangan menerima 185 pengaduan fraud atau kejahatan, yang telah ditindaklanjuti dan berujung pada pemberian hukuman disiplin terhadap 96 pegawai.

Pada 2021 Kementerian Keuangan mendapat 174 pengaduan fraud yang telah ditindaklanjuti dengan hukuman disiplin terhadap 114 pegawai. Pada 2020 saat pandemi, kementerian mendapat pengaduan 128 fraud yang telah ditindaklanjuti, dan telah dikenai hukuman disiplin terhadap 71 pegawai. Dari 2020 hingga 2022, jika ditotal maka ada 311 pegawai Kementerian Keuangan yang mendapat hukuman disiplin.

Di tengah upaya pembersihan ini muncul kasus Rafael Alun Trisambodo, ayah Mario. Kasus ini menjadi viral karena akun media sosial Mario banyak memamerkan kekayaan ayahnya berupa koleksi motor gede Harley Davidson. Mobil Jeep Rubicon yang dipakai Mario mendatangi David ternyata tidak masuk dalam daftar kekyaan Rafael.

BACA JUGA: Megawati dan Bayi Kuntet

Gaya hidup mewah hingga kendaraan mewah seperti Harley dan Rubicon yang tak dilaporkan dalam LHKPN atau Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara menjadi sorotan masyarakat. Rafael disorot netizen lantaran harta kekayaanya yang dinilai fantastis. Rafael memiliki harta kekayaan Rp 56,1 miliar. Mayoritas kekayaannya disumbang tanah dan bangunan yang bernilai Rp 51,9 miliar. Tanah dan bangunan yang dimiliki Rafael berjumlah 11, tersebar di Jakarta, Sleman, hingga Manado.

Sri Mulyani bertindak cepat dengan mencopot Rafael dari jabatan struktural. Kasus Rafael menjadi aib bagi Sri Mulyani yang selama ini getol menguber-uber para wajib pajak, tapi ternyata, di depan hidung Sri Mulyani sendiri anak buahnya menggelapkan kekayaan, dan sangat mungkin mengakali pajak juga.

Aib ini sangat mungkin bukan satu-satunya. Masih sangat banyak Rafael-Rafael lain. Sri Mulyani, The Grim Ripper, harus mengayunkan kapak mautnya ke anak buahnya dulu sebelum mengayunkan kapak maut kepada rakyat. (*)

Editor: DAD

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.