Anies The Super Star

waktu baca 4 menit
Foto: Twitter

KEMPALAN: Kepingan ‘’puzzle’’ partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan akhirnya sempurna setelah Partai Demokrat secara resmi mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden, Kamis (3/2). Partai Demokrat menggenapi kepingan puzzle yang sebelumnya sudah dirangkai oleh Partai Nasdem dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyoni (AHY) menyatakan, Anies Baswedan kini menjadi pemimpin bagi Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

AHY menyatakan, Anies kini sudah mendapatkan dukungan resmi dari ketiga partai tersebut sehingga nasib Koalisi Perubahan akan ditentukan oleh Anies sebagai pemimpin. “You are the leader, you are the superstar and you will command Koalisi Perubahan ini, sehingga berlayar dan tidak berlayarnya, seberapa jauh kita berlayar, dan seberapa cepat you will lead us all,” kata AHY.

Hal ini disampaikan AHY setelah mengumumkan secara resmi dukungan Partai Demokrat kepada Anies untuk menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024. Ia mengatakan, dengan dukungan Demokrat, Koalisi Perubahan resmi terbentuk untuk mengusung Anies sebagai calon presiden.

BACA JUGA: Tik Tok dan Perang Dagang Amerika-China

Ia pun menegaskan bahwa Partai Demokrat akan senantiasa membantu Anies dalam pencalonannya agar bisa mewujudkan perubahan dan perbaikan. Menurut dia, perubahan dan perbaikan diinginkan oleh masyarakat Indonesia yang saat ini tengah didera berbagai persoalan.

Anies Baswedan The Super Star menjadi tagline baru yang muncul setelah Surya Paloh menyebut Anies Baswedan ‘’The Best’’. Hal itu diungkapkan Surya Paloh saat mendeklarasikan Anis Baswedan sebagai calon presiden dari Partai Nasdem pada 3 November 2022.

Manuver Partai Nasdem itu mengejutkan. Banyak yang bertanya-tanya mengapa Nasdem memilih Anies, dan mengapa Nasdem mengumumkannya begitu cepat. Surya Paloh dengan tegas menjawab pertanyaan itu dengan satu kalimat tanya, ‘’Why Not the Best?’’

Tidak ada keputusan atau pilihan politik yang bebas dari risiko. Demikian pula yang dihadapi Nasdem dengan pilihannya yang jatuh kepada Anies. Menurut Surya Paloh, pasti akan ada yang tidak suka, ada yang dengki, dan bahkan akan ada yang berkhianat. Tetapi, Surya Paloh menegaskan semuanya harus siap dihadapi oleh Nasdem.

Surya Paloh menjawab isu mengena politik identitas yang selama ini disematkan kepada Anies Baswedan oleh musuh-musuhnya. Identitas, menurut Paloh, diperlukan dalam politik untuk menunjukkan jati diri. Politik identitas akan positif kalau menjadi kekuatan pemersatu. Politik identitas akan negatif ketika dipakai untuk kepentingan jangka pendek yang memecah belah.

BACA JUGA: ChatGPT dan Masa Depan Manusia

Dengan deklarasi ini Surya Paloh bisa meniadi jembatan antara pemerintahan lama dengan pemerintahan baru yang mungkin dipimpin Anies. Selama ini ada stigma bahwa dia berseberangan dengan Jokowi. Tapi Surya Paloh menjamin bahwa dia akan menjaga Jokowi sampai tuntas.

Oleh sebagian orang Anies Baswedan ditempatkan sebagai antitesa Jokowi. Hal itu menempatkan Anies pada posisi diametral yang beseberangan dengan Jokowi. Posisi itu sedikit banyak akan merugikan Anies karena Jokowi masih mempunyai segmen pemilih loyal yang cukup besar.

Pesaing Anies memanfaatkan isu itu dengan mengambil positioning sebagai calon presiden yang bakal direstui Jokowi. Dialah Prabowo Subianto. Dalam berbagai kesempatan Prabowo menunjukkan dirinya sebagai anak manis yang penurut kepada Jokowi. Prabowo jelas ingin mendapatkan restu dari Jokowi dan mendapatkan limpahan dukungan dari loyalis Jokowi.

Deklarasi dari Partai Demokrat menempatkan Anies Baswedan dalam posisi pole position terdepan. Satu langkah strategis lagi yang harus segera diambil adalah menentukan calon pendamping Anies. Inilah langkah yang palimg tricky yang harus diambil oleh Anies.

BACA JUGA: Bumi yang Tidak Bisa Dihuni

Nasdem sudah memberi cek kosong kepada Anies untuk memilih calon pendamping sendiri. PKS juga sudah melepas keinginannya untuk menempatkan kadernya sebagai pendamping Anies. Sekarang, Partai Demokrat ditunggu keikhlasannya untuk melepas ambisinya menempatkan AHY sebagai pendamping Anies.

Di antara sekian banyak nama yang diincar sebagai calon wakil presiden, AHY masih tetap menjadi salah satu yang potensial. AHY tentu juga berharap akan dipilih oleh Anies sebagai pendamping. Tetapi, dari pernyataan AHY dalam deklarasi tersirat bahwa ia harus ikhlas mendeklarasikan Anies tanpa reserve.

“You are the leader, you are the super star and you will command Koalisi Perubahan, you will lead us all,” kata AHY. (*)

Editor: DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *