Jumat, 19 Juni 2026, pukul : 02:30 WIB
Surabaya
--°C

Muchachos

Lagu Muchachos menggema dimana-mana, di kereta bawah tanah dan bus shuttle. Bendera Argentina digantung di atap dan balkon, dan di jendela-jendela toko di permukiman Doha. Hanya ada satu tim yang mereka inginkan pulang membawa trofi. Ribuan suporter Argentina, menyanyikan lagu-lagu mereka dan bersorak-sorai “Messi, Messi”.

Sebagian suporter sudah berada di dalam stadion jauh sebelum kick-off, menabuh drum, melompat-lompat, dan melambai-lambaikan syal biru-putih di atas kepala mereka. Ketika gambar-gambar para pemain turun dari bus muncul di layar lebar, sorak-sorai yang memekakkan telinga bergema untuk Messi, dan sang pemain bintang mendapat tepuk tangan yang sama ketika nama-nama pemain dibacakan.

BACA JUGA: Charles Martel

BACA JUGA  Catatkan 71 Pukulan, Aji Pradana Menangi Series 3 Metro Golf League 2026

Messi adalah sang Mesias yang menjadi dewa penolong. Ia mencetak gol pembuka dari titik penalti, dengan kalem mengecoh kiper Hugo Lloris. Selama piala dunia berlangsung Messi menjadi algojo penalti yang tidak pernah gagal. Ia membunuh dengan tenang.

Kegembiraan Argentina bertambah ketika Angel di Maria mencetak gol kedua, menutup kerja saa tim yang menakjubkan. Muchachos bergema sekali lagi saat para penggemar melompat-lompat di tribun. Dengan keunggulan 2-0 seolah-olah kemenangan sudah tergenggam di tangan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.