KEMPALAN: Dua puluh tahun setelah namanya mencuat sebagai salah satu talenta muda Portugal paling bersinar di ajang Piala Dunia FIFA 2006, Cristiano Ronaldo masih mempertahankan eksistensinya di pentas sepak bola terbesar itu.
Pada usia 41 tahun, kapten tim nasional (timnas) Portugal itu masih menjadi figur yang paling dikenal dalam dunia sepak bola, bahkan saat sorotan kian bergeser ke generasi yang lebih muda yang dipimpin oleh deretan pemain bintang, seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Erling Haaland.
Ronaldo bermain penuh 90 menit saat Portugal ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik (RD) Kongo pada Rabu (17/6), dengan penampilan yang kurang mengesankan dan menunjukkan rasa frustasi kentara usai gagal memanfaatkan beberapa peluang. Namun, meski menjalani sore yang sulit, dia tetap menjadi salah satu figur sentral dalam turnamen tersebut, berkat pencapaian kariernya yang luar biasa dan konsistensi kehadirannya di lapangan .
Bagi banyak pemain, berlaga di ajang Piala Dunia menunjukkan puncak karier. Bagi Ronaldo, berlaga di Piala Dunia menjadi lembaran hidup yang terus berulang dalam rekam jejaknya sejak 2006, saat penyerang muda Portugal tersebut membantu negaranya menembus babak semifinal di Jerman.
Sejak saat itu, Ronaldo telah mengoleksi hampir seluruh penghargaan bergengsi di level klub. Dia meraih lima gelar Liga Champions UEFA, menggondol beberapa gelar juara liga domestik di Inggris, Spanyol, dan Italia, serta menjadi salah satu pencetak gol paling produktif dalam sejarah olahraga tersebut. Di panggung internasional, dia memegang ban kapten timnas Portugal saat mengantarkan negara itu memenangkan trofi besar pertamanya di ajang Euro 2016 dan kemudian menambahkan dua gelar juara UEFA Nations League.
Tantangan yang dihadapi Ronaldo kini berbeda. Dia bukan lagi sosok penyerang sayap (winger) eksplosif yang meneror bek-bek lawan seperti pada tahun-tahun awal kariernya di Manchester United, atau mesin gol agresif yang mendominasi sepak bola Eropa selama performa puncaknya di Real Madrid.
Faktor usia tak pelak telah mengubah gaya permainannya. Dia tidak lagi mengandalkan kecepatannya seperti dulu, melainkan lebih memanfaatkan penempatan posisi dan pengalamannya untuk memengaruhi jalannya pertandingan.
Saat ditanya apakah Ronaldo akan tampil sebagai starter dalam laga-laga Portugal mendatang, pelatih timnas Portugal Roberto Martinez mengatakan pemilihan akan didasarkan pada kondisi pemain, bukan usia mereka.
“Kami memperlakukan setiap pemain dengan cara yang sama. Kami melakukannya selangkah demi selangkah. Kami akan mengevaluasi setiap pemain. Ini bukan masalah khusus. Kami tidak memperlakukan Cristiano berdasarkan usianya… kami memperlakukannya sesuai dengan kondisinya,” tutur Martinez.
Ronaldo tidak berbicara kepada awak media pascalaga melawan RD Kongo. Namun, dia membagikan pesan singkat di platform media sosial, yang mendorong timnya agar tetap fokus pada tantangan mendatang.
“Ini bukanlah awal yang kami inginkan, tetapi ini masih jauh dari akhir,” tulisnya di platform X. “Tetap semangat dan fokus pada pertandingan berikutnya.”
Pernyataan itu mencerminkan pola pikir yang telah melekat dalam sebagian besar perjalanan kariernya.
Terlepas dari apakah turnamen tersebut berakhir dengan kejayaan atau kekecewaan, posisi Ronaldo dalam sejarah sepak bola telah tercapai sejak lama. Setiap penampilannya kini menambahkan catatan baru ke dalam buku rekor yang dipenuhi oleh berbagai pencapaian monumental.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi