Kamis, 9 Juli 2026, pukul : 09:21 WIB
Surabaya
--°C

Walid Balboa

Dengan pertahanan yang kokoh Maroko bisa menahan gempuran dahsyat pemain-pemain Portugal yang menyerang secara bergelombang. Posisi Maroko semakin tertekan dalam 9 menit terakhir setelah Walid Cheddira terkena kartu merah setelah akumulasi 2 kartu kuning.

Tetapi Maroko bisa bertahan sampai peluit panjang berbunyi. Pemain-pemain Maroko berselebrasi dengan melakukan sujud syukur. Sementara pemain Spanyol terpekur, tidak percaya bahwa mereka tersingkir dengan cara yang sangat menyakitkan.

Ronaldo menangis tak bisa menahan air mata. Ia menyesal karena gagal membongkar pertahanan rapat Maroko selama babak kedua ketika ia diturunkan sebagai pemain pengganti. Ronaldo menyadari bahwa di usianya yang ke-37 tidak ada lagi kesempatan baginya untuk memegang tropi Piala Dunia.

BACA JUGA  Mengapa Penderita NPD Tidak Betah di Hubungan yang Nyaman

BACA JUGA: Qatar dan Astana Anyar

Ini menjadi kegagalan yang menyedihkan. Selama karirnya yang cemerlang Ronaldo sudah memenangkan semua tropi dan penghargaan. Tetapi, ia tidak pernah sekali pun memenangkan Piala Dunia. Ronaldo harus menutup karirnya dengan air mata. Ia tidak tahu akan bermain di klub mana setelah Piala Dunia. Ia terusir dari Manchester United dan belum tahu kemana hendak berlabuh.

Sementara pemain Maroko menyambut kemenangan dengan penuh suka cita. Setelah bersujud syukur beberapa pemain terlihat menari. Salah satunya penyerang Sofyan Boufal.

Boufal tak sendirian dalam melakukan dansa. Ia ditemani seorang wanita berkerudung perak dengan tas warna merah. Partner dansa Boufal tak lain adalah sang ibunda, yang diakuinya merupakan figur berjasa. Saya melihat Ibu saya berangkat pada pukul 6 pagi untuk bekerja. Jadi, saya tak mau merusak segalanya, mengingat saya punya talenta, kata Boufal kepada So Foot pada 2021 silam, soal peran sang ibu dalam karier sepak bolanya.

BACA JUGA  Kamu Bahagia, Narsisis Terluka

Melihat sang ibu banting tulang untuk menyambung hidup, Boufal pun tak mau menyia-nyiakan bakat sepak bolanya. Boufal memilih berhenti sekolah pada usia sangat muda demi fokus sepenuhnya kepada sepak bola. Pada usia 16 atau 18 tahun, tak ada pergi ke bioskop, pesta, atau ke klub malam, kata Boufal.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.