Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 05:21 WIB
Surabaya
--°C

Gas Air Mata Membuat Kita Menangis Darah

Rivalitas Arema dan Persebaya memang sangat kuat sejak dulu. Ibaratnya, boleh kalah oleh Persib, tapi jangan sampai kalah oleh Persebaya.

Sesungguhnya determinasi permainan dipegang Arema. Mereka mengurung pertahanan Persebaya habis-habisan. Dua peluang gol gagal menjebol gawang Persebaya. Alhasil Arema kalah 2-3. Tampaknya keberuntungan memihak kepada Persebaya.

Ketika bertandang ke kandang Arema, Persebaya berada di bawah tekanan berat setelah mereka dikalahkan 1-2 oleh klub juru kunci (saat itu) RANS Nusantara. Suporter ngamuk.

Kekecewaan Aremania bisa dimengerti.

BACA JUGA: Ricuh di Kanjuruhan Telan Korban, Persebaya Ucap Belasungkawa

Tapi sampai matchday 11 Liga 1 Indonesia musim ini kalau kita cermati, 13 klub Pulau Jawa sedang menghadapi tekanan hebat klub-kllub Luar Jawa. Dari 18 klub Liga 1, 13 klub berada di Pulau Jawa.

Lihatlah klasemen sementara. Di papan atas bertengger Borneo Samarinda (23 poin) di puncak klasemen. Madura United peringkat 2 (23 poin), PSM Makassar peringkat 3 (22 poin), Persita Tangerang peringkat 4 (22 poin), Bali United peringkat 5 (21 poin), dan Persija peringkat 6 (21 poin).

Persaingan yang sangat ketat di papan atas. Tekanan Borneo, PSM dan Bali United luar biasa.

Sementara itu, Persib Bandung tertinggal di peringkat 8 (16 poin), Arema peringkat 9 (14 poin), Persebaya peringkat 10 (13 poin), dan PSIS Semarang peringkat 14 (11 poin).

Mengapa hal itu sampai terjadi? Apakah klub-klub Luar Jawa memiliki dana yang lebih besar? Bisa merekrut dan mempertahankan pemain-pemain berkualitasnya. Tampaknya klub-klub Jawa perlu menelaah serius. Mumpung kompetisi masih berjalan 10 sampai 11 pertandingan. Masih tersisa 23 sampai 24 pertandingan lagi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.