Belum lagi anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun bocor, boros, dan nyangkut di jalan. Anggaran ratusan triliun rupiah tak sebanding dengan menu yang diterima anak-anak Indonesia.
Oleh: Tarmidzi Yusuf
KEMPALAN: Itulah suara hati para buruh di acara May Day, 1 Mei 2026 di Monas. Massa buruh riuh. Suara hati buruh tidak bisa dibohongi. Tidak bisa dibeli dengan sembako. Ketika Presiden Prabowo Subianto bertanya soal manfaat MBG, mereka kompak menjawab: Tidaaak…!
Jawaban para buruh itu tentu saja tak sesuai dengan harapan Presiden Prabowo. Ia telah dipermalukan buruh jika masih punya rasa malu. “Al-haya’u syu’batun minal iman” (malu adalah cabang dari iman), kata sebuah hadits populer.
Katanya saat berpidato, MGB untuk peningkatan gizi anak. Fakta di lapangan seperti kata peribahasa, “Jauh panggang dari api”. Menu seadanya. Jika boleh membandingkan lebih murah dan enak nasi kucing.
Nasi kucing khas kuliner angkringan Jogja. Porsi nasinya sedikit: 3 sampai 5 suap. Lauknya lumayan banyak. Tak seperti menu MBG yang banyak berkasus. Beracun, basi dan bersisa.
Menu nasi kucing khas Jogja bervariasi. Ada sambal teri, tempe orek, gereh pindang (ikan asin), sambal panggang, atau tumis pedo.
MBG yang sering dirapel itu. Dalam beberapa kasus dalam sepekan hanya dikirim 2 kali. Senin dan kamis. Anggarannya fantastis. Rp 1 triliun hingga Rp 1,2 triliun per hari untuk 83 juta penerima manfaat.
Menunya Anda bisa lihat sendiri. Tidak perlu penulis jelaskan. Lebih murah dan enak menu nasi kucing khas angkringan Jogja yang terkenal itu.
Menu MBG yang konon dihargai Rp 15.000 per porsi itu. Kalah jauh dengan nasi kucing yang harganya hanya Rp 1.500 sampai Rp 3.000 per porsi.
Bagaimana mungkin menu MBG yang kita lihat hari ini bisa memperbaiki gizi anak-anak Indonesia. Lauknya sedikit. Untungnya yang besar.
Uang ratusan triliun di tengah beban APBN ripuh (repot, susah) kata orang Sunda belum mencerminkan menu untuk peningkatan gizi.
Belum lagi anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun bocor, boros, dan nyangkut di jalan. Anggaran ratusan triliun rupiah tak sebanding dengan menu yang diterima anak-anak Indonesia.
Tak heran bila massa buruh menyuarakan fakta yang sebenarnya. MBG di mata buruh tidak bermanfaat. Layak untuk dihentikan. Hanya jadi ladang badan garong nasional.
*) Tarmidzi Yusuf,Kolumnis

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi