Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 10:10 WIB
Surabaya
--°C

Sang Maestro Kembali: Misi Mustahil Ibarsjah Djanu dan Tuah Garuda Jaya di Panggung Asia


JAKARTA-KEMPALAN: Teka-teki siapa nakhoda yang akan memimpin proyek ambisius Jakarta Garuda Jaya di kancah Asia akhirnya terjawab. PBVSI resmi memanggil kembali “tangan dingin” legendaris voli tanah air, Ibarsjah Djanu Tjahyono. Kembalinya Ibarsjah bukan sekadar pengisian kursi pelatih, melainkan pernyataan ambisi besar Indonesia di ajang AVC Men’s Champions League 2026.

Setelah empat tahun absen dari hiruk-pikuk tim nasional, Ibarsjah kini memikul beban sejarah untuk membawa Garuda Jaya terbang tinggi di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak, pada 13–17 Mei mendatang.

Sentuhan Magis 30 Tahun

Keputusan PBVSI ini bukanlah tanpa alasan. Rekam jejak Ibarsjah adalah sebuah kitab suci bagi voli Indonesia. Menghabiskan 24 tahun di raksasa Surabaya Samator dan dua musim memoles Kudus Sukun Badak, Ibarsjah adalah saksi sekaligus aktor pertumbuhan voli modern kita. Ia pernah menyerap ilmu langsung dari pelatih legendaris Hu Shin Yu dan Li Qiujiang, hingga sukses membawa Surabaya Samator menembus jajaran elit 8 besar klub Asia.

Bahkan, pada tahun 2025, kehebatannya diakui secara regional saat ia dipercaya menangani tim nasional Kamboja selama tiga bulan masa studi banding mereka di Indonesia.

Komentar Eksklusif: “Ini Karunia, Bukan Beban”

Ditemui di sela persiapannya, Ibarsjah menanggapi pemanggilannya dengan kerendahan hati yang elegan, meski ia sadar waktu bukanlah sekutu terbaiknya saat ini.

“Untuk pemilihan saya sebagai pelatih Garuda dalam kejuaraan AVC ini, saya bersyukur, alhamdulillah. Semua ini semata-mata adalah karunia Allah SWT,” ujar Ibarsjah dengan tenang.

Namun, sang pelatih tidak menutup mata terhadap realitas lapangan. Dengan hanya delapan tim terbaik dari zona Asia—termasuk raksasa dari Qatar, Korea Selatan, Jepang, hingga Iran—persiapan mepet menjadi tantangan utama.

“Dalam persiapan kejuaraan tersebut, waktunya sangat mepet. Namun, saya akan berusaha memaksimalkan potensi pemain yang telah dipilih oleh PBVSI Pusat. Saya harus cepat beradaptasi dengan karakter dan kemampuan pemain yang ada. Fokus saya adalah memberikan yang terbaik untuk tim Garuda Indonesia,” tambahnya.

Pertarungan Para Raksasa di Pontianak

Kejuaraan AVC 2026 di Pontianak diprediksi akan menjadi salah satu turnamen paling sengit di tanah borneo. Sebagai tuan rumah, Indonesia akan diwakili oleh dua kekuatan: Jakarta Bhayangkara Presisi dan Jakarta Garuda Jaya di bawah komando Ibarsjah.

Publik kini menanti, apakah “tuah” Ibarsjah yang legendaris mampu meracik skuad Garuda Jaya menjadi kekuatan yang disegani, ataukah waktu persiapan yang singkat akan menjadi ganjalan? Satu yang pasti, kembalinya sang maestro telah menyulut api optimisme baru di dada pecinta voli nasional.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.