Mossad berusaha menipu warga Iran. Namun, berhasil digagalkan. Tidak berhenti disitu, Iran kembali dituduh membunuh demonstran secara massal. Sebuah berita yang dibuat-buat.
Oleh: Sutoyo Abadi
KEMPALAN: Rothschild adalah pencetus sistem perbankan Yahudi. Mayer Amschel Rothschild, sang perintis, sejak tahun 1800-an sudah mengirim lima anaknya ke seluruh Eropa.
Didirikan di Frankfurt, Jerman oleh Amschel sendiri. Kemudian, anak-anaknya membuka bank di London (Nathan), Paris (Jacob), Wina (Salomon), dan Napoli (Karl).
Ekspansi meluas ke seluruh dunia, membiayai dan bekerja sama dengan bank lainnya, sampai membentuk sistem perbankan yang terintegrasi. Bank mereka aktif membiayai atau mensponsori perang. Juga pembangunan paska perang.
Hari ini, hampir seluruh perbankan dunia terkoneksi dengan sistem operasi keuangan mereka.
Iran adalah salah satu dari beberapa negara yang tersisa yang tidak tunduk pada dominasi bank sentral Rothschild. Iran adalah salah satu negara yang tidak punya ketergantungan dengan IMF, salah satu lembaga intermediasi utang dinasti ini.
Lebih kacau lagi, Iran merupakan batu besar di tengah jalan yang menghalangi proyek koloni “Israel Raya”. Iran bahkan satu-satunya negara yang bersumpah akan membebaskan Palestina, dan mengusir zionis dari Tanah Suci.
Tapak sejarah “pangeran badut” Reza Pahlavi yang hidup dalam pengasingan sangat berharap untuk bisa naik tahta. Ayahnya, Mohammad Reza Pahlavi, raja terakhir Dinasti Pahlavi, tumbang dalam revolusi Islam Iran yang dipimpin Imam Khomeini tahun 1979.
Dinasti terakhir ini sangat pro Amerika, Barat dan Israel. Sejalan dengan agenda Rothschild.
Upaya menggulingkan Imam Ali Khamenei – yang menjadi pelanjut cita-cita Ayatullah Khomeini (1902-1989), kembali dilakukan. Seperti biasa. Alat kerja Rothschild dalam menciptakan rusuh dan perang adalah Israel dan Amerika, lewat Mossad dan CIA-nya.
Mossad sebagai pemain utama punya motto terkenal: “By way of deception, thou shalt do war“. Artinya, lewat tipu muslihat, kamu harus melakukan perang. Slogan diambil dari sebuah ayat biblical Proverb 24:6.
Dua pemain ini ada di belakang protes yang pecah pada akhir Desember 2025 silam, yang cukup menggoyang Iran. Mereka memulai proses kudeta lewat pembakaran masjid dan fasilitas publik. Juga membunuh.
Ini tipikal kerja Israel. Mereka sejak lama telah bekerja merobohkan rumah, masjid dan gereja di Palestina. Membunuh juga salah satu spesialisasinya.
Kerusuhan di Iran kemarin murni operasi Mossad, yang menunggangi demonstrasi pedagang. Lewat operasi desepsi, Mossad memberikan instruksi kepada operator-operator bayaran di lapangan.
Mossad berusaha menipu warga Iran. Namun, berhasil digagalkan. Tidak berhenti disitu, Iran kembali dituduh membunuh demonstran secara massal. Sebuah berita yang dibuat-buat.
Prabowo Subianto ikut pula menandatangani dan bergabung BoP Donald Trump merujuk pada Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, sebuah organisasi internasional yang digagas dan dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump, bahwa itu jelas kebijakan tersesat dan menyesatkan, itu rekayasanya Rothschild, akan menghancurkan Gaza .
Indonesia belajarlah dengan Iran yang paham liku-liku tipuan Amerika dan Israel, Indonesia buta sejarah atau memang nekad menempuh jalan sesat. (Bersambung Bag-3).
*) Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Politik Merah Putih

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi