SIDOARJO-KEMPALAN: Di bawah langit Jazirah yang mulai berpijar oleh jutaan talbiyah, sebuah rombongan kecil berpakaian olahraga tampak mencolok di antara arus jemaah berihram. Inilah 23 punggawa Timnas Indonesia U-17 yang datang bukan untuk berwukuf di Arafah, melainkan untuk “berjihad” di atas rumput hijau Piala Asia U-17 2026.Di antara deretan pejuang muda itu, terselip Alfredo Nararya Nugroho. Pemuda asli Sidoarjo yang kini memikul beban ganda: membawa lari bola di kaki, sekaligus membawa titipan doa dari ribuan tetangganya yang sedang mengetuk pintu langit di tanah yang sama.Antara Sepatu Pul dan Sandal Jepit JemaahPiala Asia tahun ini memang punya aroma “surga” yang kental. Digelar tepat saat musim Haji (Mei 2026), turnamen ini seolah menjadi panggung di mana keringat atlet dan air mata jemaah bersatu. Saat 2.700 jemaah asal Sidoarjo bersimpuh di atas pasir Makkah memohon magfirah, Alfredo justru harus “berlari” mencari berkah di bawah lampu stadion yang terik.Istilah “ngalap berkah” tak lagi sekadar mencium tangan kiai, tapi menjelma dalam drible bola yang spartan. Pasukan asuhan Kurniawan Dwi Yulianto ini paham betul filosofi Ridho Allah fi Ridho walidain. Maka, sebelum terbang pada 25 April lalu, Alfredo melakukan ritual paling “mahal” di dunia: bersujud di kaki orang tua dan menjemput restu di markas Bintang Putra Sidoarjo (BPS).
Profil: Sang Dirigen dari Kota Udang Sidoarjo

Alfredo bukanlah “pemain instan”. Ia adalah produk asli didikan lokal Sidoarjo yang punya kaki selembut sutra tapi punya nyali sekeras karang. Di tangan Kurniawan, ia dipasang sebagai dirigen lini tengah—sosok yang bertugas mengatur ritme permainan agar tetap istiqomah menyerang meski ditekan lawan.
Yudhi Iriyanto (Pembina BPS & Kadisporapar Sidoarjo:

“Alfredo itu duta, bukan sekadar pelari. Saya pesankan padanya: di tanah suci, jangan cuma jago gocek lawan, jago juga jaga shalatmu. Kami di Sidoarjo bakal bikin ‘jalur khusus’ doa lewat istighosah dan nonton bareng supaya bola yang dia tendang benar-benar direstui malaikat.”Nugroho (Ayahanda Alfredo):”Saya bilang ke dia, kaki itu pinjaman Allah. Jadi kalau dipakai buat membela negara, ya harus total. Menang itu bonus sunnah, tapi berjuang sampai lemas itu baru namanya mukmin sejati.
“Alfredo Nararya” : Bermain di sini saat musim Haji itu rasanya magis. Rasanya seperti setiap operan bola saya diaminkan oleh jutaan malaikat yang turun untuk jemaah Haji. Saya hanya ingin membuktikan kalau anak Sidoarjo bisa bikin bangga tanpa lupa sujud.”
Grup B Neraka dan Ikhtiar Langit

Jalan menuju kejayaan memang tak semulus aspal Makkah-Madinah. Di Grup B, raksasa seperti China, Qatar, dan Jepang sudah mengasah taji. Namun, dengan dukungan “orang dalam” alias doa para jemaah yang sedang wukuf, Garuda Muda optimis bisa mengubah rumput stadion menjadi sajadah panjang kemenangan.
Jadwal Perjuangan (WIB):Indonesia vs China: Selasa, 5 Mei 2026 | 23.30 WIB
Qatar vs Indonesia: Sabtu, 9 Mei 2026 | 23.30 WIB.
Jepang vs Indonesia: Selasa, 12 Mei 2026 I 23.00 WIB
Selamat berjihad, Garuda Muda. Biarlah sejarah mencatat bahwa di tanah para Nabi, kalian pernah bertarung dengan hati.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi