Jumat, 5 Juni 2026, pukul : 20:04 WIB
Surabaya
--°C

Hadapi Oman, Timnas Indonesia Bertekad Ulang Sejarah di King’s Cup 1987 dan 1988

Lawan Oman, Timnas Indonesia bertekad mengulang sejarah di King’s Cup 1987 dan 1988. (FOTO: Antara)

SURABAYAKEMPALAN: Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dalam
laga bertajuk Garuda Championship Series pada agenda FIFA Matchday. Duel Timnas Indonesia vs Oman bakal  berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6) malam ini pukul 20.00 WIB.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bertekad kembali mengukir sejarah yang pernah diraih 38 tahun lalu. Laga Timnas Indonesia vs Oman ini sekaligus bakal menjadi ujian perdana bagi skuad Garuda di atas rumput SUGBK, sebelum mereka dijadwalkan menjamu perwakilan dari benua Afrika, Mozambik, pada Selasa (9/6) di lokasi dan jam yang sama.

Timnas Indonesia yang kini menduduki peringkat ke-122 dunia tertinggal dari kedua lawannya tersebut. Oman kini menempati urutan ke-79 dunia, sementara Mozambik bertengger di peringkat 101.

Timnas Indonesia sendiri sudah bentrok sebanyak enam kali vs Oman. Skuad Garuda sempat mencatatkan dua kemenangan, namun kenangan manis itu tercipta pada masa lalu, tepatnya pada ajang King’s Cup tahun 1987 (2-0) dan tahun 1988 (3-0) di Bangkok, Thailand.

BACA JUGA  AVC Women's Volleyball Nations Cup 2026

Dua gol pada King’s Cup tahun 1988, dicetak oleh striker Muhammad Zein Alhadad. Sedang satu gol lagi dicetak Nasrul Kotto, setelah menerima umpan dari M. Zein Alhadad.

Muhammad Zein Alhadad.

“Setelah kemenangan lawan Oman itu, tiga hari kemudian Timnas Indonesia mengalahkan China 3-1.Tapi lawan China saya  digeser ke sayap kiri, tidak sebagai striker,” kata Mamak Alhadad, panggilan akrabnya.

Mamak Alhadad sendiri dikenal bisa menempati tiga posisi. Selain striker dan sayap, ia juga bisa menempati posisi gelandang serang.

Sayangnya, pasca-kejayaan tersebut, rekor Timnas Indonesia menukik tajam. Skuad Garuda kalah tipis 0-1 pada laga uji coba lawan Oman tahun 2007.

Tren tanpa kemenangan itu berlanjut di ajang Kualifikasi Piala Asia 2011 (digelar pada 2009 dan 2010), dengan catatan satu hasil imbang 0-0 dan satu kali takluk 1-2. Bahkan, pada pertemuan terakhir di bawah kendali Shin Tae-yong tahun 2021 lalu, Timnas Indonesia harus menyerah 1-3 di laga persahabatan.

Bagi John Herdman, pertandingan ini bukan sekadar rutinitas uji coba. Sang juru taktik menegaskan kepada para pemainnya untuk mengambil tanggung jawab di atas lapangan demi mematahkan kutukan 38 tahun tersebut.

BACA JUGA  DPRD Surabaya Matangkan Raperda Air Limbah Domestik, Pengelolaan Difokuskan ke PDAM

Hal ini disampaikannya seusai memimpin sesi latihan kedua timnas. “Ya, saya pikir ketika Anda berbicara tentang apa yang akan dilakukan secara berbeda atau spesial, hal pertama adalah menerima tanggung jawab untuk menulis ulang sejarah,” ujar Herdman dalam konferensi pers jelang pertandingan kontra Oman di SUGBK, Jakarta, Kamis (4/6).

Tentunya tidak mudah. Sebab Oman sekarang merupakan tim yang tangguh. Oman berada di peringkat 79 dunia. Sedang Indonesia di peringkat 122.

Kendati demikian, Mamak Alhadad berharap Timnas Indonesia yang ditukangi John Herdman mampu bermain bagus dan memberikan hasil terbaik. Apalagi bermain di kandang sendiri.

Dengan dukungan suporter, ia yakin Timnas Garuda akan mampu memberikan hasil terbaik. “Saya kira John Herdman sudah punya strategi untuk menghadapi Oman. Kita berharap Kevin Diks dkk bisa bermain bagus dan tentunya membawa hasil maksimal,” pungkas Mamak Alhadad. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.