Jumat, 26 Juni 2026, pukul : 23:17 WIB
Surabaya
--°C

Tak Ikuti Pawai hingga Selesai, Atlet Renang Ini Merasa Tak Dihargai Kemenpora

JAKARTA-KEMPALAN: Atlet renang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa merasa kecewa dengan acara pawai atlet SEA Games yang diadakan oleh Kemenpora. Siman berkata bahwa dirinya merasa tak dihargai dalam acara tersebut sehingga memilih pulang duluan.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengadakan acara pawai atau arak-arakan bertajuk “Kira8 7uara” untuk para peraih medali SEA Games 2023 pada Jumat (19/5) pagi WIB.

I Gede Siman Sudartawa, salah satu atlet renang Indonesia, juga terdaftar sebagai peserta rombongan pawai itu bersama dengan para atlet dari cabang-cabang olahraga lainnya.

Namun, Siman yang awalnya ikut dalam rombongan mobil karnaval yang disediakan Kemenpora memilih turun dan meninggalkan mobil keluar dari barisan rombongan pada pukul 09.45 WIB.

Siman berkata bahwa alasan tak mengikuti pawai hingga selesai adalah karena dirinya merasa tak dihargai oleh Kemenpora.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Minta KONI Jatim Perkuat Pembinaan Atlet Usia Dini

Siman berkata bahwa dirinya sudah merasa tak dihargai bahwa sejak sebelum acara dimulai, sebab dai dan puluhan atlet peraih medali SEA Games yang tiba sebelum pukul 08.00 WIB diminta untuk menunggu para pemain Timnas Indonesia U-22 yang terlambat datang.

“Kayaknya sih nggak (ikut sampai ke GBK). Melihat seperti itu (kondisinya) kayaknya tidak diperlukan sebenarnya kehadiran kami.” ujar Siman, dikutip IDN Times.

“Kami merasa kok ada cabor yang terlalu dispesialkan. Kami merasa tidak dihargai, sudah datang awal sesuai waktu, disuruh menunggu. Kami sama-sama berjuang, kok. Kami juga sama-sama dapat medali. Kenapa seperti itu? Terus pas waktu berangkat kok terjadi kesenjangan yang jauh.” tambahnya.

BACA JUGA  Abdul Salam Kembali, Shindoka Jatim Fokus Bangkit

Dia juga merasa tak adil karena puluhan atlet dari 31 cabang olahraga peraih medali SEA Games 2023 kompak naik bus karnaval yang disediakan Kemenpora. Sementara Timnas U-22 malah datang dengan bus double decker dan malah memimpin rombongan, meski terlambat.

“Jauh sekali perbedaannya. Jadi kita ngerasain kayak ini selebrasi buat satu cabor saja atau buat semuanya? Kenapa terjadi perbedaan? Kami berjuang bersama kan harusnya dipukul rata dong. Semua sama, harus sama. Kami kan berjuang juga di SEA Games, tapi terjadi banyak perbedaan. Kami merasa sedikit tidak logis saja sebagai atlet. Bisa dibilang gak sportif lah jadinya.” tambah Siman.

(*) Edwin Fatahuddin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.