Jumat, 5 Juni 2026, pukul : 23:12 WIB
Surabaya
--°C

Menuju Satu Abad Green Force: Persebaya Ajak Bonek Naik Kelas Lewat Estetika Digital

SURABAYA-KEMPALAN: Menjelang hari jadi ke-99 yang jatuh pada 18 Juni mendatang, manajemen Persebaya Surabaya secara resmi mengajak Bonek dan Bonita untuk menyemarakkan perayaan ulang tahun klub dengan cara yang lebih modern, tertib, dan ramah lingkungan. Angka 99 yang kerap dianggap sebagai simbol keberuntungan ini momentum bagi klub berjuluk Green Force tersebut untuk bertransformasi menuju usia satu abad.
Selama bertahun-tahun, tradisi menyambut ulang tahun Persebaya selalu identik dengan pemasangan spanduk kain dan baliho kreatif di berbagai sudut strategis Kota Pahlawan. Fenomena ini menjadi bukti sahih atas loyalitas dan kecintaan mendalam para suporter. Namun, seiring dengan perkembangan tata kota dan digitalisasi, Persebaya menginisiasi perubahan media berekspresi dari spanduk konvensional ke layar digital berupa videotron.
Langkah inovatif ini sudah mulai terlihat di beberapa titik visual utama Kota Surabaya. Salah satunya adalah videotron di kawasan Jalan Mayjen Yono Soewoyo, area sibuk di dekat Pakuwon Mall, yang kini mulai memamerkan karya visual estetis bertema ulang tahun Persebaya.
Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, menegaskan bahwa program bertajuk “Naik Kelas” ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara manajemen klub, Pemerintah Kota Surabaya, dan Polrestabes Surabaya.
“Kami ingin perayaan usia ke-99 ini tetap meriah, tetapi sekaligus menjaga ketertiban umum. Kreativitas Bonek selama ini sangat luar biasa. Oleh karena itu, kami memfasilitasi ruang yang lebih besar, modern, dan sedap dipandang agar karya-karya terbaik mereka bisa dinikmati oleh masyarakat luas,” ujar pria yang akrab disapa Vinno tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat (5/6).

BACA JUGA  IFA7 WORLD CHAMPIONSHIP HONDURAS 2026


Lebih lanjut, Vinno menjelaskan bahwa migrasi ke media digital ini merupakan solusi konkret untuk menjaga estetika kota tanpa memberangus kultur suporter. Penggunaan videotron dinilai efektif agar perayaan tidak mengganggu fungsi fasilitas publik maupun sistem keamanan kota.
Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, pemasangan spanduk kain di area krusial seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kerap menutupi kamera pengawas (CCTV) milik dinas terkait dan kepolisian. Padahal, keberadaan kamera tersebut sangat vital bagi aparat penegak hukum untuk memantau keamanan kota dan mengungkap tindak kriminalitas.
“Kami tidak ingin menghilangkan tradisi, melainkan mengajak teman-teman Bonek bertransformasi. Dari spanduk kain menjadi spanduk digital pada videotron. Ini adalah momentum pembuktian bahwa Bonek telah benar-benar naik kelas; kreatif di dalam stadion, dan peduli pada kenyamanan lingkungan di luar stadion,” pungkas Vinno.
Melalui gerakan ini, Persebaya berharap perayaan menuju satu abad tidak hanya menjadi pesta pora visual, melainkan sebuah pesan edukatif nasional bahwa kreativitas suporter sepak bola di Indonesia mampu berjalan selaras dengan hukum, ketertiban, dan keindahan kota.(M Fasichullisan/ Ambari Taufiq)

BACA JUGA  Komisi B Agendakan Rapat Lanjutan Terkait Aduan Warga Medokan Ayu Surabaya
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.