JAKARTA–KEMPALAN: Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai NasDem Peter F. Gontha menghormati Niluh Djelantik yang memilih mundur pascadeklarasi dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai calon presiden.
Menurutnya, keputusan pengusaha asal Bali yang sebelumnya menjabat Ketua Departemen Bidang UMKM DPP Partai NasDem tersebut sangat sah dan harus dapat diterima.
“Dan semoga keputusan saya untuk tetap bersama NasDem mempunyai nilai yang sama keabsahannya dengan keputusan Niluh,” jelas Peter F. Gontha di akun Facebook-nya, Rabu, 5 Oktober 2022.
Lebih jauh dia mengatakan, keputusan mundur seseorang dari sebuah organisasi, perusahaan, partai, atau lembaga terjadi setiap hari apabila yang bersangkutan tidak setuju dengan keputusan para pimpinannya, atau mendapat tawaran/kesempatan yang lebih baik.
“Bahwa dari jumlah pemilih Partai NasDem yang lebih dari 12 juta pemilih dan keanggotaan yang sekitar 5 juta pemilih, maka mundurnya keanggotaan Niluh dari partai sesuatu yang harus dapat diterima,” sambungnya lagi.
BACA JUGA: Tokoh Senior Golkar Akbar Tanjung Terang-terangan Dukung Anies di Pilpres 2024
Mantan Dubes Indonesia untuk Polandia ini kemudian membandingkan jumlah anggota masyarakat yang bergabung dengan NasDem pascadeklarasi Senin lalu.
“Terus terang pada hari Senin yang lalu, sekitar 3.620 anggota baru di partai yang mendaftarkan diri. Dan ini tentunya memberikan indikasi bahwa keputusan partai tidak fatal seperti yang diperkirakan orang luar,” paparnya.
“Saya terima kasih atas semangat yang Bung Filke selalu sampaikan kepada saya. Semoga Tuhan memberkati,” tutupnya.
Pada Senin lalu, Niluh Djelantik menyampaikan pengunduran dirinya di berbagai platform akun media sosialnya.
“Konsisten tegak lurus pada perjuangan untuk rakyat bersama rakyat. Dengan atau tanpa partai politik. Sikapku tegas. Integritasku jelas. Terima kasih atas support kesayangan yang setia menemaniku. Ketjup sayang,” begitu tulisan yang diunggah Niluh.
“Selamat tinggal NasDem. Pengumuman resmi menyusul. Rapatkan barisan kesayangan. Berjuang dengan integritas dan hati nurani untuk rakyat termarjinalkan,” jelasnya memberikan keterangan. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi