Perayaan Akhir Tahun Ajaran 2025/2026 PAUD Anak Ceria UNAIR di Auditorium Candradimuka Kampus C, Minggu (21/6).(Foto: IST)
SURABAYA-KEMPALAN: PAUD Anak Ceria Universitas Airlangga menggelar Perayaan Akhir Tahun Ajaran 2025/2026 di Auditorium Candradimuka Kampus C UNAIR, Minggu (21/6). Kegiatan yang diikuti peserta didik dari jenjang Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-Kanak (TK) tersebut menjadi ajang apresiasi atas proses belajar anak selama satu tahun terakhir.
Sebanyak 14 penampilan digelar dalam acara tersebut. Mulai dari pertunjukan kelompok seperti yoga, gerak dan lagu, hingga karya individu yang menunjukkan minat dan kemampuan masing-masing anak. Selain dihadiri orang tua dan keluarga peserta didik, acara juga dihadiri Wakil Dekan I Fakultas Psikologi UNAIR Pramesti Pradna Paramita, serta Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Airlangga Dany Emawati Amin Alamsyah.
Kepala PAUD Anak Ceria UNAIR Theodore Baswara mengatakan, perayaan akhir tahun bukan sekadar penanda berakhirnya proses pembelajaran, melainkan momentum untuk merayakan capaian setiap anak yang berkembang dengan cara berbeda.
“Bagi kami, perayaan akhir tahun adalah perayaan atas capaian anak. Karena kami sekolah inklusi, maka capaiannya juga beragam. Semua capaian itu kami fasilitasi agar dapat dirayakan bersama,” ujarnya.
Menurut Theodore, filosofi tersebut menjadi dasar penyelenggaraan acara. Setiap anak diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil belajar sesuai minat dan kemampuannya, baik melalui penampilan kelompok maupun individu.

Ia menegaskan bahwa pada usia dini yang terpenting bukan membandingkan capaian anak satu dengan lainnya, melainkan membantu mereka mengenali diri dan mengembangkan potensinya.
“Capaian anak itu beragam. Ada yang berani tampil sendiri, ada yang lebih nyaman tampil bersama teman-temannya, bahkan ada yang mungkin belum siap tampil di depan umum. Semua itu adalah bagian dari proses perkembangan yang perlu dihargai,” katanya.
Guru sekaligus Show Director acara Nadine Athahira Larasati menjelaskan bahwa seluruh penampilan yang ditampilkan merupakan hasil proses pendampingan dan latihan yang berlangsung sekitar tiga bulan.
Menurutnya, sejak awal anak-anak diperkenalkan bahwa tampil di depan umum merupakan cara berbagi cerita tentang hal-hal yang mereka sukai. Karena itu, mereka diberikan kesempatan memilih bentuk penampilan sesuai minat masing-masing.
“Sejak awal kami mengenalkan kepada anak-anak bahwa tampil itu sama dengan berbagi cerita. Karena itu mereka diberi kebebasan untuk tampil melalui hal-hal yang mereka sukai sehingga mereka bisa menikmati prosesnya,” ujar Nadine.
Ia menjelaskan, proses persiapan tidak selalu berjalan mudah karena minat anak dapat berubah sewaktu-waktu. Namun guru berupaya tetap adaptif agar setiap anak dapat menampilkan hal yang benar-benar mereka sukai.
Bagi Nadine, keberhasilan acara bukan diukur dari kesempurnaan penampilan di atas panggung, melainkan dari keberanian anak untuk mencoba dan mengekspresikan dirinya.
“Yang membuat saya bangga bukan hasil akhirnya di atas panggung, tetapi proses yang mereka jalani. Saat melihat mereka tampil dengan percaya diri, saya teringat bagaimana mereka berlatih dan berkembang dari waktu ke waktu,” tuturnya.
Wakil Dekan I Fakultas Psikologi UNAIR Pramesti Pradna Paramita menilai kegiatan tersebut mampu merepresentasikan keberagaman potensi anak. Menurutnya, setiap peserta didik memiliki karakteristik, minat, dan kemampuan yang berbeda sehingga membutuhkan dukungan bersama dari keluarga dan pendidik.
“Pada acara hari ini terdapat sekitar 14 penampilan anak dengan berbagai variasi. Hal ini diharapkan dapat merepresentasikan keunikan, bakat, dan kemampuan masing-masing anak sesuai potensinya,” ujarnya.
Pramesti menambahkan kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, terutama dalam lingkungan pendidikan inklusif yang menghargai keberagaman.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Airlangga.Dany Emawati Amin Alamsyah. Ia menilai PAUD Anak Ceria berhasil memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi dan menunjukkan kemampuan sesuai potensinya.
“Yang paling menarik adalah anak-anak diberikan kesempatan untuk berkreasi dan menampilkan kemampuan mereka. Guru-guru berperan sebagai pendamping yang mengarahkan dan mendukung,” katanya.
Menurut Dany, keberhasilan acara tidak lepas dari dedikasi para guru dan pengasuh yang mendampingi anak-anak dengan karakteristik dan kebutuhan yang beragam.
Salah satu wali murid, Anita Rakhmi, mengaku merasakan perkembangan positif pada kemampuan sosial anaknya selama menempuh pendidikan di PAUD Anak Ceria. Ia menyebut anak yang sebelumnya kurang mau bersosialisasi kini mulai aktif bermain bersama teman-temannya.
“Banyak sekali perkembangan pada anak saya. Yang sebelumnya belum mau bersosialisasi, sekarang sudah mau bermain bersama teman-temannya,” ungkap Anita.
Saat ini PAUD Anak Ceria Universitas Airlangga membuka Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), serta Taman Kanak-Kanak (TK). Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun instagram resmi sekolah @paudanakceria. (Andra Jatmiko)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi